
Ola begitu bingung akan menjawab apa pada, Faisal. Tetapi beberapa kali Faisal telah menolongnya. Apakah ia harus menjawabnya sekarang dengan bersedia menjadi kekasihnya sementara di dalam hatinya sama sekali tidak aga getaran cinta.
"Jika aku bersedia menjadi kekasihnya hanya karena balas budi, sama saja aku memaksakan hati ini untuk cinta padanya. Tetapi jika aku tak menerimanya, kasihan juga Faisal. Ah, cinta itu memang rumit ya. Kenapa pula orang harus berpasangan, jika hanya membuat rumit," batin Ola terus saja menggerutu.
Sementara dari tadi Faisal terus saja menatap ke arah Ola, dia benar-benar sedang menunggu jawaban darinya. Bahkan tiada hentinya Faisal terus saja menatap ke arahnya.
"Ola, apa lagi sih yang membuatmu ragu padaku? padahal aku benar-benar tulus dan sungguh-sungguh cinta padamu, kenapa susah sekali bagimu untuk berkata iya," batin Faisal.
"Ola, kenapa diam? apa masih belum bisa menerima aku walaupun hanya sebagai kekasihmu saja?" pertanyaan Faisal membuyarkan lamunan Ola.
"Hem, bukan begitu. Iya aku terima kamu sebagai kekasihku, tapi tolong jangan minta aku untuk lekas menikah denganmu. Kita jalani dulu hubungan ini, jika cocok kita lanjut, jika tidak kita hentikan, bagaimana menurutmu?" ucap Ola.
"Baiklah, Ola sayang. Kamu sudah mau memberiku kesempatan saja aku sudah sangat senang, bisa menjadi kekasihmu." Faisal meraih jemari Ola dan menggenggamnya.
"Hem, ini yang aku tak suka padanya. Entah kenapa aku merasa Faisal itu terlalu lebay," batin Ola.
Saat itu juga mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Walaupun di dalam hati Faisal belum merasakan puas karena yang dia inginkan Ola menjadi istrinya.
"Hem, sekarang kamu telah menjadi wanitaku dan aku takkan pernah melepaskanmu Ola," batin Faisal.
**********
Waktu berjalan cepat sekali, hingga tak terasa sudah satu tahun berlalu. Dan saat ini Olive sedang hamil anak Dokter Ridwan. Sementara Azka telah keluar dari penjara.
"Akhirnya aku bebas juga dari sini, tapi juga bingung tak tahu harus kemana lagi karena aku sudah tak punya apa-apa lagi. Apakah sebaiknya aku pura-pura minta maaf pada Olive supaya aku bisa kembali padanya hanya untuk supaya aku bisa numpang hidup sementara waktu?" batin Azka.
__ADS_1
Iapun mencari keberadaan Olive, tetapi tak juga menemukannya.
"Olive pindah kemana ya, menurut tetangga dia sudah menikah lagi lantas dengan siapa?" Azka semakin ingin tahu dengan kehidupan Olive yang sekarang.
"Sialan kamu Olive, gampang sekali kamu menikah lagi. Kamu bersenang-senang di atas penderitaanku berada di dalam balik jeruji besi selama satu tahun!"
Azka tak suka dengan kabar pernikahan Olive. Karena rencananya untuk mendekatinya menjadi gagal. Tak mungkin dia mendekati Olive yang sudah bersuami lagi, itu akan sangat sulit baginya.
Kini kehidupan Azka begitu keras karena dia sudah tak punya apa-apa lagi. Dia pun memutuskan untuk bekerja serabutan walaupun selama hidupnya dia tak pernah bekerja kasar. Tapi kali ini dia lakukan supaya bisa berlangsung hidupnya.
Dia tak ingin mati sia-sia karena kelaparan.
Berbeda situsi di rumah Olive dimana kini dirinya sedang berbahagia karena kehamilannya yang berusia enam bulan. Dan dokter memprediksi jika saat ini Olive hamil anak kembar laki-laki.
"Sayang, aku bahagia sekali pada akhirnya sebentar lagi kita akan punya baby twins. Terima kasih ya, sudah mau menjadi bagian dalam kehidupanku," ucap Dokter Ridwan.
