
Kamar yang cukup luas. Tertata dengan sangat rapi semua barang yang ada di dalamnya. Sesaat, Cherry terdiam memperhatikan kamar itu. Karena dia merasa, kamar itu sepertinya milik tuan rumah. Mungkin, tuan rumahnya seorang pria. Karena bisa Cherry lihat dari barang-barang yang terdapat di kamar itu.
Sementara itu, di bawah, para pengawal sedang merasa cemas akan penjahat yang mereka kejar. Ada dua pendapat, yang satu ingin langsung masuk ke dalam. Sedangkan yang satu lagi merasa was-was untuk melanjutkan pengejaran karena penjahatnya sedang berada di tempat yang salah menurut mereka.
"Bagaimana ini? Penyusup itu masuk ke kamar tuan muda. Apa kita langsung masuk ke dalam saja?"
"Kamu gila ya? Tuan muda sedang berada di kamar itu. Dia bisa marah besar jika kita masuk ke dalam."
"Iya. Tuan muda pasti akan marah jika kita masuk ke dalam. Mana dia baru pulang ke mansion ini setelah sekian lama tidak pulang."
"Benar. Aku yakin kalau tuan besar juga pasti akan marah pada kita. Karena kita telah merusak kenyamanan tuan muda. Bukankah perlu usaha yang keras untuk tuan besar membujuk tuan muda buat pulang ke mansion ini?"
__ADS_1
"Tapi, bagaimana jika penyusup itu malah membahayakan tuan muda? Kita tidak tahu seperti apa penyusup itu, bukan?"
"Untuk itu, kalian jangan cemas. Tuan muda bukan pria sembarangan. Dia tidak lemah. Karena aku sendiri pernah adu tanding dengannya. Dia kuat. Ilmu bela dirinya di atas kita. Dua puluh orang penjaga seperti kita, mampu ia lawan dengan mudah. Jadi, jika hanya satu penyusup, aku yakin tidak akan membahayakan nyawa tuan muda."
"Iya, aku pikir juga begitu. Tapi, apa yang akan kita katakan pada nona dan nyonya? Mereka pasti ingin melihat penyusup itu, bukan? Dan, bagaimana jika tuan muda yang malah membawa penyusup itu keluar. Tugas kita sebagai penjaga akan di pertanyakan nantinya."
Pada akhirnya, setelah perdebatan yang cukup panjang, para penjaga itu berniat untuk bicara baik-baik dengan tuan muda mereka. Mereka tidak akan masuk ke dalam kamar. Mereka hanya akan menanyakan di luar saja. Ada atau tidaknya, itu adalah hal selanjutnya yang akan mereka pikirkan lagi setelah usaha mereka bertanya selesai.
Sementara itu, Cherry yang berada di kamar Gerry masih terdiam. Ya, yang Cherry masuki itu adalah kamar Gerry. Kebetulan, malam ini dia menginap di mansion atas permintaan papanya.
Cherry yang awalnya sudah memperhatikan kamar itu, kini merasa tertarik dengan bunyi air yang datang dari kamar mandi. Entah kenapa, dia punya rasa penasaran saat ini begitu besar. Tiba-tiba saja terbesit niat untuk melihat siapa yang ada di kamar mandi itu.
__ADS_1
Rasa penasaran yang ada dalam hati Cherry itu bukan tanpa alasan. Karena orang yang ada di kamar mandi saat ini, adalah satu-satunya orang yang tidak tertarik untuk keluar meskipun bunyi alarm terdengar sangat keras.
'Bagaimana mungkin ada orang di sini? Bukankah bunyi alarm membuat semua orang yang ada di mansion ini jadi cemas. Apa orang yang ada di kamar mandi ini punya masalah dengan pendengaran? Jika iya, gak mungkin anggota keluarga yang lain akan membiarkan dia sendirian di sini, kan? Yah, aku yakin kalau kamar ini tidak ada orang. Bunyi air itu mungkin hanya ditinggalkan begitu saja karena terlalu panik dengan alarm yang berbunyi barusan.'
Begitulah pikiran Cherry sambil terus berjalan mendekat menuju pintu kamar mandi. Namum, hal yang luar biasa pun langsung terjadi.
Saat Cherry ingin maju untuk menyentuh gagang pintu kamar mandi tersebut, seseorang langsung muncul dari balik pintu. Alhasil, kepala Cherry langsung menabrak dada bidang milik orang yang baru saja muncul dari balik pintu itu.
Setelah tabrakan itu terjadi, Cherry langsung mengangkat wajahnya untuk melihat wajah dari orang baru saja bertabrakan dengannya. Seketika, mata Cherry dan Gerry langsung saling tatap satu sama lain.
Keadaan itu terjadi selama beberapa saat sampai akhirnya, pintu kamar Gerry di ketuk oleh seseorang dari luar. Gerry dan Cherry pun langsung sadarkan diri dengan apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
"Tuan muda. Apa anda baik-baik saja di dalam? Anda ada di dalam saat ini, bukan?" Itu adalah suara pengawal yang kini sedang berada di depan pintu Gerry.
"Aku baik-baik saja. Ada apa!?" Suara Gerry terdengar sangat galak membuat orang yang ada di luar sana merasa ngeri.