Balas Dendam Saudara Kembar

Balas Dendam Saudara Kembar
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Mendengar apa yang di katakan dari bibir mungil, Rere. Hampir saja membuat air mata Ola meleleh. Dia begitu Una melihat Rere harus alami kenyataan pahit seperti ini. Dimana ayah dan pacar ayahnya yang telah menyakiti mamahnya hingga sampai kini koma.


"Rere, sayang. Doain ya biar, Tante Ola cepat sadar dan kita bisa main bersama bertiga." Ola mengusap surai hitam Rere.


"Mah, kok bertiga? kenapa papah nggak di ajak juga?" bibir mungil Rere melontarkan satu pertanyaan yang sulit di jawab oleh Ola.


"Hem, kelak jika kamu sudah dewasa pasti akan tahu tentang ini," ucap Ola.


*********


Waktu berjalan cepat sekali tak terasa sudah malam, dan saat ini Ola sudah berada di sebuah restoran yang mahal bersama dengan Azka.


[Brian, sekarang juga kamu dan anak buahmu ke rumah target. Karena saat ini target sedang berada bersamaku.]


Drt drt drt drt


Satu notifikasi chat pesan masuk ke ponsel milik Brian. Dan dia pun membaca serta langsung membalasnya.


[Saya sudah ada di depan rumah tarjet, Nona. Hanya tunggu perintah dari nona saja. Jika begitu saya akan segera bergerak sekarang juga.]


Drt drt drt drt


Satu notifikasi chat balasan dari Brian langsung masuk ke dalam ponsel Ola. Dia pun langsung membuka dan membacanya.


Azka saat ini sedang beraada ke toilet tetapi begitu lamanya. Kebetulan Ola juga merasakan ingin buang air kecil.


"Hem, lama sekali si brengsek itu ke toiletnya. Sebaiknya aku ke toilet juga dari pada aku menunggu si brengsek terlalu lama yang ada nanti aka bisa kencing di sini."


Ola melangkah tergesa-gesa ke arah toilet wanita, yang kebetulan melewati dapur. Dan Ola tak sengaja melihat sosok Azka ada di dapur, hingga Ola menjadi penasaran.


"Bilangnya ke toilet tetapi dia malah ke dapur. Untuk apa sih dia ke dapur?" Ola mengintai dari tempat tersembunyi.


"Kamu tuangkan ini dalam minuman dan makanan milik wanitaku. Jangan sampai salah, dan ini upah untuk dirimu." Azka secara tersembunyi dan celingukan memberikan sebuah botol kecil cairan pada pelayan restoran tersebut.


"Hem, jadi itu niat Azka. Ingin meracuni aku atau apa? lihat saja aku tidak akan tinggal diam, justru akan aku buat senjata makan tuan! kamu yang akan memakan racunmu sendiri!" batin Ola, lekas pergi dari tempat persembunyiannya dan dia lekas ke tempat duduknya lagi karena khawatir Azka mengetahuinya.

__ADS_1


Beberapa detik setelah Ola duduk dan berpura-pura memainkan ponselnya, Azka pun datang di ikuti oleh pelayan tadi.


"Loh, mas. Cepat sekali pesanan saya datang, terima kasih ya," ucap Azka seraya mengedipkan mata ke arah pelayan tersebut seraya tersembunyi.


"Sama-sama, Tuan."


Pelayanan tersebut mengacungkan ibu jarinya seraya tersenyum.


"Hem, kalian pikir aku tak tahu apa yang telah kalian lakukan padaku?" batin Ola.


"Bahkan aku sudah merekam semuanya tanpa sepengetahuan kalian. Lihat saja siapa yang akan terkena jebakan di sini, aku atau kalian berdua," batin Ola.


"Untung saja aku ingin buang air kecil, hingga aku tahu rencana busuk, Azka."


Berbeda dengan apa yang saat ini di pikirkan oleh Azka. Ternyata dia berpikiran licik.


"Setelah kamu memakan dan meminum ramuan dariku, pasti kamu akan langsung menyerahkan dirimu begitu saja padaku," batin Azka.


