Balas Dendam Saudara Kembar

Balas Dendam Saudara Kembar
Mulai Membaik


__ADS_3

Pagi menjelang ada hal yang membuat Ola terkejut pada saat dia berjaga di rumah sakit tepatnya di ruang rawat Olive. Perlahan Olive bisa berkata walaupun belum begitu lancar.


"A-a-pa-kah ka-mu, sau-da-ra kem-bar-ku?" tanya Olive lirih menatap ke arah Ola yang sedang menunduk di hadapan Olive yang sedang berbaring di brankarnya.


"Iya, Olive. Syukurlah akhirnya kamu sadar juga, aku sangat senang jika seperti ini." Ola menggenggam jemari tangan Olive.


"A-a-ku a-da di-ma-na, dan ke-na-pa pu-la a-ku a-da di-sini?" tanyanya lagi.


"Kamu ada di rumah sakit, kamu koma dalam waktu yang cukup lama. Karena perbuatan suami dan selingkuhannya," ucap Ola menjelaskan.


Olive hanya mengangguk, dia sudah tak berkata lagi. Tetapi air matanya tiba-tiba berderai begitu saja membasahi pipinya.


"Olive, kamu tak usah menangis. Akhirnya sudah membalaskan dendammu pada Azka dan Mela. Dan semua milikmu telah kembali padamu," ucap Ola tersenyum.


*******


Beberapa hari kemudian kondisi Olive sudah pulih, ia sudah bisa berkomunikasi berbicara lancar tidak terbata-bata lagi, akan tetapi kondisi kakinya masih belum bisa digunakan sama sekali hingga dia harus mengenakan kursi roda.


"Ola, Aku mengucapkan terima kasih atas pertolonganmu padaku. Jika tidak ada kamu waktu itu mungkin saat ini aku sudah tiada," ucap Olive terharu.


"Sama-sama, Olive. Untung saja pada waktu itu aku ingin sekali bertemu denganmu, belum juga aku sempat bertemu denganmu aku sempat melihat mobil Aska keluar dari rumah sehingga aku mengikutinya dan ternyata saat itu Aska dan Mela membawamu ke dalam pinggir jurang dan mereka mendorong tubuhmu ke dalam jurang tersebut."


"Aku minta maaf karena pada saat itu aku tidak langsung menolongmu karena aku sengaja ingin memberikan pelajaran pada kedua manusia yang tak punya hati nurani itu."

__ADS_1


"Kamu sudah tak perlu khawatir lagi karena baik Aska maupun Mela telah mendapatkan pelajaran setimpal. Saat ini Aska ada di dalam jeruji , sedangkan Mela wajahnya telah aku rusak hingga dia takkan mungkin ada orang yang mau padanya."


"Selama kamu koma, aku juga tidak memberitahu pada Rere karena aku tak ingin anakmu selalu memikirkan kamu dan selalu bersedih. Hingga pada saat kamu koma, akulah yang berpura-pura menjadi dirimu menggantikan posisimu sebagai seorang ibu dan aku pula yang membalaskan dendam pada Aska dan Mela."


Mendengar apa yang dikatakan oleh, Ola. Hati Olive semakin terharu, dia bersyukur karena mempunyai saudara kembar yang bisa di andalkan. Yang telah berhasil membalaskan dendamnya pada, Azka dan Mela.


Terima kasih ya, Ola. Kamu memang sungguh luar biasa jika tidak ada kamu entah seperti apa nasib anakku dan mungkin saat ini aku sudah menjadi gembel. Untung saja kamu mampu membalaskan dendam pada Aska dan merebut semua yang seharusnya menjadi milik aku pribadi," ucap Olive.


"Sama-sama, sekarang kamu fokus dulu dengan kesembuhanmu. Nanti jika kamu sudah benar-benar pulih, barulah kamu bisa berkumpul lagi bersama Rere.


