
...Kekuatan Dewa di tengah kota...
Reina pun mencoba menenangkan Hideo yang tengah kesal dengan sikap Jessica. Karena baginya, memperebutkan sebuah roti kacang adalah sebuah hal yang paling konyol dan sangat tidak penting untuk dilakukan.
Jam pelajaran sekolah pun berakhir, Hideo dan kedua teman nya pulang dengan arah yang berlawanan.
"Sampai nanti kawan, hati-hati di jalan."
Ucap Rhino, sambil melambaikan tangan nya.
"Ya, kalian juga."
Hideo pun melambai kan tangan nya pada Rhino dan Richard di depan gerbang sekolah.
Saat Hideo berjalan pulang menyusuri kota, Tiba-tiba seseorang berlari mengarah ke arah nya dan tanpa sengaja menabraknya.
Gedebukk....
Orang yang menabrak Hideo tersebut merupakan seorang pencopet yang sedang di kejar-kejar oleh polisi.
"Aduuuuuh... sakit...."
Sambil mengusap-usap dengkul-nya, Hideo menahan rasa sakit akibat bertabrakan dengan pencopet tersebut.
"Maaf... saya sedang buru-buru."
Pencopet tersebut langsung berlari meninggalkan Hideo.
"Hentikan orang itu!"
Teriak Polisi dari kejauhan.
Dengan sigap, Hideo pun menarik jaket pencobet tersebut. namun pencopet tersebut memberikan perlawanan lalu ia berhasil melarikan diri.
Pencopet tersebut sangat lincah, sehingga Hideo kesulitan ketika mengejar nya.
Namun, saat Hideo berlari dan mencoba meraih nya, tiba-tiba bakat alam Hideo mulai muncul.
Sebuah kekuatan petir menyambar sekujur tubuh pencopet tersebut hingga membuat nya terjatuh.
"Apa ini?"
Tanya Hideo dalam hati.
Polisi yang mengejar pencopet tersebut seketika menghentikan langkah kaki nya karena takut melihat kekuatan petir Hideo yang terlihat berbahaya.
__ADS_1
Semua warga kota yang juga melihat kejadian tersebut sangat syok ketika melihat kekuatan petir Hideo.
"Apa yang sebenarnya terjadi.... apa ini?!"
Wuuush...
Seluruh tangan Hideo memancarkan cahaya petir yang tidak terkontrol.
Semua warga kota yang melihat kekuatan Hideo tampak terlihat ketakutan.
Mereka hanya memperhatikan kekuatan yang di miliki Hideo dari kejauhan, bahkan beberapa di antara mereka mencoba merekam kejadian aneh tersebut.
Hideo yang tengah kebingungan pun memutuskan untuk segera pergi dari keramaian publik.
Seketika, ia memiliki kecepatan berlari yang luar biasa cepat. Bahkan setiap langkah kaki nya di aliri banyak sekali petir dan petir-petir tersebut membuat lampu-lampu jalanan meledak saat Hideo berlari melewatinya.
Hideo berlari dan terus berlari menuju sebuah tempat pembuangan sampah yang berada di pinggiran kota, ia tidak bisa mengendalikan kekuatan petir tersebut dan memilih untuk menghindar ke tempat yang sepi.
Dengan keringat bercucuran, Hideo mulai bernafas tidak beraturan, ia hanya takut kekuatan tersebut dapat menyakiti seseorang bila ia tidak segera pergi menjauh.
"Apa ini kekuatan bangsa Atlas?
Sial....! kenapa aku harus memiliki ini!"
Tiba-tiba....
Mr X 2 bersama kedua pengikutnya datang mendekati Hideo.
"Akhirnya ketemu!
kekuatan mu ini menarik ku sampai ke sini. "
Ujar Mr X 2 dengan tatapan tajam nya.
"Haaaah... siapa kalian? kalian mau apa?!"
Dengan raut wajah cemas, Hideo bertanya.
"Anak ini memiliki sebuah bakat alam."
Ucap Gregor, pada Mr X 2.
"Sepertinya dia adalah putra Shin yang kita cari-cari selama ini."
Sahut Asmodeus yang meyakinkan Mr X 2.
__ADS_1
"Kekuatan mu itu masih tidak terkontrol. Sepertinya kau baru saja memilikinya."
Ucap Mr X 2 yang menatap Hideo dengan mata merah menyala.
"Aku tidak mengerti ucapan mu. Mundur...! aku tidak mau menyakiti siapapun."
"Kau fikir bisa menyakitiku? coba saja."
Mr X 2 pun menyemburkan api biru berlapis merah ke arah Hideo
Namun, tanpa sengaja Hideo membuat perisai petir dengan kemampuan nya.
"Hmm... Dia bisa menangkis serangan mu."
Imbuh Asmodeus.
"Akan aku buat kau terbiasa menggunakan nya."
Mr X 2 kembali menyerang Hideo menggunakan api merah berlapis ungu yang berbentuk seperti burung Phoenix.
Boooooooooooom....
Sebuah ledakan besar menghancurkan tembok yang berada di belakang Hideo.
"Apa! dia menghilang?!"
Gregor tampak kaget ketika melihat Hideo yang tiba-tiba menghilang.
"Tidak... kau lihat itu.."
Mr X 2 menunjuk Keberadaan Hideo dengan menatap nya ke arah Atas bagian tembok yang masih kokoh.
Dengan kekuatan petir, Hideo mampu berpindah tempat dan bergerak dengan sangat cepat menghindari serangan Mr X 2.
"Siapa kau sebenarnya?!"
Dengan nafas terengah-engah, sekaligus menahan rasa sakit di bahu kirinya yang terkena sambaran api. Hideo pun menanyakan siapa Mr X sebenar nya.
"Jika menurut mu nama itu penting. baiklah, akan aku perkenalkan diriku."
Mr X 2 pun membuka jubahnya.
...Fhay Vrechter (Adik Shin)...
"Nama ku Fhay Vrechter..."
********
__ADS_1
next bagian : 47