Tanpa sepengetahuan Azka, Ola telah mengirimkan pesan pada Brian. Supaya dia terus saja menelpon pada Azka.


[Brian, tolong kamu miscall terus ke nomor yang aku kirim ini. Ini nomor target, karena aku ingin menukar makananku dengan makanan dia. Makananku telah di tuangi cairan entah apa.]


"Siap, bos."


[Ingat ya, jika target belum mengangkat telpon, kamu terus saja telpon dia hinggadia mengangkatnya.]


[Siap, bos.]


Saat itu juga ada panggilan telpon masuk ke nomor ponsel Azka berulang-ulang.


"Tuan, kenapa tidak di angkat? siapa tahu itu dari klien bisnis anda," ucap Ola.


"Jika klien bisnis nomor ponselnya terdaftar. Tetapi ini tidak ada di daftar kontak ponselku, biarkan saja paling juga nomor iseng."


"Jangan begitu, Tuan. Siapa tahu salah satu klien anda memakai nomor ponsel baru," ucap Ola.

__ADS_1


Hingga akhirnya Azka bangkit dari duduknya dan dia pun menjauh dan membelakangi Ola untuk mengangkat panggilan telepon dari nomor asing. Dan pada saat itu juga, Ola langsung menukar makanan dan minuman dia dengan milik Azka.


Azka langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, maaf ini siapa ya?"


"Hallo juga, loh justru saya yang ingin bertanya bagaimana anda. Siapa anda kenapa juga mengangkat telpon aku? ini kan nomor ponsel calon istriku. Cepat panggil dia, aku ingin bicara dengannya!"


"Maaf, anda cek lagi coba. Ini nomor ponsel saya, bisa jadi anda yang salah pencet nomor."


"Oh iya, maafkan saya ya tuan. Ternyata saya yang salah pencet nomor ponsel."


Dan saat itu juga Azka mematikan panggilan teleponnya. Sementara Ola telah berhasil menukar makanan dan minuman tersebut.


"Hhhaaaa...amann... sebentar lagi aku bisa melihat pertunjukan bagus dari si brengsek ini!" batin Ola senang.


"Via, apa yang barusan aku bicarakan benar. Ternyata nomor yang menelpon salah sambung, mengira nomor ponsel aku adalah nomor ponsel calon istrinya." Azka pun duduk kembali.


"Oh begitu, saya minta maaf ya Tuan. Saya khawatir itu nomor ponsel salah satu klien anda." Ola menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Via, kamu tak perlu merasa bersalah seperti itu. Saya tidak marah kok, saya tahu niatmu baik. Terima kasih ya, sayang."


Mendengar kata sayang keluar dari mulut Azka, membuat Ola ingin sekali meluapkan amarahnya padanya yang selama ini dia tahan.


"Seenaknya memanggil aku sayang, ingin rasanya aku tarik lidahnya sampai putus supaya tak bisa merayu wanita lagi! dasar pria brengsek!" batin Ola kesal.


"Via, kenapa kamu diam? makanlah, ini makanan spesial untukmu, sayang." Perintah Azka sudah tak sabar lagi ingin melihat reaksi Ola setelah memakan dan meminum hidangannya.


"Hhee iya, Tuan. Kebetulan sekali saya sudah lapar sangat."


Tanpa berkata lagi, Ola makan dengan lahapnya. Sementara Azka terus saja melihat Ola yang sedang makan. Hingga Ola menghentikan makanannya.


"Tuan, kenapa malah menatap saya saat makan? lantas kapan anda akan memakan hidangan anda itu?" tegur Ola membuyarkan lamunan mesum Azka tentang Ola.


"Astaga aku sampai lupa karena terlalu fokus menatap wajah cantik kekasihku ini." Azka mulai melahap makanannya tanpa ada rasa curiga sama sekali.

__ADS_1


Mereka berdua makan dan minum dengan lahapnya dan saling terus berpandangan satu sama lain.


Di dalam hati Ola sudah tak sabar ingin melihat apa yang akan terjadi pada Azka. Azka pun begitu, ingin sekali melihat reaksi cairan yang telah di tuang pada makanan dan minuman jatah Ola.


__ADS_2