Bangkitnya Gadis Tertindas

Bangkitnya Gadis Tertindas
*BGT Bab 49


__ADS_3

"Begitulah malangnya hukum di negara ini, Cherry. Hukum bisa mereka beli. Tapi kamu tenang saja. Sekarang, kamu tidak sendirian. Ada aku yang akan membantu kamu melakukan semua itu. Aku siap untuk menemani kamu buat mencari kebenaran."


Cherry tersenyum lebar. Entah sejak kapan, keduanya sangat saling dekat satu sama lain. Bahkan, kini sudah seperti saling membutuhkan.


"Mm ... oh iya, ngomong-ngomong, ada satu hal yang masih mengganjal di kepalaku, mas Gerry."


"Apa?"


"Kenapa kamu bisa datang ke rumahku waktu itu? Pertanyaan itu selalu muncul ke dalam benakku. Hanya saja, aku belum punya kesempatan untuk bertanya."


"Itu ... mm .... " Gerry terlihat agak gugup untuk menjawab. Ia pun seperti sedang ingin mencari alasan yang tepat. Tapi Cherry yang memberikan tatapan tajam ke arahnya membuat ia takut untuk berbohong.


"Itu karena aku ... aku menugaskan Zein untuk menyelidiki kamu. Tapi kamu jangan marah padaku. Aku mohon," ucap Gerry dengan cepat.


"Apa!? Kamu menugaskan Zein untuk menyelidiki aku?" Cherry berpura-pura memasang wajah marah.


Gerry pun semakin kelabakan di buatnya.


Dengan susah payah, ia berusaha menjelaskan semua yang terjadi. Tapi pada akhirnya, wajah kesal ia perlihatkan ketika Cherry menertawai dirinya yang terlihat sangat miris akibat ingin membujuk Cherry.

__ADS_1


"Kamu ... dasar kamu yah. Berani-beraninya kamu mengerjai aku. Kau tahu, ini adalah yang pertama kalinya aku dikerjai oleh seseorang. Cherry .... "


"Ha ha ha. Mas Gerry. Kamu lucu sekali."


Candaan itu berakhir dengan Cherry yang minta maaf setelah Gerry mengejarnya. Lalu, menggelitik perutnya hingga ia tidak kuat lagi.


Jika dilihat sekilas, Cherry dan Gerry adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Saat ini, mereka sedang berpacaran, atau sedang berkencan dengan romantis-romantisnya. Tapi pada kenyataannya, hubungan mereka masih tidak terungkap sedikitpun. Satu kata cinta pun tidak ada yang terlepas dari mulut keduanya.


Mereka hanya menjalani hidup sesuai yang waktu berikan saja. Mengikuti arus yang terjadi. Menuruti apa yang hari rasakan. Jika itu nyaman, maka mereka teruskan. Hubungan mereka tak ubah seperti, hubungan yang terjalin tanpa ada status yang pasti. Hanya berjalan seperti air mengalir tanpa ada wadah yang menampung.


.....


Kali ini, mereka akan langsung menuju kediaman tante Resti. Akan mereka porak-porandakan kediaman ini seperti yang orang suruhan tante Resti lakukan pada rumah Cherry sebelumnya.


Serangan mendadak dari Cherry dan Gerry benar-benar mengejutkan tante Resti. Orang-orang yang ia siapkan, tentu kalah jauh dari orang-orang Cherry dan Gerry yang kini sudah bergabung.


Kediaman itu langsung hancur akibat perkelahian. Anak buah tante Resti di musnahkan dengan cara di beri pelajaran, kemudian di serahkan ke kantor polisi. Sedangkan tante Resti sendiri, di buat mati kutu oleh Cherry setelah beberapa pukulan di tubuhnya.


Selanjutnya, dengan semua bukti yang Cherry dapatkan, tante Resti di jebloskan ke penjara karena berbagai macam tuduhan. Termasuk, penampungan barang haram yang selama ini ia lakukan. Semuanya telah terbongkar di depan polisi.

__ADS_1


Ternyata, bantuan Gerry dangat berarti bagi Cherry. Karena tanpa bantuan Gerry, semua itu akan sangat sulit untuk Cherry lakukan.


Kini tinggal giliran Chika. Kali ini, Gerry menyerahkan semuanya ke tangan Cherry. Dia tidak akan ikut campur lagi. Karena Cherry memang menginginkan hal tersebut.


"Apa mas Gerry yakin tidak akan keberatan jika aku menghukum adikmu itu?"


"Tentu saja aku yakin, Cher. Karena sudah seharusnya, dia menerima apa yang sudah ia lakukan. Selama ini, aku ingin menghukumnya. Tapi sayang, aku tidak bisa."


"Baiklah. Karena mas Gerry tidak bisa. Jadi, biarkan aku yang melakukannya."


....


Beberapa hari kemudian, Chika yang sedang merasa ketakutan dengan kabar tentang tante Resti, kini juga mendapat teror yang membuat hidupnya semakin tidak tenang. Ya, itu pelakunya adalah Cherry. Dia sering mengirimkan paket ke Chika.


Paket yang berisi ancaman yang membuat Chika terus teringat masa lalu. Ia sengaja melakukan hal tersebut untuk membuat Chika tersiksa dengan rasa bersalah. Dan ternyata, apa yang ia lakukan itu sungguh efektif.


Cherry telah mengirim vidio kebakaran dahsyat. Kemudian, obrolan Chika dengan seseorang. Juga ada banyak lagi kata-kata bernada ancaman yang bisa membuat Chika ketakutan.


Dan sekarang, Cherry mengirim vidio pembunuhan Aditya yang Chika lakukan. Sontak, hal tersebut membuat Chika semakin tidak karuan. Ia pun berteriak histeris karena vidio yang ia putar ternyata langsung muncul efek lain.

__ADS_1


Efek tangisan juga tawa yang membuat Chika langsung ketakutan. Sebenarnya, itu adalah alat yang sengaja Cherry selipkan di antara kontak yang langsung terhubung jika flash disk menyentuh laptop.


__ADS_2