Bahagia Selepas Bercerai

Bahagia Selepas Bercerai
Bagian 13


__ADS_3

Mommy Retha, Papa Arman dan Dewa, mereka duduk bertiga dengan serius. Karena ketiganya ingin membicarakan hal yang serius, ini seputar Dewa putra semata wayangnya.


Keinginan orang tua tak muluk-muluk ingin melihat putranya bahagia, melihatnya menikah dan memiliki keluarga kecil yang bahagia.


Dewa tak sabar ingin tahu apa yang akan kedua orang tuanya bicarakan, tak ingin meningkatkan lama akhirnya Dewa memilih membuka suara dulu.


"Ada apa Mom?"


Dewa semakin berdebar menunggu jawaban Bundanya, berharap ini bukan kabar buruk atau sebagainya.


"Hmm gini Nak, usiamu sudah matang untuk berumah tangga. Mommy dan Papa sudah tak mudah lagi, mommy ingin mengendong cucu seperti teman-teman sosialita Mom, Nak!"


Deg


Cepat-cepat Dewa bisa menguasai dirinya, ucapan mommy mampu membuat hatinya merasa bersalah. Selama ini Dewa sibuk dengan urusan pekerjaan sampai lupa dengan menjalin hubungan.


"Aku belum ingin menikah Mom, masih ingin menikmati di puncak karierku."


"Tetapi Nak, kita tak pernah tahu usia Kita. Mom ingin melihat kamu menikah. kalau kamu belum punya pilihan, biar Mom yang Carikan mau cantik , mau kalem Mom punya semua hihihi.."

__ADS_1


"Terimakasih Mom, aku sudah mempunyai pilihan, biarkan aku menjalani dulu kalau pun nanti ada kecocokan pasti aku akan mengenalkan dia untuk Mom."


"Mom tunggu!"


Papa Arman hanya diam sebagai pendengar yang baik, karena semua sudah di ungkapkan sang istri. Sebagai Seorang ayah pasti ingin menjadi yang terbaik untuk putranya, Dewa.


Setelah perbincangannya sampai larut malam, mereka sudah kembali ke kamarnya. Beda halnya dengan Dewa lebih memilih ke ruang kerjanya untuk memeriksa email, siapa tahu ada urgent.


🌹


Semalam Dewa tidak bisa memejamkan matanya, pikirannya terlalu penuh untuk berfikir. Dewa sedikit terlambat bangun untuk pagi ini, denyutan di kepala semakin terasa karena semalam dirinya tidur hanya beberapa jam saja.


Di ruangan nya Dewa berkali-kali memijat kepalanya yang tiba-tiba pusingnya tujuh keliling, mengingat permintaan mommy membuat Dewa tak bisa konsentrasi dalam pekerjaan. Sedang di depannya ada tumpukan dokumen yang harus Dewa eksekusi dengan bubuhan tanda tangan nya, tetapi hari dewa biarkan saja tak tersentuh sejak kedatangan ke kantor.


"Menikah, melahirkan keturunan." kata-kata yang Dewa hafal sampai di luar kepala. Kepalanya pun rasanya mau pecah, kala mengingat permintaan orang tuanya yang secara mendadak.


Jika boleh memilih Dewa lebih pilih menyibukkan dirinya di pekerjaan, daripada memikirkan nasib percintaannya yang belum menemukan titik terang.


Sebagai pewaris tunggal Arma Group, sebisa mungkin Dewa membagi waktunya untuk dedikasi nya kepada perusahaan. Perusahaan yang Dewa pegang sedang naik daun, memikirkan pekerjaan saja sudah pusing apalagi memikirkan masalah cinta yang ujung-ujungnya menyakitkan hati.

__ADS_1


Lama berdiam diri untuk berfikir untuk mencari jalan terbaik, Dewa menemukan ide brilian. Ide yang akan merubah nasibnya ke depan.


Aku harus bisa main cantik supaya dia tak curiga, tak membuatnya seolah-olah ini hanya permainan belakang.


Niat hati Dewa tulus, tidak ada embel-embel tertentu. Ingin melakukan semua nya atas dasar suka sama suka, biar di kemudian hari mereka berpisah tak menyinggung tentang masa lalunya. Masa lalu yang harus ia kubur dalam-dalam, karena ini bukan sandiwara belakang seperti si sinetron yang tayang hampir setiap hari.


Setelah menemukan ide yang cocok, Dewa mencari sekertaris nya untuk mencari informasi tentang perempuan yang bisik-bisik sendiri kala di dalam ruangan rapat, Dewa sebagai pemimpin rapat.


🌹


Rano masih pusing sendiri mengingat permintaan sang bos, tiba-tiba sangat mendadak seperti ada sesuatu yang di tutup-tutupi. Apa itu? aku pun tidak tahu apa yang di sembunyikan, yang jelas Rano hanya menjalankan perintah atasannya.


Setelah mencari informasi tentang nomor ponsel perempuan tersebut, Rano tersenyum misterius misi nya berhasil. Selangkah lagi Rano bisa menghubungi perempuan tersebut. Berharap ini awal kebahagiaan atasan nya Dewa, seseorang yang menolong dan berjasa dalam masa kesulitan dulu.


Setelah mendapatkan telepon dari kantor di Jakarta, seketika tubuh Anin lemas. Tulang belulangnya seketika rontok tak bersisa, bagai mimpi di siang bolong. Siang-siang dirinya mendapatkan kejutan, kejutan yang membuat dirinya sangat syok dengan kabar berita yang mendadak ini.


Semangatnya Anin langsung hilang, tidak di sangka ternyata hari ini menjadi kabar terburuknya setelah kabar pernikahannya yang hanya bertahan seumur jagung.


Bila mengingat peristiwa kelam nya membuat dadanya sakit yang teramat, kapan aku bahagia? kapan pula aku bisa, andai waktu bisa di putar pasti aku tidak ingin menikah di usia muda. Banyak mimpi yang ingin aku capai, tetapi semuanya tak seperti yang aku mau.

__ADS_1


Anin terus saja melamun, merenungkan peristiwa demi peristiwa yang menyesakkan dadanya. Pikirannya masih melalang buana jauh, mengingat masa kecil di panti mampu membuat Anin menarik sudut bibirnya.


Berharap ini keputusan terbaik, dengan hijrah ke kota B merupakan jalan terbaik untuk masa depannya bisa menemukan kebahagiaan yang hakiki untuk kebahagiaan nya kelak.


__ADS_2