
Pagi menjelang, Azka sudah sadarkan diri. Dia kebingungan pada saat berada di lapas, dia bagai orang linglung.
"Pak, tolong lepaskan saya. Apa salah saya hingga harus di tahan seperti ini?" tanya Azka sembari merengek-rengek memohon ada aparat kepolisian yang sedang bertugas.
"Hem, lupa atau tak ingat ya? biar aku ingatkan ya. Semalam kamu itu telah melecehkan pelayanan wanita di sebuah restoran. Bahkan kamu tanpa malu bugil di muka umum. Untuk apa kamu konsumsi cairan yang membuatmu berhasrat tinggi? sungguh memalukan!" bentak salah satu aparat kepolisian.
"Kurang ajar, kenapa bisa pelayan itu salah memberikan makanannya! jadinya seperti ini aku yang kena jebakan aku sendiri!" batin Azka kesal.
Kini dia harus di penjara untuk beberapa bulan karena kasus pelecehan tersebut. Selagi ada di dalam sel, datanglah Ola untuk menjenguk.
"Sayang, kamu datang kemari? aku minta bantuanmu ya, supaya aku bisa lepas dari sini," pintanya memelas.
"Hello, setelah apa yang akan ada lakukan pada saya. Kini Anda ingin meminta tolong, nggak sudi sama sekali!" bentak Ola.
"Via, kamu kenapa bicara seperti ini padaku?" tanya Azka heran pada sikap dan perubahan yang terjadi pada Via.
"Sudahlah tak perlu lagi kamu membujuk aku, justru aku kemari karena ingin melaporkan pada polisi, dengan bukti yang aku punya supaya kamu di jerat lebih lama masa hukumannya karena hampir berbuat buruk padamu." Ucap Ola ketus seraya menunjukkan rekaman percakapan antara Azka dan pelayan pria.
"Via, darimana kamu dapat rekaman itu?" tanya Azka.
"Kamu tak perlu tahu dari mana aku bisa dapat video rekaman ini. Ternyata niatmu itu busuk ya, pantas saja tak berhasil tetapi jebakan yang akan kamu buat untukku mengenai dirimu sendiri," ejek Via.
Saat itu juga dia bangkit dari duduknya dan langsung pergi menghadap aparat kepolisian untuk menunjukkan bukti video tersebut.
"Jadi sebenarnya dia ingin menjebak, nona? tetapi terlebih dulu nona tahu akan hal ini?" tanya aparat kepolisian.
__ADS_1
"Begitulah, pak. Karena pada saat saya akan ke toilet, saya tak sengaja melihat dia dan seorang pelayan restoran ada di dapur. Dia memberikan sesuatu cairan pada pelayan tersebut."
"Lantas saya tahu, hingga pada saat dia lengah makanan dan minuman punya saya, saya tukar dengan milknya."
Mendengar keterangan dari Ola, Komandan kepolisian tersebut memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menangkap pelayan tersebut guna di mintai keterangan.
Tiga puluh menit kemudian, aparat kepolisian tersebut telah berhasil membawa pelayan tersebut. Pelayan di mintai keterangannya. Dia sangat ketakutan sekali, hingga dia tak berani berbohong sama sekali.
Segala yang dia tahu dia ceritakan semuanya pada Komandan kepolisian. Dia mengakui akan apa yang di lakukannya waktu itu.
"Kenapa anda mau melakukan hal tak terpuji seperti itu, hah?" tanya lantang Komandan kepolisian.
"Karena saya butuh uang, pak. Saya minta maaf ya, pak. Tolong jangan penjarakan saya, saya mau kok mengembalikan uang yang dia berikan pada saya," ucap pelayan tersebut memelas.
"Pada anda tahu, untung saja tarjet anda sudah mengetahui terlebih dahulu niat jahat and dan dia, jika tidak pasti akan terjadi hal buruk pada dirinya! saya tak butuh uang yang anda dapat dari tersangka! tapi anda juga akan tetap mendapatkan hukuman yang setimpal akan apa yang telah anda perbuat!" bentak Komandan kepolisian tersebut.
