Balas Dendam Saudara Kembar

Balas Dendam Saudara Kembar
Akhirnya Menikah Juga


__ADS_3

Mela belum juga bergeming dari tempatnya, padahal Sugawa telah mengusir dirinya.


"Pergilah kamu dari sini, kenapa kamu diam saja?" tanya Sugawa ketus.


"Mas, tega kamu melakukan hal ini padaku setelah apa yang aku lakukan padamu? tolong cabut kata talak padaku, kita bisa mulai dari awal lagi. Dan jika kamu usir aku, lantas aku akan tinggal di mana?" Mela mencoba membujuk Sugawa.


"Kamu kan sudah aku berikan rumah, sebagai mas kawin pernikahan kita waktu itu jadi tak perlu bingung. Aku lebih memilih anakku dari pada kamu, setelah aku tahu ternyata kamu ini hanya wanita murahan!" bentak Sugawa.


"Cepat kamu pergi, atau perlu aku tarik paksa keluar dari sini hah!" bentak Rocky sudah tak bisa lagi menahan amarah yang memuncak.


"Dasar kejam, awas saja ya! aku tidak akan tinggal diam dan akan balas semua kelakuan kalian padaku!"


Setelah mengucapkan hal itu barulah Mela berlalu pergi begitu saja, dia pun melajukan mobilnya ke arah rumah pemberian Sugawa waktu awal pernikahan.


Seperginya Mela, Sugawa meminta maaf pada Rocky.


"Nak, papah minta maaf ya. Sudah berbohong padamu, papah janji tidak akan ulangi lagi," ucapnya memelas.


"Baiklah, pah. Kali ini aku maafkan, tapi tidak untuk lain kali jika papah mengulang kesalahan yang sama."


"Aku juga minta maaf karena terlalu egois melarang papah menikah lagi. Mulai sekarang aku izinkan papah menikah lagi tapi harus dengan persetujuanku. Kita harus selektif dalam memilih pasangan, pah."


Hati Sugawa trenyuh mendengar apa yang di katakan oleh anaknya. Hingga tiba-tiba dia memeluk Rocky, yang membuatnya tersentak kaget.


"Nak, sekali lagi papah minta maaf padamu ya?" ucapnya terbata-bata.


"Sudahlah, pah. Tak perlu minta maaf berulang-ulang, satu kali saja sudah cukup kok," ucap Rokcy seraya mengusap punggung Sugawa.

__ADS_1


***********


Berjalannya waktu cepat sekali, kini Olive dan Dokter Ridwan telah menikah. Bahkan Ola datang dengan Faisal. Hal ini sempat membuat heran para tamu undangan yang tak tahu jika Olive ternyata kembar.


"Sialan, aku lupa padahal aku ingin menyembunyikan jati diriku pada semua orang. Jika seperti ini pasti semua orang tahu terutama musuh besarku, si tua Bangka Leon," batin Ola.


Acara pernikahan live di siarkan di salah satu stasiun televisi. Hingga semua orang melihatnya bukan hanya Mela tapi juga seluruh orang yang ada di kota ini.


"Ola, kamu kapan menikah dengannya?' tanya Olive seraya melirik ke arah Faisal.


"Kamu itu bicara apa sih, aku dan Faisal hanya berteman tak lebih dari pada itu" ucap Ola.


"Menyedihkan sekali, padahal aku berharap lebih dari sekedar teman."


Tiba-tiba Faisal berkata di hadapan mempelai.


"Ola, kasihan loh Faisal. Masa iya kamu dan dia hanya berteman saja, dia itu sudah sering bantu kamu loh," ucap Olive.


Sementara Faisal hanya diam saja, dia sama sekali tak menyangka sangat susah meluluhkan hati seorang Ola.


"Aku pikir tidak sesusah ini, ternyata hati Ola bukan sekeras batu tapi sekeras besi baja," batin Faisal.


Setelah cukup lama menghadiri acara pernikahan Olive dan Dokter Ridwan. Baik Faisal maupun Ola berpamitan pulang pada mempelai.


