Bangkitnya Gadis Tertindas

Bangkitnya Gadis Tertindas
*BGT Bab 41


__ADS_3

Sementara itu, Gerry yang melihat reaksi Cherry langsung menatap Cherry dengan tatapan lekat. "Kamu ... tidak tahu kalau aku dan Chika hanya saudara angkat? Tepatnya, dia adalah adik angkat, tapi adik sepupu aku."


"Mama terlalu sayang padanya, melebihi sayang mama padaku. Tapi kamu jangan salah paham. Aku tidak ingin memanfaatkan kamu untuk menjauhkan mama dari Chika. Karena aku sama sekali tidak pernah punya rasa iri sedikitpun pada adik angkat ku itu."


"Hanya saja, aku merasa kalau ini sudah saatnya dia menerima hukuman. Karena apa yang ia lakukan selama ini, sungguh sangat keterlaluan. Dia sudah banyak berbuat hal jahat. Tapi, tidak sedikitpun mendapatkan hukuman."


"Aku selalu punya bukti untuk menyeret ia ke jalur hukum agar bisa menerima hukuman. Tapi sayangnya, mama tidak akan membiarkan aku melakukan hal itu. Mama punya banyak cara untuk melindungi Chika. Bahkan, mama rela bermusuhan dengan aku hanya demi untuk melindungi Chika."


"Karena itu, aku ingin meminjam tanganmu untuk memberikan efek jera buat Chika. Karena aku tidak bisa melakukannya sendiri. Aku tidak ingin melihat mama membenci aku atas apa yang aku lakukan. Sedangkan kamu, mama tidak kenal kamu. Jadi, tidak akan ada pengaruhnya untukmu jika mama membenci kamu, bukan?"


Penjelasan panjang lebar itu akhirnya membuat Cherry yakin dan percaya kalau Gerry tidak berada di pihak Chika. Bahkan, mungkin Gerry saat ini ada di pihaknya. Karena itu, Cherry berniat untuk mempercayai Gerry sepenuhnya. Meskipun begitu, ia tidak akan mengurangi sikap waspada juga kehati-hatian nya terhadap Gerry.


"Baiklah, mungkin aku bisa mempercayai kamu. Karena apa yang kamu katakan mungkin benar. Lagipula, aku memang tidak akan merasa keberatan jika dibenci oleh mamamu. Karena aku bukan siapa-siapa kalian, bukan? Lagipula, tidak ada salahnya dibenci karena telah melakukan hal yang baik."

__ADS_1


"Bagus. Terima kasih sudah ingin mempercayai aku. Kalau begitu, kamu sudah bisa pergi sekarang. Silahkan."


Ucapan itu sejujurnya agak membuat Cherry merasa kesal. Tapi, harus bagaimana lagi? Tidak mungkin juga ia marah akan kata-kata yang Gerry katakan. Karena memang seharusnya ia pergi saat ini.


"Kamu tidak perlu cemas akan para pengawal. Aku akan mengalihkan perhatian mereka dari kamu sekarang."


Gerry pun memanggil semua pengawal untuk datang ke kamarnya. Dengan begitu, halaman akan kosong dan Cherry bisa keluar dengan mudah.


...


Karena yang Cherry pikirkan bukan soal Gerry. Melainkan, soal flash disk yang ia dapatkan dari Gerry tadi.


Karena rasa penasaran akan isi dari flash disk tersebut, Cherry langsung menghubungkan flash disk itu ke laptop. Tapi, laptop yang ia pakai tentunya laptop cadangan yang tidak punya file sedikitpun.

__ADS_1


Maklum, Cherry adalah gadis yang sangat berhati-hati. Dia yang selalu waspada akan setiap hal yang ingin ia lakukan agar tidak menyesal nantinya. Yah, meskipun ia ingin mempercayai apa yang Gerry katakan. Tapi tetap saja, dia masih harus berhati-hati. Dia tidak ingin dijebak. Karena manusia itu tidak bisa dipercaya seutuhnya.


Namun, apa yang Cherry lihat saat ini sungguh membuat hatinya langsung mempercayai Gerry sepenuhnya. Karena di dalam flash disk tersebut memang ada bukti yang sangat jelas. Itu adalah rekaman cctv yang entah bagaimana bisa Gerry dapatkan. Bagaimana Chika memukul Aditya, lalu pergi meninggalkan kamar tersebut setelah melakukan kejahatan yang ia buat. Sungguh, hal yang sangat mengejutkan juga memancing emosi besar di hati Cherry.


"Lak- nak! Ternyata benar apa yang aku pikirkan. Dialah yang membunuh Aditya. Bukan orang lain yang seperti di rumorkan oleh orang-orang saat ini."


"Baiklah. Akan aku kopi file ini supaya barang bukti ini tidak bisa dihilangkan."


Cherry melakukan pekerjaan dengan teliti. Kemudian, ia berusaha memikirkan cara agak bisa melawan Chika dengan baik.


...


Sayangnya, apa yang Cherry harapkan tidak sama dengan kenyataan yang sedang terjadi. Semua rencana yang sudah ia susun, gagal berantakan akibat serangan dari tante Resti duluan. Serangan dadakan, yang tidak bisa Cherry hindari. Membuat ia kehilangan Letto akibat ingin melindungi malam itu.

__ADS_1


Awalnya, semua baik-baik saja. Setelah ia mendapatkan bukti kejahatan Chika, pagi harinya dia langsung mendatangi kantor polisi untuk melaporkan kasus yang sudah polisi tutup dengan Chika sebagai korban.


Semuanya berjalan sesuai keinginan. Tapi sayang, pada malam hari kediaman Cherry langsung kedatangan pembunuh bayaran yang berkedok perompakan. Cherry yang tidak menyangka akan hal tersebut tentu langsung panik.


__ADS_2