
"Aku titip dia sebentar, Zein. Tolong jaga dia dengan baik."
"Tuan muda mau ke mana?"
"Papa menghubungi aku. Aku akan jawab panggilan papa di luar."
"Baiklah tuan muda."
Setelah kepergian Gerry, Zein yang menggantikan Gerry menjaga Cherry. Tapi, beru beberapa menit setelah kepergian Gerry, Cherry pun langsung membuka mata. Alhasil, Zein yang panik langsung berteriak Gerry dengan lantang.
"Tuan muda. Tu .... "
Panggilan Zein langsung tertahan ketika tangan Cherry langsung menggenggam erat tangan Zein. Posisi Cherry juga langsung berubah seketika. Dari berbaring lemah, langsung bangun dengan tatapan tajam ke arah Zein.
"No-- nona."
Tentunya, Zein mendadak dibuat semakin tak karuan akibat apa yang Cherry lakukan saat ini. Dia terlihat serba salah dan juga sangat bingung dengan apa yang telah Cherry lakukan.
__ADS_1
"Nona. Anda .... "
"Katakan padaku! Apa kamu adalah orang yang sudah menyelamatkan aku lima tahun yang lalu?"
Pertanyaan itu semakin membuat Zein bingung. Karena apa yang Cherry katakan, sama sekali tidak bisa membuat Zein ingat akan kejadian lima tahun yang lalu.
"Ap-- apa maksud, nona? Aku? Menyelamatkan nona lima tahun yang lalu? Maaf, aku sama sekali tidak ingat apapun. Sedikitpun tidak mengerti dengan apa yang nona katakan."
"Tidak. Aku yakin kalau aku tidak salah mengenali suara. Lima tahun yang lalu, aku terjebak dalam kebakaran di sebuah gudang kayu di tepi laut. Aku selamat karena pertolongan dari seseorang. Hanya saja, aku tidak tahu siapa orang itu. Karena aku tidak bisa melihat wajah orang yang menyelamatkan aku. Tapi suaranya, suara itu sama persis dengan suara milikmu. Tepatnya, ketika kamu memanggil tuan muda."
Saat itulah, Zein baru ingat akan kejadian naas lima tahun yang lalu. Gerry datang ke gudang kayu milik keluarga Sudirja untuk melihat gudang kayu itu masih layak di pakai atau tidak.
Gerry tetap menerobos masuk meskipun Zein berusaha mencegahnya. Ketika telah berhasil menemukan orang yang meminta tolong, malang, balok kayu yang menjadi tiang penyangga malah tumbang.
Zein berteriak kencang. Tapi Gerry malah meminta Zein mendahulukan orang yang ingin ia tolong. Dengan perasaan terpaksa, Zein langsung mengikuti apa yang Gerry katakan. Mengeluarkan perempuan yang tak lain adalah Gerry dari gudang kayu tersebut terlebih dahulu. Sedangkan Gerry, terpaksa ia biarkan terjebak di dalam gudang tersebut dengan keadaan yang tak kalah mengkhawatirkan.
Karena kecelakaan itu, Gerry mengalami keretakan pada tulang belakangnya. Dan, tubuhnya yang terbakar, juga meninggalkan bekas yang cukup serius hingga saat ini. Dia juga sempat koma selama beberapa hari. Dan, butuh waktu selama lebih dari satu tahun untuk ia sembuh total dari sakit akibat kecelakaan itu.
__ADS_1
Waktu itu, Gerry sempat meminta Zein untuk menemukan perempuan yang ia tolong setelah ia sadar dari komanya. Tapi sayang, perempuan yang ia tolong malah seakan hilang di telan alam. Tidak ada kabar sedikitpun. Hingga pada akhirnya, Gerry tidak membahas lagi perempuan itu meskipun dalam hati, ia selalu mengingatnya. Selalu ingin tahu bagaimana keadaan orang yang sudah ia selamatkan. Masih bertahan hidup, ataukah selaiknya.
Tapi sekarang, orang yang ia ingin tahu malah datang dengan sendirinya. Zein yang cukup tahu akan kehidupan Gerry, langsung memasang wajah cerah setelah ingat akan kejadian itu.
"Jadi ... perempuan itu adalah nona?"
"Maksud kamu?" Cherry langsung menatap penuh harap ke arah Zein. "Apa benar itu adalah kamu?"
"Tidak, nona. Yang menyelamatkan nona bukan saya. Melainkan, tuan muda saya. Tuan muda Gerry yang kini sedang berada di luar."
Zein pun langsung menceritakan prihal kejadian secara garis besar pada Cherry. Cherry yang mendengarkan cerita itu langsung terdiam tanpa bisa berkata satu patah katapun.
"Begitulah ceritanya, nona. Tuan muda yang menyelamatkan nona dari kebakaran itu."
"Ja-- jadi ... bekas luka bakar yang ada di punggungnya itu karena aku? Luka bakar itu karena ingin menolong nyawaku?" Cherry berucap dengan suara pekan karena ia sedikit tidak bisa mempercayai keadaan saat ini. Bukan tidak bisa, tapi terlalu syok untuk menerima sebuah kenyataan.
"Yah. Itu benar, nona. Tuan muda rela mengorbankan nyawanya untuk nona. Entah mengapa, aku merasa jika tuan muda agak berlebihan terhadap nona. Bukan hanya waktu itu, sekarang pun sama saja."
__ADS_1
"Ap-- apa maksudmu?" Cherry berucap sambil menatap lekat Zein.
Karena kata-kata Zein barusan terdengar agak berbeda di kuping Cherry. Seperti seseorang yang selalu ingin melindungi orang yang ia cintai. Begitulah perasaan Cherry menanggapi perkataan Zein barusan.