"Tapi aku ingin sekali bertemu dengan Rere, lantas aku harus menahan rasa rinduku ini pada anakku?" Olive ingin sekali bertemu dengan anaknya setelah begitu lamanya dia terbaring dalam komanya.


"Kamu nggak usah khawatir Olive, kamu masih bisa bertemu dengan Rere. Tapi ada satu hal yang harus kamu ingat untuk saat ini kita bertukar tempat dahulu. Kamu berpura-pura menjadi aku dan aku berpura-pura menjadi kamu. kmKamu pasti maksud apa yang aku lakukan ini demi kebaikan anak mu," ucap Ola


"Iya Ola, aku paham sekali dengan apa yang kamu lakukan saat ini. Jika Rere tahu aku sakit pasti dia akan sedih sekali dan selalu memikirkan diriku. Makanya untuk sementara kita memang sebaiknya bertukar tempat dulu. Aku tidak apa-apa kok jika bertemu dengan Rere dengan menyamar sebagai dirimu," ucap Olive.


Ola berlalu pergi dari ruang rawat Olive, dan dia menemui Rani. Rani pun melangkah ke ruang rawat Olive.


"Olive, aku periksa dulu ya. Nanti jika benar-benar kondisi kamu memungkinkan untuk pulang, pasti aku akan izinkan kamu untuk pulang." Ucap Rani segera memeriksa Olive.


Beberapa menit kemudian, Rani memutuskan mengizinkan Olive kembali ke rumah.


"Olive, kamu sudah boleh pulang. Tapi nanti juga sudah ada di rumah, jangan pernah sungkan untuk terapi kaki.Aku juga akan sering datang untuk membantumu dalam terapi kaki," ucap Rani.

__ADS_1


"Baiklah, dok. Aku pasti akan melakukannya," ucap Olive.


"Oh iya, aku punya teman dokter ahli tulang. Nanti akan aku rekomendasikan dia untuk merawatmu ya, supaya kakimu lekas sembuh. Karena untuk khusus kaki, aku bukan ahlinya. Tapi aku juga akan sering datang untuk memeriksa organ tubuhmu yang lain," ucap Rani.


Jelas dong, kamu harus selalu rutin memeriksa kondisi Olive. Jika tidak aku akan memecatmu bukan hanya sebagai dokter pribadiku tapi juga memecatmu sebagai sahabat baikku," ancaman Ola menatap tajam ke arah Rani.


"Sudah terbiasa kamu mengancam aku seperti itu, Ola. Aku tidak akan takut atau kaget, silakan saja jika kamu ingin memecatku aku yakin kamu tidak akan tega padaku karena aku ini adalah bestiemu," canda Rani terkekeh.


"Kamu pikir aku tidak bisa memecatmu? kamu pikir apa yang aku katakan hanya sebuah omong kosong saja, hanya sebuah gertak sambel saja? apa kamu benar-benar mau membuktikannya sekarang?" ucap Ola seraya menarik turunkan alisnya.


"Sudahlah, aku tak ingin berdebat terus denganmu Ola, sebaiknya aku akan memanggil dokter khusus tulang untuk, Olive."


Saat itu juga Rani keluar dari ruang rawat Olive, ia melangkah menuju ke ruangan khusus dokter untuk bertemu dengan salah satu dokter ahli tulang.


Rani pun mengajaknya ke ruang rawat Olive.


"Olive, ini namanya Dokter Ridwan. Tadi aku sudah konsultasi tentang kakimu padanya. Dia mau membantu terapi kakimu dan merawatmu untuk lekas sembuh total," ucap Rani.


"Ridwan."


"Olive"


'Lantas siapa dia yang mirip Olive?" tanya Ridwan tersenyum ke arah Ola.

__ADS_1


"Namanya si bar-bar Ola, Dokter Ridwan. Hati-hati kalau anda sedang berhadapan dengannya karena jika salah sedikit bisa saja dia marah dan mengeluarkan taringnya," canda Rani.


Sementara Ola hanya melirik sinis pada Rani. Dia tak berkata apapun.


__ADS_2