Bangkitnya Gadis Tertindas

Bangkitnya Gadis Tertindas
*BGT Bab 43


__ADS_3

"Jangan cemaskan aku, kak. Pergi sekarang bagaimanapun caranya. Di sini, aku masih bisa menahan mereka agar tidak menghalangi kak Letto untuk pergi."


"Tapi Cherry .... "


"Zia butuh bantuan, kak. Dia akan selamat jika kakak segera pergi. Jangan pikirkan aku, karena aku akan baik-baik saja."


Sayangnya, harapan tidak sesuai dengan keinginan. Pembunuh bayaran itu tidak akan membiarkan Letto pergi meninggalkan rumah Cherry. Jangankan rumah, meninggalkan kamar saja tidak akan mereka biarkan.


Para pembunuh bayaran itu seakan tidak mengenal kata lelah. Tenaga mereka seperti tidak sedikitpun berkurang meskipun Cherry dan Letto telah mengeluarkan semua kemampuan yang mereka miliki.


Sementara Cherry sibuk memikirkan cara untuk melumpuhkan para pembunuh bayaran, Letto pula sibuk memikirkan cara untuk melindungi Cherry. Tanpa ia pikirkan cara untuk melindungi nyawanya sendiri. Karena itu, tanpa sadar, sebuah peluru langsung mengenai tubuh Letto di bagian dada kirinya.


Seketika, Letto langsung terjatuh ke lantai sambil memegang dadanya yang perlahan mengeluarkan darah segar. Ambruknya Letto membuat Cherry semakin tak karuan. Trauma masa lalu mendadak menghantui Cherry ketika melihat Letto jatuh ke lantai.


"Tidak ...! Kak Letto ...!" Cherry menjerit dengan nada nyaring. Semua kekuatan ia kerahkan untuk mengeluarkan suara jeritan barusan.

__ADS_1


Seketika, saat itu pula ia merasa kakinya lemas. Tubuhnya pun tidak mampu bertahan berdiri lagi. Ia terjatuh dengan air mata yang mengalir deras. Tidak ia hiraukan lagi, apa yang akan terjadi dengan nya saat ini. Nyawanya yang juga sedang dalam bahasa, sudah tidak Cherry ingat lagi.


"Tidak ...! Jangan lakukan ini! Jangan! Kak Letto bagun ...!" Cherry yang sebelumnya adalah wanita kuat. Kini ambruk jatuh ke lantai akibat luka hati karena kehilangan orang yang ia cintai datang lagi. Trauma saat kehilangan sang kakak membuat akal sehat Cherry mendadak menghilang. Ia langsung membiarkan dirinya hanyut ke dalam kesedihan.


Melihat Cherry yang menjatuhkan diri dengan posisi bersimpuh, para pembunuh bayaran itu terlihat bahagia. Salah satu dari mereka langsung menodong pistol ke kepala Cherry.


"Sekarang giliran kamu yang pergi menyusul kedua temanmu yang kini sudah terbaring tidak berdaya," kata pembunuh bayaran itu dengan seringai lebar penuh kemenangan.


Namum, ketika pembunuh bayaran itu ingin menembak Cherry dengan pistol yang sudah ia todong, sebuah tembakan datang dari arah belakang. Si pembunuh yang baru saja ingin


Selanjutnya, tembakan demi tembakan menggema memenuhi ruangan tersebut. Bunyi gerakan juga teriakan terdengar nyaring memenuhi kuping Cherry yang kini sedang menutup rapat matanya.


Air mata terus mengalir di pipi Cherry. Dia yang awalnya sudah bangkit dari keterpurukan, mendadak kembali jatuh dan terlihat sangat rapuh. Beruntung, di saat ia benar-benar rapuh, sebuah tangan langsung merangkul tubuhnya.


Cherry yang masih tidak bisa berpikir dengan baik, masih terdiam saat tangan itu memeluk tubuhnya dengan erat. Lalu, tangan itu seketika melonggarkan pelukan. Bukan untuk pergi, melainkan untuk menyelimuti tubuh lemah Cherry dengan jas yang sebelumnya melekat di tubuh orang tersebut.

__ADS_1


"Tenanglah. Kamu sudah baik-baik saja sekarang. Dan yakinlah, kalau semua akan baik-baik saja."


Suara lembut yang datang dari orang yang kini ada di dekat Cherry membuat Cherry langsung membuka mata yang awalnya masih ia tutup rapat. Karena suara itu, tidaklah asing lagi buat Cherry. Dan benar saja, ketika Cherry membuka mata, orang yang ada di dekatnya memang orang yang tidak asing lagi.


Siapa lagi kalau bukan Gerry? Si tuan muda dingin yang awalnya tidak suka ikut campur urusan orang lain. Yang kini perlahan berubah hangat ketika berhadapan dengan Cherry. Hanya karena Cherry saja dia bisa bersikap begitu hangat dan lembut.


Kehadiran Gerry membawa hawa tenang buat Cherry. Ia awaknya sempat berpikir untuk menolak dekapan hangat yang Gerry berikan. Tapi sayang, tubuhnya terlalu lemah untuk ia gerakkan. Di tambah lagi rasa nyaman juga aman yang Gerry berikan. Mana mungkin ia ingin menjauhkan diri dari Gerry sekarang.


Cherry langsung bersikap pasrah akan apa yang ingin Gerry lakukan. Setelah mendekat tubuh Cherry, Gerry langsung mengangkat tubuh itu untuk ia pindahkan.


Entah ingin ia bawa ke mana. Tapi yang jelas, menjauh dari kamar yang kini sangat berantakan dan tidak bisa dihuni lagi.


Namun, ketika Cherry sudah ada dalam gendongan Gerry, Zein datang dengan panggilan yang sama seperti sebelumnya.


"Tuan muda." Panggilan yang langsung mengingatkan Cherry akan kejadian lima tahun yang lalu. Seseorang yang telah menolongnya dari kebakaran akibat ulah Chika yang jahat.

__ADS_1


__ADS_2