
Setelah berhasil mencium bibir Ola, Faisal melepaskan kungkunganya terhadapnya ia pun terkekeh sejenak.
"Faisal, kenapa sih kamu melakukan hal itu terhadapku? dasar pria mesum!" oceh Ola seraya meninju bahu Faisal.
"Aku kan hanya mengecup sekejap bibir manismu, kenapa kamu marah-marah seperti itu Ola? aku kan cinta dan sayang padamu, seharusnya kamu senang dengan perlakuan manisku perhatianku bukannya malah marah-marah seperti itu," protes Faisal.
"Awas kalau kamu mengulangnya kembali, aku tidak akan segan-segan memukulmu lebih keras lagi atau bahkan aku tarik lidahmu atau aku tendang dirimu!" ancam Ola, dia berlalu pergi dari markas besar Faisal.
Faisal hanya terkekeh seraya menggelengkan kepalanya. Sementara Ola terus saja mengusap bibirnya dengan tisu yang dia bawa.
"Sialan Faisal, dia melakukan hal ini padaku! kurang ajar sekali dia mentang-mentang aku sudah bersedia menjadi pacarnya, tapi tidak seharusnya dia bertindak lancang padaku!" terus saja Ola menggerutu kesal atas ulah Faisal.
Ola melajukan mobilnya menuju arah ke markasnya sendiri. Dia akan memerintahkan beberapa anak buahnya untuk selalu standby waspada menjaga rumah Olive, karena dia yakin saat ini entah itu Dion atau Doni akan bertindak jahat pada keluarga, Olive.
Hanya beberapa menit saja telah sampai di markas besarnya, ia pun segera mengumpulkan seluruh anak buahnya dan dipilihnya beberapa anak buah yang menurutnya cerdas tangkas dan memiliki beladiri yang hebat untuk menjaga rumah, Olive.
"Dengan begini aku yakin keluarga Olive akan selalu baik-baik saja, karena mereka tidak tahu akan bahaya yang sedang mengancamnya. Dokter Ridwan hanya tahu jika bahaya hanya akan muncul dari arah Azka saja," batin Ola.
Sementara Faisal saat ini juga telah mengumpulkan anak buahnya yang berasal dari mantan anak buah almarhum Leon.
"Diantara kalian semua, siapa kiranya yang mengenal dekat Doni dan Dion?" tanya Faisal seraya menatap kesemua anak buahnya tersebut.
Tidak ada satupun yang mengangkat tangannya, mereka malah saling berpandangan satu sama lain. Hingga pada akhirnya Faisal bertanya ulang kepada seluruh anak buahnya yang tadinya adalah anak mantan anak buah dari almarhum Leon.
"Sekali lagi aku bertanya pada kalian, siapa yang mengenal dekat Dion dan Doni karena aku akan memberikan tugas dengan imbalan yang lumayan besar, untuk siapa saja yang berkenan diberi tugas ini," ucap Faisal.
Dan pada akhirnya ada beberapa yang mengacungkan jari telunjuknya ke atas.
"Hem, kalau ada duitnya saja langsung cepat banyak yang minat," batin Faisal.
"Baiklah, kalian yang tahu tentang Dion dan Doni ikut keruanganku sekarang juga. Karena aku akan memberitahu pada kalian apa yang harus kalian lakukan," pinta Faisal.
__ADS_1
Saat itu juga beberapa anak buahnya mengikuti Faisal. Setelah sampai di ruangan, Faisal barulah berkata panjang lebar untuk tugas yang akan diberikan pada beberapa anak buahnya itu.
"Diantara kalian, siapa yang punya nomor telepon Doni dan Dion?"
Faisal memberitahu pada mereka, untuk memancing Dion dan Doni keluar dari markasnya. Karena Dion dan Doni yang telah membakar perusahaan Faisal.
Faisal mengajari mereka trik jitu dalam memancing keluar Doni dan Dion.
"Apa kalian paham?"
Semuanya menganggukkan kepala tanda paham dengan apa yang barusan di jelaskan oleh Faisal. Saat itu juga salah satu anak buahnya menelpon Dino dan satu anak buahnya yang lain menelpon Dion.