"Di dunia ini tidak memandang harkat derajat, pangkat manusia. Jika sudah cinta gula jawa rasa coklat," canda Dokter Ridwan terkekeh.
Selama Olive hidup berdampingan dengan Dokter Ridwan tidak ada suatu permasalahan yang besar. Rumah tangga mereka selalu adem ayem. Apalgi sikap Dokter Ridwan yang sangat lemah lembut dan penyabar.
Tidak ada penghalang juga bagi hubungan ayah dan anak antara Dokter Ridwan dan Rere. Bahkan sejak Olive menikah dengannya, Rere terlihat lebih bahagia.
Karena Dokter Ridwan benar-benar menjalankan perannya bukannya hanya sebagai seorang suami yang sangat baik. Tetapi ia juga menjadi seorang ayah yang sangat peduli pada Rere. Kasih sayang yang ia miliki sungguh luar biasa.
"Mas, nanti kalau anak kita sudah lahir. Biar kamu saja yang memberikan nama untuk mereka ya?" celoteh Olive.
__ADS_1
"Hem, ok dech. Kira-kira siapa ya namanya yang tepat untuk dua anak kembar cowok? bagaimana kalau kita kasih nama Hilir Mudik?" ucap Dokter Ridwan terkekeh.
"Astaga, mas. Kamu tuh suka banget dech buatku tertawa, apa iya kamu beneran kelak akan memberikan nama pada anak kita, Hilir Mudik?" ucap Olive ikut terkekeh.
"Ya nggak lah, sayang. Masa iya aku ngawur memberikan nama untuk buah hati kita. Aku hanya ingin membuat suatu lelucon supaya kamu itu bisa tersenyum selalu. Aku minta maaf ya selama ini tak pintar membuat lawakan," ucap Dokter Ridwan.
"Tak perlu kamu bersusah payah untuk membuat suatu lelucon, aku sudah bisa selalu tersenyum dengan adanya dirimu, mas," ucap Olive.
"Hassekkkk serrrr.."
"Hheee aku baru tahu sifat asli seorang Dokter Ridwan seperti ini suka sekali bercanda. Dulu aku pikir kamu itu kaku dan dingin, mas," ucap Olive terkekeh.
"Hem masa sih? ya entahlah memang dulu aku seperti itu, tapi sejak aku menikah denganmu aku temukan bahagiaku. Karena kamulah satu-satunya wanita yang berhasil menggetarkan hati ini. Yang sempat membuat hati ini ingin melompat-lompat menubruk dirimu pada saat ada di depanku," ucapnya serius.
Dokter Ridwan memang dahulu terkenal dengan sebutan Dokter kaku dan dingin karena dia jarang sekali mengulas senyum dan jarang pula berkata-kata.
Dia kerap kali tersenyum sejak menikah dengan Olive. Bahkan banyak yang merasa heran bagaimana bisa seorang dokter yang dingin memilih janda sebagai seorang istri.
Banyak sekali perubahan yang terjadi pada diri Dokter Ridwan. Kini mudah tersenyum dan banyak berkata hingga rekan sejawatnya sesama dokte kerap kali menggoda dirinya.
Selagi asik bercanda ria, datanglah Ola bersama Faisal menyambangi mereka.
"Ola-Faisal. Kalian duduklah, tumben kemari ada apa?' tanya Olive penasaran.
"Hem, begini Olive. Aku sudah dengar kabar jika mantan suamimu sudah keluar dari penjara. Aku harap kamu lebih berhati-hati ya. "
__ADS_1
"Dok, tolong jaga Olive ya, karena aku tak ingin terjadi hal yang tak di inginkan padanya," ucap Ola.
"Tanpa kamu pinta aku untuk menjaganya, aku sudah menjaga dia dan akan selalu waspada. Aku sudah tahu jika Azka sudah keluar dari penjara, dan kamu tak perlu khawatir. Penjagaan selalu di lakukan, karena aku sudah meminta beberapa anak buahku untuk waspada menjaga anak dan istriku," ucap Dokter Ridwan.