"Ola, kapan ya kita menyusul?" tanya Faisal mensejajarkan langkanya setara Ola.


"Kita, kamu mungkin."

__ADS_1


"Ya aku dan kamulah, masa iya kamu sama sekali tak bisa merasakan getaran cinta seperti apa yang aku rasakan padamu saat ini?" ucap Faisal.


"Cinta, apa itu? dan apa kamu bisa tahu seperti apa bentuk cinta?" tanya Ola ketus.


"Cinta hanya bisa di rasakan tak bisa di uraikan dengan kata-kata," ucap Faisal.


"Mana bisa begitu, sekarang aku tanya padamu. Cintamu padaku itu seperti apa, yang di rasakan olehmu kala dekat denganku?" tanya Ola seraya menghentikan langkahnya.


"Setiap aku dekat denganmu, jantung ini berdetak kencang sekali dan rasanya juga nyaman. Kala jauh darimu rasa hati kangen dan inginnya selalu bertemu bahkan tak ingin pisah denganmu," ucap Faisal antusias menjelaskan tentang apa yang saat ini dia rasakan pada Ola.


"Jika yang namanya cinta seperti itu berarti aku belum punya rasa cinta padamu, karena aku tidak merasakan apapun saat dekat denganmu tidak ada getaran seperti yang kamu katakan tadi."


ucap Ola seraya melanjutkan langkahnya kembali menuju ke mobilnya.


"Aduh... kenapa susah sekali sih untuk meluluhkan hati Ola! harus bagaimana lagi aku untuk bisa mendapatkan dirimu!" batin Faisal hampir saja putus asa, akan tetapi dia tidak akan pantang menyerah untuk bisa mendapatkan cinta dari Ola.


Faisal melanjutkan langkahnya menuju ke mobilnya, sementara Ola sudah melesat pergi terlebih dahulu meninggalkannya.


"Ada ya wanita yang sifatnya keras melebihi kerasnya batu. Hati Ola bagaikan besi atau baja yang sangat susah untuk di kikis. Jika batu bisa terkikis oleh tetesan air terus melekeh, lantas jika besi atau baja bagaimana ya?" batin Faisal bingung.


Berjalannya waktu cepat sekali tak terasa sudah satu bulan berlalu dari pernikahan Olive dan Dokter Ridwan. Dokter Ridwan mengajak Olive dan Rere untuk tinggal di rumahnya yang begitu mewah dan besar. Olive pun tak menolaknya karena dia juga ingin menghilangkan jejak dari mantan suaminya Azka dan juga Mela.


Sejenak dia ingat pesan dari Ola yakni dia harus berhati-hati karena suatu waktu Mela bisa datang kapan saja, hingga ia memilih untuk tinggal di rumah Dokter Ridwan sebagai salah satu antisipasi dirinya.


Dia juga menyadari jika Mela itu licik dan dia tidak sepintar dan cerdik Ola, makanya dia lebih baik menjauh lebih dini daripada nantinya terjadi hal yang tidak diinginkan pada dirinya atau pada anaknya.


Rasa bahagia kini sedang menyelimuti kehidupan Olive dengan suami barunya apalagi Dokter Ridwan benar-benar seorang pria yang lemah lembut dan tidak pernah berkata kasar sedikitpun. Dia juga bisa mengambil hati Rere walaupun bukan anak kandungnya. Rere baru dekat dengan Dokter Ridwan belum lama sudah begitu akrab dan tak sungkan untuk memanggilnya sebagai seorang papah.

__ADS_1


Lain halnya dengan Mela saat ini sedang merasakan sesuatu hal yang aneh yang terjadi pada wajahnya.


"Kenapa akhir-akhir ini wajahku sering merasakan gatal sekali? padahal aku sudah beberapa kali periksa ke dokter spesialis kulit tetapi tidak ada gejala apapun pada wajah aku katanya baik-baik saja tetapi nyatanya aku merasakan begitu gatal, benar-benar aneh," gumamnya seraya ingin menggaruk wajahnya tapi ia takut lecet, apa lagi wajahnya sudah terlihat merah-merah.


__ADS_2