"Nona, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan anda. Dengan begini kami bisa memberikan hukuman yang setimpal pada tersangka."
Ola sangat puas dengan hasil laporannya yang membuat Azka akan di beri hukuman yang cukup lama untuk mendekam di dalam penjara.
Ola meninggalkan kantor kepolisian dengan hati riang. Setelah hal ini dia akan datang ke kantor untuk mencari semua aset Olive yang telah di curi oleh Azka.
********
Pagi menjelang, Ola pun sudah tak menyamar lagi. Tetapi dia datang ke kantor Azka dengan berpenampilan sebagai Olive. Karena status Olive belum bercerai dengan Azka. Hingga Ola bisa memanfaatkan kesempatan ini di kala Azka ada di balik jeruji besi.
__ADS_1
"Selamat pagi, pak. Untuk saat ini suami saya sedang tidak bisa datang ke kantor dalam waktu yang cukup lama. Jadi untuk sementara saya yang akan memimpin perusahaan suami saya. Boleh saya tahu di mana aset penting perusahaan?" tanya Ola pada orang kepercayaan Azka.
"Maaf, nona. Jika bokeh tahu, kenapa Tuan Azka tidak bisa datang ke kantor dan dalam waktu yang cukup lama pula?" tanyanya.
"Nanti anda juga tahu sendiri jika kabar berita sudah di liput dan masuk ke tayangan di televisi," ucap Ola.
"Oh begitu ya, nona. Untuk seluruh aset perusahaan saya sama sekali tak tahu, nona. Semua aset penting, Tuan Azka pribadi yang menyimpannya," ucapnya yang membuat Ola kesal karena dia hingga saat ini selalu saja gagal untuk mendapatkan aset penting yang seharusnya menjadi milik Olive.
"Sialan, jika seperti ini aku gagal lagi untuk bisa mendapatkan aset itu. Lantas aku harus bagaimana lagi ya?" batin Ola di penuhi tanda tanya.
Otaknya benar-benar terasa buntu karena dia tak juga bisa mendapatkan aset penting itu. Dia juga berpikiran jika aset itu ada di brankas yang ada di rumah Azka. Tetapi dia sama sekali tak tahu kode sandi untuk bisa buka brankas tersebut.
"Bagaimana caranya supaya aku bisa membuka brankas itu? bagaimana caranya supaya aku bisa membuat Azka mengatakan kode sandinya ya?'
Terus saja Ola berpikir dan berpikir tetapi dia belum juga mendapatkan suatu ide yang cemerlang. Hingga dia memutuskan untuk datang ke kantor polisi dengan berpenampilan sebagai Olive.
Saat itu juga, Ola melajukan mobilnya menuju ke kantor polisi dimana Azka Bim di vonis masa tahanannya. Dia masih ada di tahanan sementara, karena Komandan kepolisian sedang mempelajari dulu kasus Azka.
Pada saat Azka melihat kedatangan Ola, dia begitu terkejut.
"bagaimana Olive tahu jika aku ada di sini?" batinnya heran.
"Kenapa melihat aku seperti itu, seperti melihat hantu saja?" tanya Ola menyunggingkan senyuman pada Azka.
"Sayang, kamu tahu darimana aku ada di sini. Ah sudahlah yang terpenting itu bagaimana caranya kamu bisa tolong aku, sayang. Aku mohon bantu aku keluar dari sini, dengan kamu memberi jaminan pada polisi," pinta Azka memelas.
__ADS_1
"Mas Azka sayang, bagaimana aku bisa memberikan jaminan? sementara semua harta benda bukannya sudah di baw olehmu?" ucap Ola.
"Tolong aku, jual perusahaan yang saat ini aku pimpin. Aku janji jika kamu sudah telah bantu aku, aku tidak akan ceraikan kamu,' ucap Azka