ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta

ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta
Bab 19


__ADS_3

...********...


...Hideo yang nakal...


Setelah berminggu-minggu pasca penyerangan Malik. semua keadaan kembali normal seperti biasa, tanpa pernah ada lagi tanda-tanda kemunculan Mr X 2 yang memata-matai keluarga Shin.


Malik sudah kembali pulih dan mulai melakukan aktivitas di sekolahnya. bahkan masalah yang sempat menimpa nya di sekolah sudah terselesaikan dengan damai, di iringi dengan kesembuhan Fred setelah ia koma selama beberapa hari di rumah sakit.


Sedangkan Axxel yang mengetahui rahasia ayahnya pun tidak pernah membahas masalah tersebut kepada siapapun, termasuk kepada Malik kakaknya.


Di sisi lain, Friska pergi ke sekolah menjemput Hideo menggunakan mobil pribadinya. setelah menjemput Hideo, Friska berencana untuk singgah ke sebuah pusat perbelanjaan untuk memenuhi semua kebutuhan keluarganya.


Berbeda dengan sifat Malik yang emosional, atau Axxel yang memiliki sifat pendiam. Hideo justru memiliki sifat usil dan suka membuat orang tuanya pusing dengan ulahnya.


Selama di sekolah, Hideo selalu mengerjai Miss Dina dengan menaruh kodok atau hewan-hewan menjijikan lainnya di dalam tas milik Miss Dina.


Karena kenakalan anaknya, Friska harus berulang-ulang kali meminta maaf atas kejahilan Hideo dan menghukum perbuatan anak nya dengan seberat-beratnya.


Setelah menjemput Hideo, Friska mengajak nya untuk singgah ke sebuah pusat perbelanjaan. namun, saat dalam perjalanan. Friska justru di stop oleh seorang polisi karena di anggap sudah menerobos lampu merah.


Teeeeet.... klakson motor polisi


Friska pun menepi.


"Kenapa saya di suruh berhenti pak? Apa saya melakukan sesuatu?"


Tanya Friska dengan heran, setelah membuka kaca mobil nya.


"Selamat siang nyonya, maaf mengganggu perjalanan anda. saya harus menyetop nyonya karena nyonya tadi sempat menerobos lampu merah di persimpangan jalan."


Polisi tersebut menyatakan bahwa Friska melanggar lalu lintas setelah menerobos lampu merah.


"Maaf, saya tidak melihatnya. saya fikir rambu lalu lintas masih kuning saat saya melaju."


Friska pun meminta maaf dan mengakui pelanggaran yang ia lakukan.


"Iya nyonya, Saat nyonya melaju tadi, lampu sudah merah dan anda sudah melanggar. boleh saya lihat kelengkapan surat kendaraan anda nyonya?"

__ADS_1


Tanya polisi tersebut yang meminta kelengkapan surat kendaraan Mobil Friska.


"Ohh tentu, sebentar saya cari dulu yah pak."


Friska pun berbalik mengambil tas nya yang berada di kursi belakang.


Di saat Friska terlihat sibuk mencari surat-surat kelengkapan kendaraan nya di dalam tas.


Hideo pun mengambil sebuah kertas, dan menulis sesuatu saat setelah polisi menyapa nya.


Dalam tulisan tersebut, Hideo menulis kata HELP.


"Heii nak, apa kamu baru pulang sekolah?"


Tanya polisi itu dengan ramah.


"HELP. Dia bukan ibuku ...."


Hideo menunjukan tulisan tersebut di depan polisi.


Sontak, polisi tersebut mundur menodongkan senjata api kepada friska dan memberi peringatan ancaman.


Sambil menodongkan sebuah pistol, polisi tersebut mengancam Friska untuk menundukan kepalanya dan mengangkat tangan sesuai aba-aba nya.


Friska pun terlihat syok setelah polisi tersebut menodongkan senjata kepadanya.


"Kk'kee'enapa pak? Apa karena pelanggaran saya menerobos lampu merah sangat berat"


Tanya Friska yang mulai ketakutan.


"Anda berhak diam! letakan tangan anda di belakang punggung dan merunduk di kap mobil. cepat...!"


Friska tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. ia hanya syok melihat polisi tersebut tiba-tiba saja menodongkan senjata api kepadanya tanpa alasan yang jelas.


"Salah saya apa pak, surat-surat kendaraan saya lengkap...!"


Protes Friska setelah kedua tangan nya di borgol oleh polisi tersebut.

__ADS_1


Polisi itu pun memegang kepala Friska dan mendorongnya ke kap mobil.


"Anda sudah terlibat kasus penculikan anak! cepat katakan, apa motif anda menculik anak yang anda bawa sekarang!"


Tanya polisi tersebut yang mulai mengintrogasi Friska.


"Menculik?! ini anak saya sendiri!"


Bentak Friska yang heran mendengar ucapan polisi tersebut.


"Jangan bohong...!


Buktinya anak itu baru saja menulis kata HELP. dia juga berbisik bahwa anda bukanlah ibunya."


"Apa..! yang benar saja...!


Jangan sembarangan bicara yaa, bapak bisa saya tuntut."


"Jangan bohong! anak itu sendiri yang meminta tolong tadi."


"Hiiiiideeeeeooooooooooo ...!"


Pekik Friska yang kesal dengan tingkah anaknya yang membuat dirinya harus berurusan dengan polisi tersebut.


Friska pun memarahi Hideo habis-habisan dan menjewer telinga nya.


Karena ulah anak nya yang jahil, membuat ia harus berurusan dengan polisi sampai ia di borgol dan di perlakukan secara kasar.


Untuk meyakinkan polisi bahwa Hideo adalah anak kandungnya, Friska pun menunjukan bukti-bukti berupa foto nya bersama Hideo ketika Hideo bayi sampai ia sekolah di taman kanak-kanak kepada polisi tersebut.


"Maaf kalau begitu, sebaiknya nyonya lebih bisa mendidik anak nyonya untuk tidak bermain-main dengan hukum.


Permisi..."


Polisi tersebut pergi dan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Friska.


Setelah polisi tersebut pergi, Friska kembali menjewer telinga Hideo dengan keras karena perbuatan nakal nya yang sudah keterlaluan.

__ADS_1


*******


Next bagian 20


__ADS_2