"Hallo siapa ini?" tanya Doni pada saat ada telpon masuk ke ponselnya.
"Tuan Doni, ini saya salah satu anak buah Almarhum Leon. Saya punya informasi mengenai orang yang telah membunuh, Tuan Leon."
"Saya sudah tahu, jadi tak perlu kamu beri tahu."
"Memangnya apa yang kamu tahu tentang dia?"
"Segalanya, Tuan. Karena saya kebetulan ikut jadi anak buah Tuan Faisal. Tali tujuan saya ingin balas dendam atas kematian almarhum Tuan Leon. Tali saya hanya seorang anak buah jadi saya tak tahu bagaimana cara membalas dendam. Saya pikir lewat Tuan Doni, itu cara yang tepat."
"Jadi saat ini kamu ada di markas Faisal?"
"Iya, Tuan. Bukan hanya saya tapi juga beberapa anak buah Almarhum Tuan Leon yang lainnya. Kami ingin bertemu anda, apakah bisa?"
"Untuk apa bertemu denganku, apa untungnya buatku?"
"Anda akan untung karena saya tahu titik kelemahan Tuan Faisal. Dan kami juga ingin balas dendam kita terlaksana."
Doni langsung saja percaya dengan ucapan mantan anak buah Almarhum Leon. Dia pun langsung mengajak bertemu dirinya di suatu tempat, bahkan akan mengajak serta Dion.
__ADS_1
"Bagaimana, apakah mereka kepancing?" tanya Faisal.
"Iya, Tuan. Bahkan Doni mengajak bertemu malam ini juga di sebuah rumah kosong yang ada di ujung desa."
"Bagus, kalau begitu. Kalian hati-hati jangan sampai gerak gerik kalian mencurigakan," pesan Faisal.
Hingga tengah malam datang, beberapa anak buah Faisal sudah ada di tempat yang di tentukan oleh Doni, yakni rumah tua yang kosong dan gelap.
Faisal juga telah bersiap sedia untuk menangkap keduanya. Da tidak akan memberi ampun atas apa yang di lakukan oleh Dion.
Beberapa menit kemudian, ponsel salah satu anak buah Faisal berdering yang ternyata adalah Doni. Dia mengatakan jika saat ini sudah ada di dalam rumah tersebut.
Beberapa anak buah Faisal masuk ke dalam rumah tua tersebut untuk menemui Doni dan Dion. Akan tetapi yang datang cuma Doni saja, Dion sedang ada urusan hingga dia tak bisa datang.
"Heh, cepat katakan Ais yang kamu tahu tentang Faisal!" ucap Doni lantang.
"Sabar dulu, Tuan. Kita kan baru bertemu, dan kebetulan saya juga haus. Bagaimana kalau kita ngobrol sambil minum kopi atau teh," ucap nya.
"Baiklah kalau begitu."
Salah satu anak buah Faisal menyajikan minuman yang kebetulan di bawanya dari rumah.
"Silahkan, Tuan. Saya sengaja membawa minuman ini dari rumah. Karena saya ingin menjamu anda sebagai tanda bakti saya. Seperti yang sering saya lakukan pada, Almarhum Tuan Leon."
Tanpa ada rasa curiga, Doni meminum salah satu minuman yang telah tersaji di meja. Beberapa menit kemudian, Doni tak sadarkan diri. Lantas beberapa anak buah Faisal membawanya pergi dari rumah kosong tersebut.
Doni di bawa ke ruang penjara bawah tanah. Sementara salah satu anak buah Faisal yang lain menghubungi Dion dengan menggunakan ponsel Doni. Supaya Dion mengira yang menghubungi dirinya adalah Doni.
[Dion, cepat kamu datang kesini dan tolong aku segera. Mobil yang aku tumpangi mogok di pinggir jalan tepatnya di ujung desa.]
Salah satu anak buah Faisal mengirim notifikasi chat pesan untuk menjebak Dion. Saat itu juga Dion bergegas ke lokasi yang di tunjukkan oleh anak buah Faisal yang menyamar sebagai Doni.
__ADS_1