
Ola heran pada pria itu.
"Bagaimana mungkin dia tahu markas aku ini, dan bahkan tahu namaku pula? serta tahu segala rencanaku? sialan tuh orang, semoga saja dia benar-benar tak berniat jahat, terlebih lagi pada Olive dan Rere."
"Dia juga tahu tentang Mela, lantas apa sebenarnya yang dia tahu tentang Mela ya? sebenarnya tadi aku ingin bertanya padanya, tetapi aku sungkan juga. Pasti yang ada nanti dia semakin besar kepala."
Ola terus saja memikirkan pria tadi, dia sangat penasaran bagaimana bisa pria itu tahu semua tentang kehidupannya dalam waktu secepat itu. Dia pun meminta Brian menyelidiki akan pria itu.
"Brian, ada tugas untukmu sekarang juga. Tolong kamu selidiki pria yang tadi kemari menemuiku. Selidiki secara detail segala sesuatunya," pinta Ola.
"Siap, bos. Segera laksanakan tugas."
Saat itu juga Brian pergi untuk memulai misinya menyelidiki pria aneh yang barusan menemui Ola. Brian pertama menyelidiki ke kantor lama milik Azka di sana dia mencari tahu tentang pemilik perusahaan tersebut.
Sementara Ola juga memerintah salah satu anak buahnya yang lain untuk menyelidiki tentang keberadaan Mela.
"Aku ingin tahu sekarang ini Mela ada di mana. Apa Mela memang benar dia ini bakal menjadi batu sandungan untuk kehidupan Olive ke depannya? jika iya aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, aku akan terlebih dahulu menyingkirkannya sebelum ia melakukan hal buruk terhadap Olive kembali," batin Ola.
Beberapa hari kemudian Brian telah berhasil menemukan identitas pria yang waktu itu menemui Ola di markasnya.
"Bagaimana hasil penyelidikanmu terhadap pria itu?" tanya Ola pada Brian.
"Pria itu bernama, Faisal. Ternyata selain dia berprofesi sebagai presiden direktur. Dia juga salah satu sindikat mafia, ketua mafia juga seperti anda, bos. Makanya dengan mudah dia bisa mengetahui jati diri, anda. Tetapi dia bukan salah satu mafia kejam, menurut informasi yang saya dapatkan dia justru sering membantu orang yang butuh pertolongan."
"Walaupun orang itu tak meminta bantuan padanya, jika dia mengetahui orang sedang kesusahan akan segera di tolong. Dia juga suka sekali membasmi orang-orang jahat."
__ADS_1
"Mencuri, merampok, ke rumah-rumah orang kaya tapi yang terkenal jahat dan sadis. Hasil jarahan dia bagikan pad orang yang kurang mampu."
"Anak buahnya juga banyak seperti anak buah anda, bos."
Mendengar penjelasan dari Brian, Ola kini telah mengerti. Kini dia tinggal menunggu informasi dari anak buahnya yang lainnya tentang keberadaan Mela.
"Bagaimana, Edo. Apa kamu sudah mendapatkan informasinya?" tanya Ola pada anak buahnya yang lain.
"Sampai detik ini belum berhasil, bos. Target tiba-tiba sudah menghilang jejaknya entah kemana, sehingga saya susah untuk menyelidikinya," ucap Edo tertunduk takut.
"Bagaimana bisa kamu kehilangan jejaknya?" Ola merasa heran.
"Serius bos, terakhir saya mendapatkan informasi jika si target itu lontang-lantung sehabis dari lapas menjenguk si Azka setelah itu tidak dapat ditemukan lagi jejaknya entah ke mana," ucap Edo.
"Mas Sugawa, terima kasih ya. Berkat jasa mas, kini wajahku sudah tak mengerikan lagi. Bahkan lebih cantik dari wajahku yang dulu," ucap Mela bergelayut manja di lengan suami barunya.
