Balas Dendam Saudara Kembar

Balas Dendam Saudara Kembar
Tak Sengaja Bertemu


__ADS_3

Mendengar ungkapan Dokter Ridwan, Ola pun merasa tenang.


"Hem, aku tenang jika seperti ini. Ternyata Dokter Ridwan memang bisa di andalkan, dan aku rasa pernikahan mereka juga sangat harmonis. Terlihat sekali di wajah Olive pancaran kebahagiaan," batin Ola.


"Ola, kapan kamu akan menikah dengan Faisal? aku juga ingin datang di hari pernikahanmu juga ingin melihatmu hamil," tanya Olive menyadarkan lamunan Ola.


"Entahlah, Olive. Aku sendiri juga nggak tahu kapan akan siap untuk menerima pinangan dari Faisal," ucap Ola seraya melirik ke arah Faisal.


"Sebenarnya aku selalu siap, Olive. Hanya saja Ola yang terlihat masih ragu padaku," ucap Faisal melirik balik ke arah Ola.


"Kan tadi sudah aku katakan jika aku belum siap," ucap Ola ketus.


"Kenapa nggak nikah saja, Ola. Memangnya mau menunggu apa? gajah bertelur dulu baru kamu mau menerima pinangan, Faisal?" sindir Olive terkekeh.


"Bukan gajah bertelur tapi menunggu kamu bertelur dulu," ucap Ola terkekeh.


"Waduh, kamu itu ya masa aku di samakan dengan gajah bertelur?" ucap Olive terkekeh.


"Pegang ucapan Ola, Faisal. Jika aku sudah melahirkan, tagih dia untuk menikah denganmu," ucap Olive terkekeh.


Sejenak si kembar ini bercanda ria sedangkan Dokter Ridwan dan Faisal hanya menjadi pendengar setia saja seraya saling tersenyum. Setelah cukup lama berada di rumah Olive, barulah Ola berpamitan pulang. Dan pada saat seperempat jalan, pada saat tepat di lampu merah. Ola tak sengaja melihat Azka.


"Bukannya itu Azka, sekarang dia jadi tulang parkir. Heh syukur deh itu malah belum setimpal dengan perbuatannya, sebenarnya kurang mantap jika hanya menjadi tukang parkir, tapi nggak apa-apa itu juga membuat hidup dia menderita," batin Ola.


Dan pada saat Ola terus menatap ke arah Azka, tak sengaja Azka juga menatap ke arah Ola. Mereka saling bertatapan satu sama lain. Ola sengaja membalas tatapan Azka dengan senyum mengejek dan bergelayut manja di lengan Faisal.


"Itu bukannya Olive, jadi itu suami barunya. Hem aku tahu Olive, saat ini kamu sedang mengejek diriku," batin Azka.


Sementara Faisal yang melihat perlakuan manja Ola yang secara tiba-tiba mengusap pucuk rambut Ola yang masih saja bergelayut manja di lengan Faisal seraya menyenderkan kepalanya di bahu Faisal.


"Ada angin apa Ola bersikap manja seperti ini? apa ia sudah mulai benar-benar jatuh cinta padaku? yes, semoga saja apa yang aku pikirkan menjadi kenyataan hingga kami lekas ke pelaminan. Mah-pah, doakan anakmu ini supaya lekas menikah," batin Fasial.


Setelah lampu rambu lalu lintas berubah hijau, melajulah mobil Faisal dan Ola membenarkan posisi duduknya lagi.

__ADS_1


"Ola, kenapa? aku suka kok sikap kamu tadi," ucap Faisal.


"Jangan GeEr dulu ya, tadi aku bersikap seperti itu karena mantan suami Olive melihat ke arah kita. Aku sengaja membuat dia panas hatinya," ucap Ola ketus.


Faisal hanya bisa menghela napas panjang tanpa berkata apa-apa lagi.


********


Seperginya Ola, Olive mengajak Dokter Ridwan untuk keluar sejenak. Dia ingin membeli peralatan bayi, serta sekalian menjemput Rere pulang sekolah.


"Mas, temani aku mau nggak?" tanyanya ragu.


"Memangnya mau kemana?"


"Beli peralatan bayi dan juga jemput Rere, mas," ucap Olive.


"Siap, Tuan Putri. Mari kita otw."


Saat itu juga Dokter Ridwan melangkah ke garasi untuk mengeluarkan mobilnya, sementara Olive menunggu di pelataran. Dan segera mereka berangkat.


