
Hal itu membuat Chika membatu selama beberapa saat. Hingga akhirnya, dia langsung beranjak menjauh dari sang mama. Lalu, ia ambil gunting yang ada di dalam laci nakas tak jauh dari tempat dia berada sebelumnya.
Chika lalu mengangkat gunting itu tinggi-tinggi.
"Mama lihat gunting ini? Jika mama tidak bersedia memaafkan aku, maka aku akan bunuh diri," ucap Chika mengancam sang mama.
Tapi, lagi-lagi, Chika mendapatkan kejutan yang luar biasa. Karena apa yang ia pikirkan ternyata tidak berjalan sesuai dengan harapan. Sang mama bukannya merasa cemas, tapi malah sebaliknya.
"Lakukan jika kamu ingin, Chika. Jika bunuh diri adalah jalan yang paling bain buat kamu, maka mama akan membiarkan kamu melakukan hal itu."
Sungguh, ucapan itu adalah ucapan yang sama sekali tidak pernah Chika bayangkan sebelumnya. Sang mama yang dulunya begitu menyayangi ia, rela berkorban hanya untuk dia. Bahkan, mengabaikan anak kandungnya sendiri karena dia yang jelas-jelas hanya anak angkat saja. Kini, malah merelakan ia begitu saja.
Begitulah manusia. Jika sudah terlalu kecewa akan seseorang yang paling ia sayangi, maka perubahan besar akan ia perlihatkan tanpa berpikir panjang lagi. Hal itulah yang mama Gerry alami saat ini. Terlalu kecewa dengan Chika, maka rasa sayangnya langsung berubah menjadi tidak perduli.
Sementara itu, papa Gerry yang merasa tidak enak hati langsung menyentuh bahu sang istri.
"Ma." Papa Gerry berucap dengan lembut.
__ADS_1
"Biarkan, Pa. Mama yang telah salah dalam mendidik dia. Jika dia memang menginginkan pergi, maka mama akan biarkan saja dia pergi sekarang. Karena itu pilihan yang ia ambil sendiri."
Chika yang mendengar kata-kata itu. Langsung merasa terhiris habis hatinya. "Mama jahat! Mama sungguh sangat kejam padaku."
"Kamu yang membuat mama jadi begini, Chika. Sudah mama asuh dengan kasih sayang yang berlimpah, kamu malah membuat mama sangat kecewa. Bagaimana mama bisa melihat dunia sekarang, Chika!? Katakan! Bagaimana!?"
"Heh! Memang mama bukan mama kandungmu. Aku harusnya sadar akan hal itu," kata Chika sambil tertawa kecil. Tapi, matanya terus menangis.
Saat itulah, Chika merasa lemah. Ternyata, ancaman yang ia berikan tidak berlaku lagi. Hatinya menjadi sangat sedih sekarang. Niat yang sebelumnya hanya untuk mengancam, kini berubah menjadi niat yang sesungguhnya.
Dengan cepat, Chika mengarahkan gunting ke perutnya. Lalu, ia tusuk gunting itu dengan cepat. Tapi, tangannya kalah cepat dari tangan papa Gerry. Gunting itu tertahan dan tidak sempat menusuk perutnya.
Belum sempat papa Gerry menjawab apa yang Chika katakan, pintu kamar Chika terdengar sebuah ketukan yang membuat perhatian semuanya teralihkan.
"Tuan, nyonya, nona Chika. Maaf, saya mengganggu karena ada yang ingin bertemu dengan tuan dan nyonya." Suara pelayan mansion terdengar nyaring di depan pintu kamar itu.
"Siapa orang yang ingin bertemu dengan kami?" Mama Gerry angkat bicara.
__ADS_1
"Mereka adalah .... "
Suara itu pula langsung tertahan karena pintu kamar yang langsung terbuka. Di depan pintu kamar muncul dua orang polisi yang sedang memakai pakaian tugas mereka.
Sontak, mereka bertiga yang ada di dalam kamar langsung terkejut dengan kemunculan kedua polisi itu. Dan yang paling terkejut, tentunya Chika. Karena yang punya salah itu adalah dia.
"Selamat malam, tuan dan nyonya. Maafkan kami yang langsung menerobos masuk ke dalam rumah kalian."
Lalu, polisi itu langsung menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke mansion Sudirja. Lengkap dengan surat penangkapan untuk Chika.
Kata-kata yang polisi ucapkan membuat Chika sangat ketakutan. Ia ingin kabur, tapi sayangnya sudah tidak bisa. Ia juga meminta pertolongan dari mama juga papa angkatnya. Namun sayang, kali itu sama sekali tidak ada reaksi dari sang mama yang ia harap masih bisa berubah pikiran.
"Rumah ini sudah kami kepung. Anda tidak akan bisa kabur ke manapun." Salah satu polisi berucap dengan tegas saat Chika berusaha untuk melarikan diri.
"Tidak. Aku tidak bersalah. Jadi, jangan tangkap aku. Mama ... papa ... tolong, Chika. Chika gak salah, Ma. Chika gak salah. Ini semua .... "
"Sampai di sini, kamu masih tidak sadar akan kesalahan yang sudah kamu perbuat, Chika. Mama sangat tidak habis pikir akan diri kamu," ucap mama Gerry langsung memotong perkataan anaknya.
__ADS_1
Chika pun terus menyanggah apa yang sedang terjadi. Tapi, semua bukti sudah lengkap. Mana bisa ia menghindar lagi. Karena itu, dia langsung di bawa ke kantor polisi oleh beberapa orang polisi yang datang ke tempat tinggalnya.