
Dewa baru saja memasuki ruangan nya, suasana di dalam rapat pun langsung mencekam. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara kecuali Di dan Ndy yang menjadi pusat perhatian banyak orang, mereka tidak tahu bahwa mereka sedang di perhatikan banyak orang.
Nampak keduanya asyik berbisik-bisik mesra, padahal semua mata tertuju kepada mereka berdua. sedang mereka cuek saja, tidak tahu bahwa keduanya menjadi pusat perhatian banyak orang, karena ia hanya mengungkapkan perasaan nya mengagumi Ceo yang baru saja memasuki ruangan rapat.
"Hemmmm..." suara deheman Dewa bagaikan angin lalu untuk keduanya, mereka tidak menyadari deheman itu untuk dirinya.
"Sabar Wa, mungkin dia terpesona dengan ketampanan mu, jadi dia lupa mereka sedang ada dimana?" bisiknya Rano yang duduk di sebelah duduknya Dewa, nampak sekali raut wajah nya Dewa langsung berubah.
"Mereka cantik-cantik, tetapi sayangnya ceriwis hahahaha." Tutur Rano kepada Dewa, mereka berbisik-bisik lirih supaya tidak ada yang mendengar. Seandainya mereka tahu, mereka tidak akan berani menegurnya.
"Otakmu isinya hanya yang cantik-cantik, coba pikirkan kalau kamu di cuekin seperti ini pasti kesel!" sahutnya Dewa dengan wajah menahan marah, karena mereka tidak menghiraukan keberadaan Dewa dan Rano.
Melihat gelagat bos mereka tak bersahabat, salah satu karyawan yang duduknya deketan dengan Ndy dan Di langsung menyenggol lengan mereka. Awalnya mereka sedikit tersinggung karena keasyikan sedang di ganggu teman kantornya. Tetapi tak berlangsung lama melihat tatapan pria di depannya seperti tatapan membunuh.
Bibir mereka langsung terkatup rapat, wajahnya menunduk melihat kertas berserakan diatas meja. Tidak berani menatap seseorang yang sedang menatapnya, dengan pandangan yang sulit untuk mereka artikan.
🏵
__ADS_1
Rapat sudah berakhir dengan agenda memperbaiki sistem, kualitas, terutama para karyawan harus bisa lebih disiplin lagi dalam bekerja. Tidak ingin kecolongan lagi, beberapa orang-orang penting di rombak jabatan nya. Berharap ada perbaikan ke depannya, semua ini di lakukan untuk kepentingan bersama.
Semua karyawan sudah meninggalkan tempat rapat, kecuali dewa dan Rano yang masih duduk bersantai di dalam ruangan rapat. Rano mengetik beberapa poin penting untuk di lakukan audit ulang, atau sebagai arsip hasil rapat hari ini sebagai pengingat.
"Langsung pulang pak bos?"
tanya Rano yang sudah selesai mengetiknya.
"Hmm." suara deheman nya sebagai tanda jawaban. Dalam pikirannya Dewa masih penasaran dengan dua orang yang ceriwis, tetapi malu untuk mempertanyakan kepada karyawannya. Gengsinya sangat tinggi, karena berbicara tentang harga diri sebagai seorang CEO Arma Group.
Mereka belum beranjak dari duduknya, keduanya memilih mengistirahatkan tubuhnya sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya.
Beda halnya dengan Ndy dan Di, wajah keduanya cerah berbinar seperti mendapatkan hadiah undian mobil keluaran terbaru. Wajah cantiknya menghiasi wajah mereka yang sedikit memoleskan bedak dan lipstik di area tertentu mereka.
Meski hanya berwajah natural, keduanya terlihat sangat cantik alami seperti perempuan cantik pada umumnya. Kulitnya yang mulus, putih dan sangat terawat menjadi nilai plus untuk mereka berdua.
"Hmmm sempurna!"
__ADS_1
Kata yang cocok untuk memuji kecantikan paras ayu Di dan Ndy. Mereka memiliki wajah yang cantik menjadi nilai tersendiri, pakaian yang modis menjadi nilai jual yang tak murahan. Pembawaan mereka yang baik, sedikit urakan tetapi bisa membawa dirinya di lingkungan baru akan menjadi modal mereka ke depan membangun kepercayaan dirinya.
🏵
"Assalamualaikum Mom, Dewa pulang!" Ucap Dewa memasuki rumahnya. Rumah yang di huni mereka bertiga, dan para pekerja yang beristirahat di kamar belakang khusus di buat para pekerja yang menginap.
"Waalaikumsalam, kenapa sih pakai teriak-teriak kayak anak kecil saja, kamu Wa." jawabnya mommy Retha. Mommy Retha mencibir putranya, terkadang masih seperti anak bayik yang minta di perhatikan lebih.
"Hehehe kan mommy tempat nyamannya Dewa, sesekali dong Mom perhatian ke anak ganteng mu ini!" Suara merajuk manja membuat kebahagiaan tersendiri untuk Mom Retha.
"Sana cariin mantu untuk Mom, kan tiap hari bisa bermanja-manja dengan istri." Tutur Mom Retha.
"Pasti ujung-ujungnya cari istri, istri mah susah di temukan di pinggiran lampu merah." sahutnya Dewa tidak mau kalah apa yang di ucapkan Mom Retha.
"Coba kata istri bisa di beli di mall, pasti sudah Dewa beli, Mom hihihihihi." Ucap Dewa sedikit dengan candaan.
"Wkkk kamu ini ada-ada saja!"
__ADS_1
Mereka menghabiskan waktunya untuk mengobrol sebentar, sebelum mereka kembali ke dalam rutinitas nya masing-masing. Terkadang ada kemanjaan, tetapi momen seperti ini sangat langka terutama bila Dewa sudah menikah pasti ceritanya akan berbeda.