"Iya, sayang. Sama-sama. Kamu memang pantas untuk mendapatkan semua ini, karena kamu wanit yang berhati mulia. Jika dulu kamu tak menolongku, pasti umurku tidak sampai detik ini," puji Sugawa pada Mela.
"Mas Sugawa terlalu berlebih-lebihan, jika orang lain yang ada di posisi aku juga akan melakukan hal yang sama kok," ucapnya.
"Mela, lantas untuk apa kamu merubah identitas dirimu dengan nama Ela?" tanya Sugawa heran.
"Mas, saat ini kan mantan suamiku masih ada di penjara. Jika aku tak merubah identitas dan diriku, aku takut jika dia telah keluar dari lapas bisa mengejar ku lagi. Aku nggak mau itu terjadi, mas. Aku benar-benar ngeri jika ingat masa itu."
Mela berakting menitikkan air mata.
__ADS_1
"Ust..ust...ust... sudah jangan sedih kan ada aku di sampingmu. Aku minta maaf ya, sudah membuatmu bersedih. Sekarang kamu tak usah khawatir atau cemas lagi, karena mantan suamimu takkan bisa mengenali jati dirimu itu," hibur Sugawa memeluk dan mencium pucuk rambut Mela.
"Ih, sebenarnya aku jijik sekali di perlakukan seperti ini. Coba jika yang memeluk aku, adalah anaknya. Pasti aku akan senang sekali," batin Mela.
Mela senang sekali wajahnya kini cantik melebihi wajahnya di masa lalu. Dan segala apa yang dia inginkan juga bisa ia dapatkan dari, Sugawa.
"Mas, kok anakmu betah sekali di luar negeri? apa memang dia tak pernah pulang ke Indonesia ini?" tanya Mela menyeledik.
"Dia nggak mau pulang jika kuliahnya di sana telah selesai. Dia bolsng irit ongkos katanya. Hingga dia tak pernah pulang sudah dua tahun ini. Biasanya dia pulang pada saat menjelang lebaran," ucap Sugawa.
"Tapi kenapa sejak aku di sini kok aku tidak pernah melihatmu telpon atau komunikasi dengan anakmu itu, mas?" tanya Mela lagi sengaja menyelidik.
"Kami selalu telponan tapi pada saat kamu sedang tidak ada di rumah atau sudah tidur. Aku sengaja juga tak memberi tahu padanya kalau telah menikah denganmu, karena dia itu nggak mau jika aku menikah lagi," ucap Sugawa.
"Loh, bagaimana mas ini? waktu itu kamu katakan, jika anakmu itu sangat penurut sekali. Dia takkan berani menentang pernikahan kita. Tetapi kenapa sekarang kamu mengatakan hal beda lagi, mas? aku jadi tak mengerti dengan jalan pemikiranmu," ucap Mela bingung.
"Ya karena waktu itu aku belum tahu jika anakku melarang aku menikah lagi. Aku baru tahu beberapa hari setelah aku mengatakan ingin menikahimu. Makanya aku tak memperkenalkan dirimu.pada anakku," ucap Sugawa.
"Hem, padahal aku ingin sekali berkenalan dan bahkan bertemu dengannya. Masa iya aku hanya bisa menatap wajah tampannya di foto," batin Mela kesal.
"Tapi nggak apa-apa dech. Sebelum anaknya kembali ke Indonesia, aku harus cepat menguasai semua harta milik Sugawa," batinnya menyeringai licik.
Pagi menjelang, Mela sengaja ingin berjalan-jalan untuk menghilangkan kepenatan karena selama ini dia tinggal di dalam rumah terus, sejak dia menjadi istri sah, Sugawa.
"Lelah juga aku setiap hari harus mengurus tua bangka itu. Bagaikan aku mengurus seorang bayi besar. Bagaimana caranya supaya aku lekas bisa mendapatkan semua harta, Sugawa?" batin Mela terus saja mencari cara untuk menyingkirkan Sugawa.
__ADS_1