
Sementara di luar negeri, Si Rocky anak semata wayang Sugawa sedang merasakan gelisah memikirkan papahnya.
"Sebenarnya aku sudah ingin sekali kembali ke Indonesia. Tidak tega juga aku meninggalkan papah sendirian terlalu lama. Entah kenapa ada dorongan di dalam diri ini untuk segera pulang. Kenapa juga hati ini kok tak enak seperti ini ya? padahal setiap saat aku telpon papah, dan ia selalu mengatakan kondisinya baik-baik saja," batin Rocky ge lidah.
"Sayangnya aku sudah tak punya nomor ponsel mamang dan bibi, biasanya aku juga tanya pada mereka tentang kondisi kesehatan, papah," batinnya lagi.
Hingga suatu hari, Rocky sudah tak sabar lagi. Dia pun memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Hanya ingin tahu kondisi Papahnya secara langsung.
Rocky terlebih dahulu menelpon Sugawa untuk memberitahu bahwa dirinya sedang dalam perjalanan pulang.
Kring kring kring kring
ponsel Sugawa berdering, dan dia langsung mengangkat panggilan telpon dari Rocky.
"Ada apa, nak? "
"Pah, aku sedang dalam perjalanan pulang ke Indonesia."
"Hah, yang benar saja? kenapa kamu tak memberi tahu pada papah jika kamu akan pulang?"
"Lah ini kan aku memberitahu papah, kalau aku sedang dalam perjalanan pulang bagaimana sih?"
"Maksud papah itu kamu memberitahunya pada papah itu tidak secara mendadak seperti ini tetapi jauh-jauh hari kamu ngomong sama papah."
"Sama saja lah, pah. Yang penting kan aku memberitahu papah tidak memberi kejutan tahu-tahu aku sudah ada di Indonesia."
"Iya iya-iya sudah enggak apa-apa. Papah juga senang kok kalau kamu pulang ke Indonesia apalagi sudah dua tahun ini kan kamu tidak pulang.'
"Ya sudah nanti kalau sudah sampai ke bandara kamu beritahu papah saja,biar nanti Mamang menjemput kamu. Hati-hati saja di jalan ya."
__ADS_1
Oke pah, terima kasih. Papah juga yang hati-hati ya di rumah, tunggu aku sampai di rumah."
Setelah itu panggilan telepon dimatikan oleh kedua belah pihak. Sugawa langsung melangkah menuju ke paviliun belakang untuk menasehati Namang dan Bibi.
"Mamang-bibi, saat ini Rocky sedang dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Tapi aku minta kalian merahasiakan tentang pernikahanku dengan Ella ya. Jangan sampai Rocky tahu jika Ella itu istri aku karena Rocky tidak menginginkan aku menikah kembali. Katakan saja jika Ela itu adalah orang yang merawat aku selama ini."
"Dan satu hal lagi nanti kalau Rocky sudah sampai di bandara kamu jemput dia ya, Mang?"
"Iya Tuan besar," serentak jawab Mamang dan Bibi.
Setelah berpesan pada Mamang dan Bibi kini Sugawa kembali ke paviliun utama dan menemui istrinya dia mengatakan bahwa anaknya akan segera pulang.
"Sayang, saat ini Rocky sedang dalam perjalanan pulang dan aku minta padamu untuk merahasiakan tentang pernikahan kita. Katakan saja padanya jika kamu itu adalah perawat pribadiku yang selama ini merawat diriku."
"Aku minta maaf ya sayang, karena harus merahasiakan ini darinya. Aku tidak ingin terjadi suatu permasalahan di antara kita dengan anakku."
Mendengar apa yang dikatakan oleh Sugawa justru Mela sungguh sangat senang sekali di dalam hatinya dia bersorak-sorai kegirangan.
"Santai saja, Mas. Aku tahu kok posisinya dirimu, aku tidak akan marah bahkan bisa menerima hal ini. Jadi kamu tak usah banyak pikiran supaya kesehatanmu selalu stabil dan tidak kambuh lagi," ucap Mela berpura-pura sok perhatian.
