Bahagia Selepas Bercerai

Bahagia Selepas Bercerai
Bagian 6


__ADS_3

Berbulan-bulan mereka bekerja di kantor yang sama, tidak ada problem yang berarti. Mereka sangat menikmati pekerjaannya, tetapi beberapa hari terakhir ini masalah mulai berdatangan.


Tidak ada angin atau hujan, tiba-tiba ada rapat dadakan yang membuat keduanya kalang kabut untuk mempersiapkan berkas yang akan di buat rapat hari ini juga.


"Gimana Ndy?" tanya Di merasa gugup, takut kinerjanya di tegur lagi. Menurutnya hari ini waktu seakan lama sekali untuk berputar, membuat keduanya di landa perasaan cemas.


"Slow down Di, kita serahkan pada rapat nanti tentang nasib kita , oke Di." Jawabnya Ndy dengan rasa percaya diri, tidak ada rasa takut sedikitpun. Padahal nasib pekerjaan nya di tentukan dalam hitungan jam lagi.


"Hmmm."


Mereka melanjutkan pekerjaannya, mempersiapkan yang di butuhkan dalam rapat yang akan di selenggarakan selesai jam makan siang.


Walaupun ada waktu beberapa menit lagi, perasaan nya sedikit jedag jedug atas nasibnya di ruang rapat.


🏵


Dewa yang berada di ruangan nya sedang tidak baik-baik saja, sedikit uring-uringan, tiba-tiba perusahaan yang di cabang sedikit ada kendala. Mengharuskan dirinya untuk segera melakukan rapat dadakan, rapat yang belum ada di otak kepalanya.

__ADS_1


Ahhh si al !


Akhir-akhir ini pikirannya sedikit terganggu terutama masalah perusahaan yang sedang Dewa tangani. Bila tidak ada halangan atau rintangan, Dewa akan melakukan proyek baru di perusahaan pusat.


"Hmm bener-bener melelahkan." gumam Dewa yang mende sah sedikit pusing , belum masalah di perusahaan pusat belum selesai, kini di hadapkan dengan perusahaan cabang yang ingin di tinjau langsung ke perusahaan.


Setelah merenungkan sejenak, Dewa sudah kembali ke pekerjaan yang harus segera di selesaikan sebelum jam istirahat di mulai. Selesai makan siang, Dewa mau tidak mau harus terbang ke cabang untuk memimpin rapat dadakan.


Di luar ruangan juga sangat hening, mereka mulai sibuk dengan pekerjaannya yang di kejar deadline. Rano sang sekretaris pun juga ikutan sibuk, karena di pusingkan dengan permintaan pak bos yang minta ini itu dan setelahnya harus ke perusahaan cabang menemani pak bos.


"Setiap hari kerja, kapan ya aku bisa menghabiskan waktunya untuk malam minggu. Gimana nantinya aku jadi perjaka tua dong hihi." Batinnya Rano tertawa cekikikan di dalam hatinya, karena tak biasanya batinnya gundah gulana seperti ini..


*****


"Mom seneng dah bisa berduaan dengan kamu, Pa!" Ucap mommy Retha yang sedang memeluk tubuh kekar suaminya, yang memberikan efek kenyamanan.


"Sama dong, Papa juga senang bisa seperti ini setiap hari. Bisa-bisa Papa betah deh, berduaan begini, sampai malas untuk keluar kamar." sahut Papa nya Dewa.

__ADS_1


Mereka saling mengeratkan pelukannya, pelukan yang selalu membuat kenyamanan tersendiri. Kenyamanan yang tak membuat ada pada orang lain, kecuali suaminya yang merupakan pelengkap tulang rusuk ku.


******


Arma Group


Perusahaan cabang Arma Group sedikit mencekam siang ini, karena kedatangan big bos pemilik tunggal Arma Group. Pewaris yang banyak di elu-elu kan oleh kaum hawa, terutama para remaja yang memasuki masa dewasa . Mereka sangat mengidolakan sosok Ceo tampan, mapan tidak ada cacat sedikitpun.


Di ruang rapat suasana nya sudah sangat rapi, sudah pada datang memasuki ruangan, sesuai nama mereka yang berada di kursi tempat duduk. Di dan Ndy juga ikut memasuki ruang rapat, jangan di tanyakan masalah perasaan nya pasti sangat campur aduk seperti permen nano-nano yang sering di makan hehehe...


30menit yang di tunggu akhirnya datang, banyak pasang mata yang memandangi pria mapan, tampan memasuki gedung perkantoran. Rano mengikuti langkah kaki atasannya, ada beberapa berkas di pegang nya untuk bahan rapat dadakan yang akan di gelar siang ini.


Tak Tak Tak...


Langkah kaki jenjangnya memasuki ruang rapat, banyak pasang mata yang melihatnya tak berkedip seperti yang di lakukan Di dan Ndy yang melongo melihat big bos pertama kalinya sepanjang sejarah dalam dunia kerjanya.


"Ceo nya tampan, kirain bapak-bapak berkumis tebal dan berperut buncit, tetapi dugaan ku salah, dia sangat mempesona di lihat dari atas ke bawah." bisiknya Di ke Ndy membicarakan bos tampan nya, bos yang mampu menebarkan detak jantung yang berpacu sangat cepat.

__ADS_1


"Tepat sekali selera mu yang terbaik, Di." bisik nya Ndy ke Di. Mereka asyik dengan dunianya, seakan hanya mereka yang berada di ruangan nya yang lainnya seperti nya ngontrak.


Mereka tidak tahu bahwa banyak pasang mata memperhatikan keduanya, termasuk Dewa yang melihat tak berkedip. Ingin rasanya menegur baik, tetapi gengsinya sangat tinggi dan tidak ingin mempunyai image yang jelek karena ini pertemuan pertama kalinya ke kantor cabang. Kantor yang tidak pernah ia sambangi kecuali urusan penting seperti sekarang ini. Mau tidak mau Dewa harus datang, dan memimpin rapat dadakan.


__ADS_2