Balas Dendam Saudara Kembar

Balas Dendam Saudara Kembar
Ending Cerita


__ADS_3

Perempuan itu sangat terkejut ketika melihat Dokter Ridwan menggendong bayinya sendiri. Ia tergagap tak bisa berkata-kata. Dokter Ridwan menghampiri perempuan itu lebih dekat lagi.


"Kenapa kamu diam, tak bisa berkilah lagi kan?" sindirnya seraya tersenyum sinis pada perempuan itu.


"Bagaimana bisa Dokter Ridwan tahu aku yang telah menculik anaknya? jika seperti ini aku akan gagal total untuk bisa mendapatkan cintanya," batinnya mulai panik.


"Dok, memangnya anda kenal dengan perempuan ini?" tanya salah satu petugas kepolisian.


"Sangat kenal, karena ia salah satu rekan kerjaku di rumah sakit. Ia adalah seorang perawat yang selalu mendampingiku jika aku menangani operasi," ucap Dokter Ridwan melirik sinis pada perempuan itu.


"Apa maksud dan tujuanmu menculik anakku, hah?" tanya Dokter Ridwan kesal.


Belum juga perempuan itu menjawab. Komisaris Besar Kepolisian menyela.


"Sebaiknya kita bahasa di kantor saja, Dok. Biar lebih nyaman dan Dokter pulang dulu untuk memberikan babynya pada istri dokter, supaya tak khawatir lagi," sarannya.


Saat itu juga, perempuan itu di bawa ke kantor polisi. Sementara Dokter Ridwan mengantarkan baby-nya ke rumah agar istrinya tidak lagi panik.


Beberapa menit saja, Dokter Ridwan telah sampai di rumah. Ia langsung mencari keberadaan istrinya yang sedang gelisah di kamar mondar mandir.


Dan pada saat melihat kedatangan suaminya dengan menggendong baby, Olive langsung berlari kecil menghampirinya.


"Alhamdulillah, anakku selama juga." Ia langsung meminta bayi yang sedang di gendong suaminya dan merengkuhnta dalam pelukannya.


Olive menangis terharu karena pada akhirnya bisa bertemu lagi dengan bayi laki-laki yang sangat tampan. Selagi Olive menangis terharu, datanglah Ola.


"Dok, syukurlah kamu berhasil menemukan anak kalian. Baru saja aku akan mengatakan jika aku belum menemukan identitas pelakunya," ucap Ola.


"Iya, Ola. Alhamdulillah, ternyata yang menculik anakku adalah seorang perawat yang bekerja di rumah sakit yang sama dimana aku bertugas," ucap Dokter Ridwan.


"Astaga, apa maksud perempuan itu menculik bayi kalian?" tanya Ola penasaran.


"Entahlah, makanya aku ingin tanya langsung padanya. Saat ini ia sudah ada di kantor polisi, aku berniat akan kesana."


"Olive sayang, aku pergi lagi ya ke kantor polisi. Ola, aku titip Olive dan anakku ya," pinta Dokter Ridwan.

__ADS_1


"Baiklah, Dok. Hati-hati ya, jangan lupa berkabar kaldu sudah ada informasi yang penting," pesan Ola.


Dokter Ridwan segera melangkah keluar kamar menuju ke pelataran rumah di mana mobilnya masih terparkir. Dan ia pun langsung melajukan mobilnya menuju ke kantor polisi untuk mengetahui apa maksud dan tujuan perempuan yang telah menculik bayinya itu.


"Heran kenapa sih Tita begitu tega menculik anakku, aku pikir dia itu gadis yang baik karena selama menjadi rekan kerjaku, dia itu tidak pernah berulah. Aku tidak menyangka sama sekali akan kelakuannya ini," gumam Dokter Ridwan heran.


Setelah sampai di kantor polisi dia pun duduk di hadapan Tita dan juga Komisaris Besar kepolisian di wilayah tersebut yang merupakan sahabat baik Dokter Ridwan.


"Baiklah, berhubung Dokter Ridwan telah datang kini saya akan langsung mengintrogasi anda, Nona Tita," ucapnya.


"Apa maksud tujuan anda menculik anak dari Dokter Ridwan?" tanyanya menyelidik.


"Saya tidak suka Dokter Ridwan menikah dengan Olive karena saya yang telah terlebih dulu mempunyai rasa cinta padanya. Tapi Dokter Ridwan tidak pernah menanggapi saya. Tujuan saya menculik anaknya supaya Olive segera memproses perceraian dengan Dokter Ridwan dan dokter mau menikah dengan saya," ucapnya lantang.


"Jadi kamu menggunakan anakku untuk bisa mendapatkanku?" tanya Dokter Ridwan tak percaya.