"Papah ikut juga, memangnya nggak ke rumah sakit?" tanyanya tanpa ada rasa sungkan.


"Nggak, sayang. Kebetulan hari ini jatah libur papah, jadi papah gunakan di rumah saja menemani mamah dan adik bayi," ucap Dokter Ridwan seraya mengusap pipi Rere.


Mereka lantas melanjutkan perjalanan ke toko khusus peralatan bayi. Dan pada saat mereka memarkirkan mobil, Rere yang terlebih dulu melihat Azka langsung menyembunyikan badannya di balik punggung Dokter Ridwan.


Apalagi Azka sempat melihat adanya Rere. Entah dorongan dari mana, Azka tiba-tiba ingin menghampiri Rere dan Olive.


"Itu Rere dan Olive kan?" Azka mengusap matanya dengan kedua tangannya.


"Apa aku nggak salah lihat, Olive sedang hamil dan pria itu pasti suaminya. Lantas tadi Olive dengan pria siapa lagi pada saat di lampu merah ya? bahkan tadi aku rasa Olive tidak hamil, atau karena jarak begitu jauh jadi aku tak bisa melihat dengan jelas?"


"Tapi aku rasa prianya itu beda, masa iya Olive punya dua pria sekaligus?"

__ADS_1


Karena penasaran yang begitu besar, Azka menghampiri Olive yang sedang menggandeng Dokter Ridwan akan melangkah masuk ke toko peralatan bayi. Sementara Rere semakin ketakutan.


"Rere, kamu kenapa bersembunyi di punggung papah?" tanya Olive.


Rere tak menjawab, ia hanya menunjuk ke arah dimana saat ini Azka sedang melangkah ke arah dirinya dan suaminya.


"Aduh, itu kan Azka?" batin Olive mulai panik.


"Rere, kamu nggak usah takut ya. Kan ada papah Ridwan," ucap Ridwan yang melihat arah jari telunjuk ke arah Azka yang sedang melangkah ke arah dirinya.


"Olive, bagaimana kabarmu? dan siapa pria ini?" tanya Azka tanpa ada rasa sungkan.


Olive tak menjawab karena dia malas berurusan kembali dengan Azka.


"Aku suaminya, memang ada masalah apa denganmu?" tanya Dokter Ridwan ketus.


"Tidak ada, aku hanya ingin menyapa mantan istriku dan kebetulan juga aku ingin bertemu Rere. Selama ini anu telah mencari Rere karena aku kangen padanya," ucap Azka menatap ke arah Rere yang terus saja bersembunyi di balik punggung Dokter Ridwan.


"Rere sayang, ini papah nak. Sini dong, papah kangen loh," Azka melambaikan tangan dan tersenyum ke arah Rere akan tetapi Rere justru bertambah ketakutan.


"Rere nggak ingin ketemu kamu, apa tak melihat dia justru ketakutan?" timpal Dokter Ridwan.


"Pasti kalian telah berkata buruk tentangku pada, Rere. Hingga dia tak mau mendekat padaku. Rere, ini papah," ucap Azka lagi.


"Bukan, kamu bukan papahku. Papahku adalah Dokter Ridwan!" ucap lantang Rere menolak Azka.


Mendengar penolakan dari Rere, hati Azka begitu hancur. Dia juga marah pada Olive dan Dokter Ridwan.


"Kalian jahat telah meracuni pikiran Rere dengan hal buruk tentangku! dan kamu Olive, wanita terkutuk dan wanita murahan! berapa pria yang sudah meniduri dirimu, hah? hingga kamu hamil seperti itu!" ucap Azka lantang.


"Jaga bicaramu ya? enak saja menuduh istriku seperti itu! apa kamu mau masuk bui lagi, hah!" bentak Dokter Ridwan.


"Mas, sebaiknya kita pergi saja dari tempat ini dan mencari toko lain saja," ajak Olive supaya tidak lagi terjadi keributan karena dia juga malu menjadi pusat perhatian orang yang berlalu lalang.

__ADS_1


Dokter Ridwan menuruti kemauan istrinya. Mereka pun masuk kembali ke dalam mobil, dan Dokter Ridwan segera melajukannya untuk mencari toko peralatan bayi yang lain.


"Heran kenapa Azka ada di kota ini? padahal aku sengaja ke kota ini untuk menghindari dirinya," batin Olive.


__ADS_2