"Terima kasih sayang, kamu memang istriku yang paling bisa mengerti aku dan bisa dipercaya serta diandalkan." Sugawa menggenggam jemari tangan Mela.
Beberapa jam kemudian Rocky telah sampai di rumah dan dia sempat terkejut melihat ada Mela.
Sebelum Rocky bertanya sugawa telah menjelaskan pada dirinya siapa itu sebenarnya Mela.
"Rocky, ini namanya Ella. Dia adalah perawat pribadi papah karena dia juga yang telah berjasa pada saat itu menolong papah. Pada waktu di jalan terkena serangan jantung mendadak. Jika tanpa ada pertolongannya mungkin papah sudah tidak ada di dunia ini," ucap Sugawa memperkenalkan Mela pada Rocky.
"Ela"
__ADS_1
"Rocky "
"Ya ampun bukan hanya wajahnya yang cantik tetapi hatinya juga cantik karena telah menyelamatkan nyawa papahku. Alangkah beruntungnya pria yang berhasil meluluhkan hatinya dan menjadi kekasihnya," batin Rocky mengagumi kecantikan Mela.
"Buset ternyata Rocky lebih ganteng aslinya daripada fotonya, alangkah beruntungnya jika aku bisa menjadi kekasihnya," batin Mela.
"Mbak Ela, terima kasih ya atas kebaikan Mbak. Kami jadi punya utang budi kepada mbak yang telah menolong papah saya," ucap Rocky tersenyum riang.
Setelah perkenalan tersebut Rocky jadi lebih cepat akrab pada Ela membuat Sugawa merasa cemburu. Tetapi dia tak mampu mengungkapkannya karena dia telah merahasiakan pernikahannya pada Rocky.
Hingga pada suatu hari sugawa menarik tangan Ella untuk sejenak berbicara dengannya empat mata.
"Sayang, aku minta padamu janganlah kamu terlalu akrab dengan Rocky karena aku tidak suka melihatnya," tegur Sugawa.
"Mas, kenapa kamu cemburu pada anakmu sendiri? seharusnya kamu itu senang jika aku akrab dengan anakmu karena sama saja aku menganggap anakmu itu seperti anak kandung aku sendiri," ucap Mela ketus.
"Ya sudah kalau begitu tapi aku minta kamu jangan mengecewakan kepercayaanku padamu ya," ucap Sugawa.
"Tenang saja, mas. Aku hanya cinta padamu seorang kok, tak mungkin aku menghianati dirimu apalagi kamu telah sangat berjasa dalam hidupku," ucap Mela meyakinkan Sugawa.
Tetapi di dalam hatinya sangat kesal pada ucapan Sugawa. Hanya saja dia sengaja menahan rasa emosinya tersebut.
"Tua bangka bau tanah, pake acara cemburu saja. Jelas lah aku suka dekat dengan Rocky yang masih muda belia dan sangat menggemaskan sekali," batin Mela.
Sejak di rumah ada Mela, Rocky malah tak jua kembali ke luar negeri. Dia begitu kerasan tinggal di rumah. Hingga Sugawa menegurnya.
"Rocky, kamu sudah cukup lama ada di Indonesia ini. Bagaimana dengan kuliahmu itu? apa nggak masalah jika kamu tak berangkat kuliah?" tanya Sugawa heran.
"Papah tenang saja, aku bisa kuliah on line kok. Jadi tidak akan tertinggal pelajaran. Lagi pula aku kan masih kangen sama papah. Kita kan dua tahun nggak ketemu, masa iya papah nggak ingin aku tinggal lama di sini?" ucap Rocky.
__ADS_1
"Hem, iya dech."
Sugawa sudah tak bisa membujuk Rocky lagi untuk kembali ke luar negeri. Hal ini justru membuat Mela semakin mempunyai banyak kesempatan untuk bisa lebih lama bersama Rocky.