"Maafkan saya, saya pikir usaha saya akan berhasil dengan saya menculik anak anda. Olive akan mengurus surat perceraian dan setelah surat perceraian itu jadi saya baru akan mengembalikan anak kalian," ucapnya seraya tertunduk lesu.


"Astaga Tita, kenapa kamu berbuat senekat itu? aku sama sekali tidak menyangka bahwa di dalam hatimu itu penuh dengan sifat jahat," ucap Dokter Ridwan seraya menghela napas panjang.


"Tidak bisa, aku tidak akan memaafkanmu! biarlah hukum yang bekerja setiap perbuatan itu ada sebab dan akibatnya, tidak seenaknya kamu seperti ini. Aku ingin kamu mendapatkan hukuman yang setimpal dari apa yang telah kamu lakukan pada keluargaku!" bentak Dokter Ridwan kesal.


"Komandan, saya serahkan kasus penculikan anak saya ini pada anda. Segeralah diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, mohon maaf karena saya masih ada urusan. Saya permisi dulu nanti kita akan berkabar lagi." Ucap Dokter Ridwan menangkupkan kedua tangannya di dada setelah itu menyalami sahabatnya itu.


Pada saat Dokter Ridwan akan melangkah, tiba-tiba Tita bersimpuh dengan memegangi kaki sang dokter.


"Ampuni kesalahan saya, berikan kesempatan untuk bisa berubah menjadi lebih baik lagi, saya khilaf dok. Tolong jangan di perpanjang kasus ini," rengeknya seraya menitikkan air matanya.


Namun Dokter Ridwan sama sekali tak menghiraukan Tita, justru ia melepaskan paksa tangan Tita yang sedang memegang celananya.


Tita menangis meraung-raung, akan tetapi tidak ada satu aparat kepolisian yang merasa iba padanya. Justru semua petugas yang sedang bertugas menjsdi kesal dan membentak nya supaya menghentikan tangisnya yang begitu keras.


*******


Beberapa hari kemudian, suasana sudah kembali normal. Sudah tidak ada masalah, karena Tita sudah mendapatkan hukuman yang setimpal. Olive pun sudah ceria kembali.

__ADS_1


Dan ada satu kejutan lagi, dimana Ola datang bersama dengan Faisal.


"Ada apa kalian kemari di pagi buta seperti ini?" tanya Olive.


"Olive, kami sudah memutuskan untuk segera menikah secepatnya. Dan kami minta doa restunya ya, supaya langgeng."


Ucapan Ola sempat membuat Olive dan Dokter Ridwan terperangah seolah tak percaya. Mereka saling berpandangan satu sama lain


"Ola, aku sedang tidak bermimpi kan?" tanya Olive masih ragu.


"Astaga, Olive! aku ini serius akan menikah dengan Faisal tanyakan saja padanya jika kamu tak percaya."


'Faisal, kamu katakan padanya jangan hanya diam saja seperti ini," pinta Ola seraya menyikut lengan Faisal.


"Iya, Olive. Apa yang di katakan Ola memang benar, kami akan segera menikah, tapi Ola nggak mau ada pesta dan macam-macam. Dia ingin yang utama pernikahan kita sah di mata negara dan agama," ucap Faisal membenarkan apa yang di katakan oleh Ola.


Mendengar pengakuan dari Faisal barulah Dokter Ridwan dan Olive percaya.


**********


Beberapa hari kemudian setelah Ola dan Faisal memberitahu rencana pernikahan mereka. Kini saatnya mereka melakukan acara ijab qobul.


Pernikahan di lakukan sesuai rencana, tanpa ada pesta hanya ada acara syukuran saja. Bahkan keduanya juga tidak mengadakan honeymoon seperti pada pasangan pengantin baru paa umumnya.


Hari-hari setelah pernikahan berjalan lancar, tidak ada suatu masalah. Ola dan Faisal hidup tenteram dan damai. Bahkan mereka memutuskan untuk sama-sama keluar menjadi salah satu ketua besar markas mafia.


Karena mereka sudah lelah berkecimpung di dunia hitam yang penuh dengan tetesan darah. Faisal fokus dengan usahanya dan Ola pun membantunya.


Begitu pula dengan pasangan suami istri Olive dan Dokter Ridwan, mereka juga tidak alami masalah lagi.


Kini di kembar benar-benar hidup bahagia tanpa ada masalah serius dengan masing-masing pasangan hidupnya.


************ T.....A......M.....A......T*********


Terima kasih untuk para readers yang sudah bersedia baca karya remahan ini. Mohon maaf jika karya tak seperti yang di inginkan 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2