
Tak berapa lama, reaksi dari cairan yang di tuangkan ke dalam minuman dan makanan Ola telah bereaksi di tubuh Azka. Awal mula dia merasa pusing dan pada akhirnya dia pun tertidur nyenyak pulas sekali.
"Hah, cuma obat yang mengakibatkan mengantuk? tapi aku rasa ada satu cairan lagi yang sempat aku lihat. Sepertinya satu obat belum bereaksi. Ah biar kan saja dia di sini sendirian dan aku akan pergi untuk mengecek apakah Brian berhasil mengambil aset penting di dalam rumah, Azka."
Ola meninggalkan Azka yang tergolek tak berdaya begitu saja. Dia langsung melaju kan mobilnya menuju ke rumah Azka. Akan tetapi di pertengahan jalan, dia terlebih dulu melepaskan penyamarannya.
Tak berapa lama Ola telah sampai di rumah Azka, dia menyembunyikan mobilnya di balik sebuah pohon besar. Sengaja dia menunggu anak buahnya keluar dari rumah tersebut.
"Lama sekali, sebaiknya aku kirim pesan saja pada Brian apakah usahanya telah berhasil." Ola langsung meraih ponselnya dan dia mengetikkan suatu pesan.
[Brian, apakah kamu belum juga menemukan asetnya?]
Drt drt drt drt
Satu notifikasi chat pesan masuk ke dalam nomor ponsel Brian. Dia lekas membalasnya.
[Maaf, bos. Kami hanya menemukan dua aset yakni dua sertifikat rumah dan ada brankas tapi kami tak bisa membukanya karena kami sama sekali tak tahu kode sandi buka brankas tersebut.]
Langsung saja notifikasi chat pesan balasan dari Brian masuk ke ponsel Ola, dan Ola langsung saja membacanya.
"Hem, aku yakin aset itu ada di dalam brankas. Sebaiknya aku pulang saja bersama Brian kembali ke markas, karena percuma saja jika terus saja mencari tapi tidak dapat asetnya.
Ola hanya meminta supaya Brian membawa aset rumah tersebut. Dari pada tidak dapat apa pun. Masih untung bisa mendapatkan dua sertifikat tanah.
Berbeda kondisi Azka saat ini, dia perlahan membuka matanya. Tetapi pada saat pelayan datang dan dan akan meminta Azka untuk segera pulang karena restoran akan tutup. Azka tiba-tiba memeluk dan mencium paksa pelayan tersebut.
__ADS_1
Hingga pelayan itu pun berteriak minta tolong, hingga menjadi perhatian para pelayan yang lain. Manager restoran tersebut lekas datang ke arah sumber teriakan. Bahkan dia sempat melihat Azka dengan sangat brutal menindih tubuh pelayan itu dan meraba serta meremas dua benda kenyal yang ada di dada pelayan itu.
"Heh, apa-apaan kamu! kenapa kamu melecehkan karyawati saya. Ini tidak bisa dibiarkan saat ini juga saya akan laporkan kamu ke kantor polisi!" tanpa pikir panjang lagi, Azka di laporkan oleh manager restoran tersebut.
Sementara tindakan Azka semakin brutal. Tanpa sadar dia membuka semua pakaiannya sendiri dan bahkan tak malu dia memainkan burungnya di hadapan orang banyak.
"Aduh, ada apa denganku ini? kenapa aku tak bisa menahan hasrat ini, ya ampun kenapa aku ingin sekali...
Azka terus saja menggerutu di dalam hatinya. Dia tak ingin melakukan hal memalukan itu, tetapi prakteknya berbeda.
Tak berapa lama, datanglah aparat kepolisian menangkap Azka yang kondisi tubuhnya bugil tanpa sehelai benangpun. Berbeda aparat memakaikan celana Azka untuk menutupi burungnya yang tengah bertengger tegak.
Setelah itu, Azka di seret di bawa ke kantor polisi.
"Pak... lepaskan aku.... kenapa kalian menangkap aku! aku hanya ingin bercinta dengannya! pak, lepaskan! aku sudah tak tahan pak ...
