Bahagia Selepas Bercerai

Bahagia Selepas Bercerai
Bagian 35


__ADS_3

Mereka sedang semangat nya bekerja, jam libur pun ia sangat menikmati dengan suka cita. Bagi keduanya waktu adalah uang, dan kesempatan.


Tak masalah baginya pergi pagi pulang malam, sudah menjadi resikonya bekerja dengan orang lain kecuali punya perusahaan sendiri baru bisa lebih santai lagi.


Malam ini mereka lembur lagi, hampir jam 10malam keduanya masih membereskan peralatan kantor.


Selesai dengan semuanya, keduanya bersiap untuk pulang ke apartemen.


"Ayo Nindy kita pulang," ajak Anin yang sudah siap dengan tas slempang, meja kerja nya pun juga sudah bersih, rapi seperti tadi pagi sebelum ia beraktivitas.


"Ayolah aku juga sudah oke!"


Mereka berjalan beriringan, sesekali keduanya bertukar cerita. Lorong demi lorong ia lewati dengan perasaan was was, terlihat sangat sepi dan sedikit gelap.


Udara malam yang sepoi-sepoi mampu membuatnya sedikit merinding, seakan ada sesuatu yang siap menerkam keduanya, tetap saja mereka sok pemberani.


Sampainya mereka di apartemen, keduanya langsung membersihkan badannya lalu mengistirahatkan badannya yang bener-bener butuh untuk tidur.


🍏

__ADS_1


Hubungan yang dulunya sebatas atasan dan bawahan, kini keduanya sudah mulai terbuka, keduanya menunjukkan ke orang-orang bahwa mereka adalah teman dekat.


Perkenalkan singkat beberapa bulan lalu, menorehkan hal positif. Keluarga Dewa sangat baik terutama mama panggilan akrab ku sekarang, membuat Aku sedikit lebih maju, tak sungkan lagi jalan bareng di tempat umum.


Dia pria yang baik, istimewa, dewasa dan tanggung jawab. Beda dengan mantan yang cenderung pendiam, aku merasa tak nyaman sebagai seorang istri dulunya.


"Kamu senyum-senyum terus, aku lihatin dari kita pulang kerja. Sedang jatuh cinta ya, atau sedang dapat bonus gede."


Nindy melontarkan pertanyaan yang beruntun, alih-alih tersenyum malah menatap tak berkedip.


"Enggak apa-apa, seneng saja."


Ahhh penasaran


"Kenapa? menatap ku seperti itu! apa ada yang salah?" Aku sedikit serba salah, tatapan tak biasa membuat ku bertanya-tanya.


"Kamu cantik kala tersenyum." Celetuknya Nindy yang bingung mau menjawab apa, takutnya ada yang tersinggung bila dia bertanya kembali.


Keduanya tak lagi memperpanjang obrolan, mereka sibuk dengan gadget di tangan. Ada yang mulai membuka aplikasi sosial media, tak terkecuali berselancar di dunia maya itu sangat menyenangkan.

__ADS_1


🍏


Setelah mandi, berganti pakaian. Dewa merebahkan badannya diatas ranjang kesayangannya, tempat ternyaman nya dalam mengistirahatkan badannya yang sedikit lebih baik selesai mandi.


Ekor matanya menatap langit-langit kamar sampai tak berkedip, pikirannya mulai melalang buana kemana-mana.


Terukir satu nama yang terpatri di lubuk hatinya, walaupun ada sedikit yang mengganjal dengan status perempuan tersebut membuatnya belum berani berterus terang kepada keluarganya., terutama mama.


Berulang-ulang aku membaca biodata dia, masih sekarang terngiang indah di pelupuk mata ku.


Anindya Dirgantara, status janda kembang, usia pernikahan tak bertahan dalam kurun waktu satu tahun.


Kreettt....


"Wa, makan dulu baru istirahat." ucap sang mama menyembul kan kepalanya di daun pintu...


"Enggak saja mah, di kantor tadi aku sudah makan. aku langsung mau istirahat saja mah, habisnya ngantuk, capek."


Dewa menyakinkan sang mama, memang benar adanya bahwa ia sudah kenyang dengan perempuan yang mampu menjungkirbalikkan hatinya.

__ADS_1


Bibirnya tersenyum lucu kala mengingat peristiwa di kantor, walaupun aku tak menunjukkan bahwa aku bersama dia. Hampir seluruh pegawai kantor pun sudah banyak yang tahu, tak masalah baginya itu malah bagus untuk orang-orang yang tahu hubungannya terjalin dengan teman satu kantor.


__ADS_2