Bahagia Selepas Bercerai

Bahagia Selepas Bercerai
Bagian 36


__ADS_3

Kedekatan kedua belah pihak membawa angin positif, mereka sudah saling cocok satu dengan yang lainnya. Kedua orang yang sudah memulai ingin mengakhiri dengan masa yang manis.


Mereka tidak ingin main-main lagi, ada niatan untuk melangkah ke jenjang serius. Keduanya bukan anak kecil lagi yang harus berkencan berganti-ganti, karena mereka punya komitmen..


Keinginan untuk menikah itu selalu ada, keduanya memiliki kesamaan, bisa untuk saling pengertian, terutama Anin yang mempunyai jiwa keibuan, dan kesabaran.


Dewa makin yakin menjadi yang terdepan, bila tidak ada halangan rintangan ke depannya. Mereka akan melangsungkan prosesi lamaran, atau silaturahmi.


Flashback


Di taman hiburan kedua sejoli sedang berkencan, keduanya memilih pasar malam menjadi kencan keduanya.


Bukan hotel mewah, restoran ternama, atau bahkan tempat romantis lainnya. Menurutnya pasar malam adalah tempat yang romantis, mencurahkan segala isi di hati, berbagai tawa canda.


"Ada yang ingin mas bicarakan."


"Anin langsung diam melihat wajah tampan di sebelahnya."


"Ada apa?"


"Hmm"


Dewa menarik nafas membuangnya pelan untuk meredakan detak jantungnya kian tak menentu, rasanya seperti ada bom atom yang siap untuk meledak.


"Apa mas?"


Anin makin penawaran melihat kekasihnya yang sibuk memainkan tangannya, pandangannya sibuk melihat jari-jari saling bertautan.

__ADS_1


1detik


1menit


10menit kemudian Dewa memberanikan diri untuk membuka suara, suara terdengar sedikit bergetar, gugup yang tinggi.


Bismilah


"You marry me."


"Dewa berlutut, membuka kotak cincin permata putih yang berlapis emas murni"


"Dewa masih dengan posisi berjongkok kedua tangan memegang kotak cincin, terlihat cincinnya sangat indah dengan suara musik yang mengalun indah."


Anin tak langsung menjawab, pikirannya bingung, syok melihat lamaran dari ceo tempatnya bekerja yang begitu unik, tak biasa tetapi membuat hatiku kian tersentuh.


Bagai kupu-kupu terbang, begitulah gambaran perasaan ku yang kian bahagia, terharu juga mendapatkan perlakuan manis.


"You marry me."


Anin langsung gercep menerima lamaran ceo, nampak sekali wajahnya bersemu Merah mendapatkan perlakuan istimewa. Tak seperti sang mantan, mengingat saja sudah membuat sedih.


Sangat terlihat di perubahan mimik wajahnya, beberapa menit yang lalu nampak malu-malu kucing kini redup mengingat nasib pernikahan terdahulunya yang harus berakhir di meja pengadilan.


"Hey"


"Hey, kamu kenapa?"

__ADS_1


"Apa ada yang salah, mungkin ada kata-kata yang menyinggung perasaan mu, tolong beri tahu."


Bima menatap wajah wanita di depannya dengan tatapan penuh makna, tahapan lembut seorang pria dan wanita.


Hiks


Hiks


Bukannya menjawab Anin malah terisak, terharu mendengar ucapan tulus pria yang ada di sebelahnya.


Tak sadar Anin memeluk pria tersebut, Dewa pun menyambut pelukan hangat, dan tidak kalah eratnya dengan pelukan wanitanya.


Flashback Off


Satu minggu sudah berlalu.


Di kamarnya Anin senyum-senyum sendiri bila mengingat pertemuan kemarin, bila di ingat-ingat sangat malu karena reflek memeluk pria tersebut.


"Arghhh"


Anin menutupi wajahnya dengan sebuah guling, nampak sekali aura kebahagiaan terpancar di wajah cantiknya.


Wajah khas bangun tidur.


Aku masih nyaman bergelung dengan selimut tebal, tak mau beranjak dari tempat tidur ku menurut aku tempat paling nyaman untuk menetralisir detak jantung yang bekerja dengan irama cepat.


Derttt

__ADS_1


Ponsel diatas pun bergetar buru-buru aku mengangkat panggilan tersebut, tak tahu nama siapa yang menelepon, pikirannya tertuju hanya satu nama Dia adalah Dewa.


Pria yang mampu membuat kerja jantung berdetak hebat, mampu membuat aku jatuh cinta sedalam-dalamnya.


__ADS_2