"Seharusnya yang merasakan hal ini , Via. Kenapa kok jadi ngeceknya ke aku? bikin malu pula, aku sampai bugil di depan umum. Tapi aku sama sekali tak kuasa untuk menahan hasrat ini. Tubuhku sudah tak kuat lagi, rasanya panas sekali." Batin Azka hingga tak sadar dia tangannya masuk ke celananya dan memegangi serta menggerakkan burungnya sendiri sambil memejamkan matanya. Padahal saat ini di depannya ada beberapa aparat kepolisian.
Hingga salah satu aparat kepolisian menampik tangan Azka dan membentaknya untuk tidak melakukan hal tak bermoral itu di hadapan para aparat kepolisian.
"Heh, kamu sudah gila ya! ini dimana dan kamu sedang ada di hadapan siapa? ingin kamu di hukum di kurung dalam penjara untuk jangka waktu yang cukup lama, hah!" bentak salah satu aparat polisi.
"Pak, saya sudah tak tahan lagi. Lantas saya harus bagaimana?" rengek Azka benar-benar merasakan tersiksa karena tak bisa menumpahkan hasratnya.
Namun aparat kepolisian tak mau tahu, dia membiarkan Azka terus saja merasa tersiksa menahan hasrat yang terpendam yang sudah ada di ubun-ubun ingin segera di tumpahkan.
__ADS_1
*******
Ola sebenarnya merasa penasaran pada Azka, tetapi tujuan utama dia adalah ingin mengambil semua aset yang di sembunyikan oleh Azka. Tetapi tidak juga berhasil.
"Jika aku tahu Brian akan gagal seperti ini, tadi aku tetap di restoran saja. Aku penasaran sekali apa yang selanjutnya terjadi pada, Azka. Sayang sekali aku tak bisa melihat moment itu," batin Ola
Saat ini Ola dan Brian serta beberapa anak buah yang lainnya kembali ke markas besar. Ola juga ingin tahu kondisi markas saat ini bagaimana, karena sudah cukup lama sejak dirinya mengurus permasalahan Olive, dia jarang datang ke markas.
"Apa ada berita penting di markas?" tanya Ola menatap seluruh anak buahnya.
"Sejauh ini belum ada berita apapun, hanya saja ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda. Tetapi dia tak mau memberi tahu siapa dirinya itu," ucap Brian.
"Pria atau wanita yang ingin bertemu denganku?' tanya Ola
"Seorang pria, bos. Katanya ada hal penting yang dia ingin bicarakan pada anda," ucap Brian.
"Lantas kamu tanyakan tidak siapa namanya dan dimana rumahnya serta ada urusan apa ingin bertemu dengan ku?"
"Maaf, bos. Saya belum sempat bertanya bahkan belum sempat menemuinya. Karena waktu itu bos menelpon saya untuk membantu bos mengurus target," ucap Brian tertunduk ketakutan.
"Lantas jika bukan kamu yang menemuinya lantas siapa?" tanya Ola.
"Salah satu anak buah saya, bos. Tetapi baru di tanyakan saja ada keperluan apa. Dan pada saat dia di tanya tak mau jujur dengan jati dirinya. Dia hanya mengatakan nanti saja dia kembali setelah anda pulang," ucap Brian.
Hal ini membuat Ola menjadi tambah penasaran dan ingin tahu siapa sebenarnya pria yang sedang mencari dirinya itu. Dan dari mana dia tahu tentang keberadaan markasnya," batin Ola di penuhi dengan tanda tanya.
__ADS_1
"Ya sudah jika orang itu datang lagi, kalian kabari aku ya . Untuk saat ini aku akan pulang dulu. Pokoknya ingat pesan aku ini, ada apa-apa langsung hubungi aku jangan sampai kalian mengambil keputusan tanpa sepengetahuan atau tanpa izin dariku! camkan itu ya!"
Satu nasehat tegas dari Ola, lantas dia pun lekas pergi dari markasnya menuju ke rumah.