Bangkitnya Gadis Tertindas

Bangkitnya Gadis Tertindas
*BGT Bab 26


__ADS_3

"Mama ingin pernikahan antara Aditya dengan Chika dilakukan dalam waktu dekat. Karena sepertinya, itu adalah cara terbaik untuk membuat Chika bahagia," kata mama Gerry lagi dengan nada penuh dengan keyakinan sama apa yang ia katakan.


Dan, karena itu adalah permintaan yang masih tergolong masuk akal buat papa Gerry, maka dia bersedia memenuhi permintaan itu. Namun, dengan satu syarat, tidak akan ada permintaan yang lainnya lagi tentang Chika. Mama Gerry juga harus mengawal Chika dengan baik.


....


Plak! Sebuah tamparan mendarat ke wajah Aditya ketika ia baru saja menjejakkan kakinya di depan pintu masuk rumah. Tamparan keras yang datang dari papanya membuat sudut bibir Aditya langsung mengeluarkan darah karena sudut bibirnya yang pecah.


"Anak tidak tahu di untung kamu, Aditya! Aku membesarkan kamu bukan untuk menyusahkan hidupku, kau tahu itu bukan!?"


Teriakan menggema memenuhi kuping Aditya. Dia yang masih merasa sakit akibat bekas tamparan keras di pipinya, kini langsung menerima teriakan keras di kupingnya pula. Benar-benar hari yang buruk untuk Aditya sekarang.


Awalnya, Aditya tidak mengira akan ada kejadian ini setelah ia kembali ke rumah. Dia yang begitu bahagia karena baru saja bersama Cherry, bahkan bertambah bahagia karena bisa mengantar Cherry pulang ke apartemen, langsung lupa akan kejadian di kantor tadi pagi.

__ADS_1


Masalah besar yang sudah dia ciptakan, mendadak hilang ketika bersama gadis manis yang sudah mengisi hatinya sejak pertama bertemu waktu itu. Karena itu, saat dia pulang, dia tidak berpikir kalau hal buruk ini sudah menunggunya. Sekarang, dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Karena sebelumnya, hal ini tidak sedikitpun terpikirkan oleh Aditya. Jadi, sama sekali tidak ada solusi untuk masalah sekarang. Yang bisa ia lakukan hanyalah diam mematung selama beberapa saat.


"Papa .... " Aditya berucap pelan. Tapi, ucapannya itu seketika di sambut dengan amarah lagi oleh sang papa.


"Anak kurang ajar! Jangan panggil aku papa setelah apa yang telah kamu lakukan. Berani-beraninya kamu melakukan hal gila di depan banyak orang," kata papa Aditya sambil mengangkat tangannya kembali. Dia berniat untuk memukul Aditya untuk yang kedua kali. Beruntung, mama Aditya langsung datang untuk menghentikan niat tersebut.


"Hentikan, Pa! Jangan pukul Aditya lagi. Semua ini tidak akan selesai jika papa menggunakan kekerasan."


"Tapi anak ini sudah sangat keterlaluan, Ma. Kamu tahukan apa yang sudah dia lakukan?"


"Adit, ayo duduk sekarang. Kita harus bicara agar masalah besar yang kamu buat bisa segera diselesaikan dengan baik," ucap sang mama sambil mengandeng tangan Aditya.


Aditya tidak berucap satu patah katapun. Namun, apa yang mamanya katakan, dia ikuti dengan cepat.

__ADS_1


Keluarga Aditya pun membahas apa yang sudah Aditya lakukan pada Chika. Peringatan yang keluarga Sudirja berikan, langsung membuat keluarga Adit ketakutan. Teruntuk papa Adit yang sangat sayang akan perusahaan yang sudah ia bangun dari nol.


"Pertunangan tidak akan di batalkan Aditya. Yang ada, pernikahan harus segera di lakukan agar kalian berdua bisa terikat satu sama lain dalam sebuah ikatan suci tali pernikahan. Dengan begitu, kalian berdua pasti akan sama-sama fokus dengan kehidupan rumah tangga kalian saja. Tanpa ada pikiran tentang kehadiran orang ketiga seperti saat ini." Mama Adit bicara dengan nada lemah lembut pada anaknya.


Sayangnya, meskipun telah bicara dengan nada lemah lembut, tapi Aditya tetap saja tidak akan luluh. Yang ada, dia semakin merasa tidak nyaman untuk tetap bertahan melanjutkan obrolan keluarga ini.


"Tidak, Ma. Pernikahan tidak akan pernah terjadi. Karena aku tidak suka Chika. Dia bukan perempuan yang tepat untuk aku jadikan istri."


"Jika dia tidak tepat, lalu siapa yang tepat menurut kamu Aditya? Perempuan yang tidak tahu malu yang sekarang sedang dekat dengan kamu itu? Iya?" Papa Adit yang masih naik darah, tentu tidak akan bicara dengan nada rendah pada Aditya. Apalagi karena penolakan Aditya barusan, semakin naik pulalah darahnya sekarang.


"Dia bukan perempuan yang tidak tahu malu, Pa! Dia adalah perempuan manis yang baik. Dengan sikapnya yang lembut, dia begitu menyentuh hati dan selalu bikin aku merasa nyaman saat bersama dengannya."


"Apa!? Berani-beraninya kamu memuji penggoda itu di depan papa dan mamamu, Aditya!? Dasar anak lancang yang tidak tahu diri kamu, Aditya!"

__ADS_1


"Terserah papa mau bilang aku apa. Yang jelas, aku tidak akan setuju menikah dengan Chika. Bagaimanapun caranya. Apapun alasannya, aku tidak akan bersedia melanjutkan hubungan yang tidak sehat ini lagi."


Setelah berucap kata-kata itu, Aditya langsung ingin meninggalkan kedua orang tuanya. Tapi sayang, papanya tidak akan membiarkan Aditya untuk pergi. Karena obrolan mereka masih belum selesai. Begitu pula sang mama yang juga merasa tidak setuju dengan apa yang sedang Adit pikirkan.


__ADS_2