Bahagia Selepas Bercerai

Bahagia Selepas Bercerai
Bagian 38


__ADS_3

Jalanan yang ramai, padat dengan kendaraan berlalu lalang.


Mereka sudah sampai di tempat fitting baju pengantin, awalnya lelah karena perjalanan yang cukup ramai membuat aku badmood. Rasa lelah itu sirna sudah ketika melihat baju pengantin yang cantik terpasang di patung manekin.


Pertama kali aku melihat, aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Netra ku tak pernah lepas dari gaun berwarna putih, walaupun simpel tetapi sangat elegan.


"Sayang."


"Tidak ada jawaban."


Anin tak sadar bahwa ada seseorang memanggilnya, dunianya asik hanya melihatnya saja. Seandainya aku bisa memakainya pasti aku sangat bahagia, pasti aku menjadi wanita paling beruntung.


Dewa yang ada di sampingnya sampai bingung melihat wanitanya, nampak Anin bengong, terkadang senyum-senyum manis membuat aku makin ingin segera menghalalkan.


Saking penasaran, aku sampai tak berkedip melihat senyum tulus wanita yang berdiri di sebelah ku.


"Ah tak sabar menunggu hari itu tiba!"


Membayangkan aku makin sabar, sabar untuk menunggu hari bahagia kami tiba.


"Ayang."


"Hmm,,,."


"Kenapa diam?"

__ADS_1


"Ah enggak apa-apa."


Anin memilih tak menunjukkan rasa gugupnya menganggumi yang terpasang di manekin, jiwanya bahagia walau hanya melihat tanpa memakainya.


"Ayo masuk!" ajak Dewa menautkan jari-jari ke wanitanya. Keduanya saling melempar senyum, senyum tulus sebagai sepasang kekasih yang tengah berbahagia.


🍏


Akhirnya Anin menjatuhkan pilihannya pada gaun pengantin yang ada di manekin, bak gayung bersambut tepat seperti gaun yang aku sukai, adalah pilihan calon suaminya.Dewa menyetujui kesukaan atas pilihan Anin, pasti itu yang paling baik dari deretan manekin yang berjajar.


Cantik


Satu kata lolos dari bibirnya, terdengar lirih tetapi aku masih bisa mendengarkan apa yang barusan di ucapkan maa Dewa.


Anin berjalan pelan, tersenyum tipis, berpura-pura sedikit lalu menatap wajah tampan lelakinya.


Menikah bersama orang yang di cinta adalah harapan dari dulu, sebelum ia di nyatakan gagal setelah berperang.


Dewa tak kalah gagahnya, warna jas senada dengan warna mempelai wanita mampu menghipnotis Anin yang menunggu di luar.


Tampan, ahh tak sabar


Anin memejamkan kelopak matanya, membayangkan bila tidur satu ranjang pasti dia sangat gagah dan tahan lama.


🍏

__ADS_1


Setelah fiting baju pengantin, keduanya memilih tak kembali ke kantor. Mereka melanjutkan perjalanannya, tujuannya tak jauh dari ibu kota, kota tua jakarta menjadi pilihan mereka untuk menghabiskan waktunya.


"Kita mau kemana, mas?" tanya Anin mencondongkan tubuhnya untuk menatap wajah calon suaminya.


"Rahasia."


"Ihh pakai rahasia segala, kan kita harus saling terbuka satu sama lain biar tidak curiga, atau kita saling cemburu." Anin mencoba bernegosiasi, ratapan matanya pun susah di artikan.


"Ah si al."


Celananya sesek, senjatanya sudah siap untuk bertarung dengan musuhnya. Tetapi ia mati-matian untuk menahan gejolak cinta yang tiba-tiba.


Berkali-kali Dewa menarik nafas lalu membunganya pelan-pelan, berharap pikiran kotornya segera lenyap dari pikirannya.


"Mas, kenapa?"


"Ah tak apa."


Tak mendapatkan jawaban yang memuaskan, Anin memilih mengalihkan pandangannya ke jalan raya.


Masih ada waktu untuk tidur sebelum sampai tepat tujuan, saking ngantuk dan capeknya Anin tak sadar tertidur dengan nyenyak.


*Cantik


Cup

__ADS_1


Satun kecupan* mendarat cantik di kening wanitanya, meskipun singkat tetapi sangat berwarna, dan sangat specs untuk Dewa.


__ADS_2