ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta

ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta
Bab 36


__ADS_3

"Bukanlah itu?!"


Ratu Evenor menatap lekat Hideo yang berubah Menjadi Terra, Sang prajurit suci bangsa Atlas.


"Apa mungkin ini kekuatan Terra?"


Ucap Nuala yang seolah tidak percaya melihat perubahan fisik Hideo.


Hideo dirasuki kekuatan salah satu prajurit suci bangsa Atlas, yaitu Terra si petir emas yang terkenal mampu membelah sebuah planet dalam satu kali tebasan.


"Apa yang terjadi? Kekuatan apa ini?"


Ucap Putri Aleina, menatap Hideo dengan wajahnya yang mulai panik.


Dengan gerakan secepat kilat, Hideo seolah menghilang di hadapan putri Aleina.


Wusssh....


"Dia menghilang!"


Ucap putri Aleina.


Tiba-tiba...


Awan berbentuk tinju petir raksasa menyerang Aleina dari belakang. namun, insting Aleina sangat tajam dan ia segera menyadari serangan tersebut.


"Tidak mungkin...! dia tidak mungkin menghilang, di mana dia?."


Putri Aleina bertanya-tanya dan berusaha membaca situasi.


Seketika, Putri Aleina menangkis tinju petir biru tersebut menggunakan tameng petir hitam miliknya yang menyerang nya secara tiba-tiba dari arah belakang.


Akan tetapi, Perbedaan kekuatan Hideo jauh melebihi kekuatan Putri Aleina saat ini.


Traaaasssh...


Tameng petir Putri Aleina perlahan-lahan mulai retak.


"Dia tidak hanya tiba-tiba berubah menjadi sangat cepat, tapi juga kuat. Apa yang sebenarnya terjadi?!"


Ucap Putri Aleina bicara.


Hideo kemudian kembali menghilang dari hadapan sang putri ....

__ADS_1


"Apa...!"


Reaksi Putri Aleina mulai berubah melihat Hideo yang seketika lenyap dari pandangannya.


Salah satu pengawal Putri Aleina berteriak dari luar arena untuk memberi tahu keberadaan Hideo yang bergerak sangat cepat dari atas.


"Putri! awas, di atas mu...."


Teriak Spix dari luar Arena.


Hideo menyerang putri Aleina dari atas untuk meraih kepala putri Aleina. Saat Hideo memegang kepala sang putri, ia pun berbalik dan menghempaskan tubuh putri Aleina ke tanah hingga tanah di arena tersebut hancur berkeping-keping.


"Aaaaarghhh...! tidak mungkin aku kalah darinya."


Erang Putri Aleina.


Putri Aleina terkapar di tengah puing-puing tanah yang hancur tersebut. terlihat, darah keluar dari mulut Putri Aleina saat ia mencoba bangun setelah menerima serangan Hideo.


Saat sang Putri Aleina kembali berdiri, petir hitam kembali menyelimuti seluruh tubuhnya dan ia siap memberi serangan balik kepada Hideo.


"Serangan mu itu belum cukup kuat untuk mengalahkan ku Hideo!"


Dengan pakaiannya yang terlihat robek dan darah yang mengalir di dagunya, Putri Aleina kemudian melemparkan ratusan batang petir hitam ke arah Hideo.


Ledakan tiada henti menyerang Hideo. terlihat, Asap menutupi seluruh Olympus kerena serangan Putri Aleina.


Semua penonton yang menyaksikan duel tersebut tidak dapat melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam  Arena, karena serangan Putri Aleina tersebut membuat seisi Arena berubah menjadi berselimut debu.


"Serangan sekuat itu... apa Hideo mampu bertahan?"


Ucap Nuala yang tengah serius menatap Arena di balik debu.


Wusssh....


Hideo mengeluarkan kekuatan angin untuk menghilangkan kepulan debu tersebut. namun, fisik nya kembali berubah menjadi Glise, prajurit suci planet glise 847 sang pengendali angin.


Mata Hideo kini berubah menjadi putih polos, rambutnya terlihat transparan, bahkan ujung lengan dan kakinya berubah menjadi putih.


Princes Aleina sangat terkejut melihat perubahan fisik Hideo secara drastis, begitu pula dengan kemampuan bakat alamnya.


Hideo mengibaskan kekuatan angin dengan sangat cepat, sehingga tubuh Putri Aleina seolah tersayat-sayat oleh pedang.


"Aaaaaargghh..."

__ADS_1


Seketika, Putri Aleina tersungkur dengan tubuh nya yang penuh luka sayatan.


Hideo pun mengeluarkan asap dengan satu hembusan nafas melalui hidung dan mulut nya untuk berubah menjadi kepler 62 c yang merupakan salah satu prajurit bangsa Atlas Planet Kepler.


Mata Hideo kembali berubah menjadi hijau. terlihat seluruh rambut Hideo di tumbuhi jamur dan lumut, bahkan tangan Hideo berubah menjadi sebuah akar.


Hideo menumbuhkan sebatang pohon raksasa di tengah-tengah Olympus untuk menjerat Putri Aleina menggunakan akar-akar pohon dengan sangat kuat, sehingga Putri Aleina tidak bisa bergerak.


Setelah itu, Mata Hideo kembali berubah menjadi kuning. rambutnya berubah menjadi cokelat. bahkan, seluruh tubuhnya menjadi kekar dengan urat leher nya yang keras.


Hideo pun berubah menjadi prajurit suci Tau ceti E yang berasal dari planet Ceti E.


"Heentikan...!"


Putri Aleina berteriak dalam kondisi nya yang mulai tidak berdaya.


Namun, Hideo tidak menggubris ucapan Putri Aleina dan meninju Putri Aleina menggunakan kekuatan yang sangat amat besar sehingga pohon tersebut hancur menjadi debu.


"Aaa'aaakhh..."


Darah keluar dari mulut Putri Aleina.


Tiba-tiba, Kekuatan 13 prajurit suci tersebut perlahan mulai menghilang. Hideo pun terkapar setelah kembali menjadi dirinya.


Pertandingan Olympus kali ini benar-benar di luar dugaan Ratu Evenor. menurut nya, duel mereka sangat berbahaya sehingga banyak menimbulkan kerusakan.


Terlihat, Sebagian penonton memilih lari dari Arena karena takut. bahkan, beberapa penonton mengalami cidera akibat duel maut antara Putri Aleina Melawan Hideo.


"Hentikan pertandingan!


semuanya, bawa Putri Aleina dan Hideo menuju pengobatan kristal."


Ratu Evenor memerintahkan seluruh pengawal nya untuk membawa Putri Aleina yang tengah sekarat dan Hideo yang terkapar dari dalam Arena


Ratu Evenor juga memerintahkan para pengawal nya untuk membawa penonton yang cidera ke ruang pengobatan untuk segera di obati.


"Hideo... kau hebat."


Ucap Nuala yang menatap Hideo dari jauh.


*******


next bagian 37

__ADS_1


__ADS_2