
Efek tangisan juga tawa yang membuat Chika langsung ketakutan. Sebenarnya, itu adalah alat yang sengaja Cherry selipkan di antara kontak yang langsung terhubung jika flash disk menyentuh laptop.
Karena teriakan itu pula, semua orang langsung datang ke kamar Chika. Pintu kamar yang tidak terkunci membuat mama juga papa Gerry bisa langsung menerobos masuk ke dalam.
Mereka yang cemas, tentu berpikir kalau anak mereka di datangi penjahat lagi. Tanpa mereka sadari, anak mereka sendiri itulah penjahatnya.
"Chika sayang, ada apa, Nak?" Mama Gerry langsung merebut tubuh Chika untuk ia peluk. Sementara papa Gerry, matanya langsung tertuju ke arah laptop yang jatuh ke bawah.
Saat laptop ia buka, betapa kagetnya dia yang langsung bisa melihat kenyataan dari vidio tersebut. Mata papa Gerry membulat sempurna. Tidak pernah ia bayangkan jika anak angkatnya begitu kejam.
"I-- ini ... apa yang terjadi sebenarnya, hah! Chika! Kamu .... "
"Ada apa, Pah? Kenapa bicara dengan nada tinggi begitu sama Chika? Gak lihat apa? Chika sedang ketakutan."
Tanpa menjawab apa yang istrinya katakan, papa Gerry langsung memperlihatkan apa yabg ia lihat sebelumnya. Sontak saja, apa yang mama Gerry lihat langsung membuat mama Gerry menjadi syok.
__ADS_1
Tangan dan kakinya terasa lemas seketika. Tubuhnya pun jatuh ke lantai seketika. Karena kaki sudah tidak bisa menahan beban berat dari tubuh itu sendiri.
"Ti-- tidak. Anakku ... anakku bukan pembunuh."
Meskipun kenyataan sudah ia lihat. Tapi mama Gerry masih ingin menyangkalnya. Dengan air mata yang mengalir perlahan, dia melihat Chika yang masih terlihat ketakutan di atas ranjang.
Seketika, mama Gerry seolah-olah mendapatkan kekuatan. Ia bangun dari jatuhnya, lalu menghampiri Chika dengan cepat.
Ia pegang bahu Chika dengan keras, membuat Chika yang sedang menangis semakin mengencangkan tangisannya. "Chika! Katakan sama mama kalau vidio itu bohong, Nak. Itu bukan kamu, kan. Itu palsu, kan Chika."
"Inilah buktinya kalau mama gagal dalam mendidik anak. Memanjakan anak tidak salah, Ma. Tapi terlalu memanjakan membuat anak itu hilang kendali."
"Tidak. Mama masih tidak yakin ini bisa terjadi, Pa. Mama selalu berusaha melakukan yang terbaik agar dia merasa, kalau hidupnya sudah sangat baik-baik saja. Jauh lebih baik dari orang lain yang punya ayah juga ibu kandung.
Tapi ... kenapa dia jadi brutal seperti ini, Pah? Mama sungguh sangat tidak percaya."
__ADS_1
Sebenarnya, bukan vidio itu yang membuat mama Gerry bicara kalau ia tidak percaya akan hal yang sudah terjadi. Melainkan, hatinya yang sedih, yang tidak bisa menerima kenyataan kalau anak yang ia besarkan dengan berlimpahan kasih sayang ternyata begitu kejam sampai mampu membunuh orang lain.
Sementara itu, Chika yang sudah beberapa kali mendapat kejutan untuk hati juga pikirannya. Tentu saja tidak mampu berdalih lagi. Ia yang sudah termakan akan kesalahan yang besar, yang selama ini sudah banyak ia lakukan, tidak punya cara selain mengakui kesalahan yang ia perbuat. Mana pendukung yang selalu membuat hatinya merasa besar sudah tidak ada lagi. Karena itu, Chika merasa tidak ada tempat untuk berlindung lagi sekarang.
"Mama .... " Chika langsung beranjak dengan cepat dari duduknya. Lalu, dengan cepat pula ia menghambur ke dalam pelukan sang mama.
"Tolong aku, Ma. Tolong maafkan semua kesalahan yang telah aku perbuat. Chika salah, Ma. Salah." Chika berucap sambil menangis.
Namun, harapan Chika untuk mendapatkan kemaafan dari sang mama tentu tidak akan terwujud. Mama Gerry yang sudah terlanjut kecewa akan sikap anak kesayangannya ini, langsung melepaskan pelukan Chika secepatnya.
"Tidak, Chika. Mama sudah banyak melakukan kesalahan hanya untuk melindungi kamu. Saat itu, mama pikir kalau kesalahan yang kamu perbuat itu wajar untuk menerima bantuan dari mama. Tapi, ketika kamu dengan berani melenyapkan nyawa orang lain. Mama berpikir, kalau mama telah salah besar merawat kamu."
Ucapan yang datang bersama dengan air mata yang mengalir deras itu membuat Chika kaget bukan kepalang. Bagaimana tidak? Dia yang sebelumnya berpikir kalau permintaan maafnya akan terkabulkan, tapi malah kenyataannya berbanding terbalik. Dia malah mendapatkan ucapan yang penuh dengan nada penyesalan.
Hal itu membuat Chika membatu selama beberapa saat. Hingga akhirnya, dia langsung beranjak menjauh dari sang mama. Lalu, ia ambil gunting yang ada di dalam laci nakas tak jauh dari tempat dia berada sebelumnya.
__ADS_1