
07.30 PM
"Kita sungguh tak salah tempat?" tanya Jared
"Tekan saja bel pintunya" perintah Alex
Dengan ragu Jared menekan bel pintu apartemen di depannya yang menurutnya bukanlah salah satu dari apartemen mewah dari semua property milik Robert.
Apartemen ini cenderung standar di kawasan elit ini jika memang Zeline yang menempatinya. Bukankah sebagai anak pemilik gedung penthouse mewah lebih cocok? dirinya bahkan dihadiahi penthouse mewah oleh Robert. Di saat dirinya sibuk berpikir, pintu apartemen pun terbuka dan menampakan Zeline yang mengenakan kaos putih oversize, celana sebatas paha dan rambut yang di gerai bebas.
Zeline memekik kegirangan sesaat setelah netra matanya melihat seseorang yang sungguh ia rindukan, dan tanpa pikir panjang Zeline meloncat memeluk Jared dengan erat. Jared yang merasa sesak pun mencubit pipi Zeline dengan sedikit menariknya dan alhasil Zeline melepaskan pelukannya dan menatap kesal kearah Jared.
"Pipi Zeze sakit nih" gerutu Zeline tak terima sembari mengusap-usap
"Dan kau membuatku hampir mati kehabisan oksigen" balas Jared sama tak terimanya dan berlalu memasuki apartemen Zeline tanpa menunggu sang pemilik mempersilahkan. Alex yang melihat kelakuan mereka hanya menggelengkan kepala, memang tak ada yang berubah mereka walaupun telah lama tak bertemu.
_
"Pantas saja aku tak pernah melihatmu, lagi pula karyawan magang sepertimu berada di sekitar kawasan para petinggi juga tak penting" ucap jaret memprovokasi, menopang dagu dengan punggung tangan bersikap seolah sedang berpikir.
"Kau..! oh astaga, awas saja kau nanti, akan ku buat kau menderita setelah aku menggantikan posisi daddy!" ancam Zeline sembari menunjuk menunjukkan jari telunjuknya tepat di depan wajah jared.
Jared mengernyitkan dahi "aku tak yakin Paman akan memberikan kursi tertinggi padamu, kau lebih cocok di posisi sekarang. Ya benar begitu" ucap Jared santai sembari mengangguk-anggukan kepalanya.
"Kak..!" Zeline menatap tak percaya Jared yang lebih sibuk memakan camilannya. sedangkan Alex hanya tertawa melihat kelakuan kedua adik kesayangannya. "Kak Alex! kenapa hanya tertawa! bantu aku membungkam membungkam mulut sialan itu!" sembari menatap tajam Jared yang ikut terkekeh "kalian berdua mengerjaiku!" pekik Zeline yang terus saja melakukan percakapan tunggal tanpa ada yang mau membalas ucapannya.
"Kenapa kau begitu sensitif hari ini" tanya Alex
"Singa betina yang sedang PMS pasti sensitif" sambung Jared
Zeline mendengus kesal dan mencubit paha Jared yang mengolok-olok nya dari tadi.
"Aku sedang kesal! jangan membuatku tambah kesal!" gerutu Zeline.
Jared meringis ngilu dan mengelus pahanya yang terkena amukan singa betina secara teratur. berharap rasa sakitnya berkurang.
"Berhentilah menggodanya" tegur Alex pada Jared
"Baiklah-baiklah" jawab Jared dengan nada menurut
...
__ADS_1
"Kak" ucap Zeline serius
"Apa" ucap Jared dan Alex serempak
Zeline tiba-tiba teringat akan masalah yang timbul karena foto dirinya dengan Alex saat di basement Minggu lalu. Dengan menghela nafas berat Zeline pun menceritakan tentang semua yang menimpanya akhir-akhir ini. Rasa sesak melingkupi diri Zeline, hatinya sungguhlah rapuh, entah bagaimana dirinya mampu menstabilkan emosi nya agar tak meluap selama di kantor seharian. Alex dan Jared sedikit tertegun mendengar ceritanya. namun sedetik kemudian Jared mencairkan suasana agar tak terlalu diambil pusing oleh Zeline, toh kebenaran pasti akan terungkap.
"Dasar kau ini, hantam saja mulut mereka dengan tongkat baseball, di sana kau diam saja pulang-pulang mengadu " cibir Jared
Buugg!! tinju Alex menghantam bahu Jared.
"Tak bisakah kau mendisiplinkan mulutmu itu, aku heran padamu, bagaimana kau bisa bersikap profesional dan sempurna saat di luar, tetapi saat di rumah kau seperti preman"
"Apa? aku hanya menunjukkan ekspresi diriku yang sebenarnya" pekik Jared
"I know! , tapi terkadang mulutmu sungguh menyebalkan brother"
Zeline menatap datar kedua kakaknya itu. Ia menghela nafas berat dan menopang dagunya melihat pertengkaran kedua Kakaknya. Setelah semua terdiam, mereka saling memandang satu sama lain dan berdeham menetralkan diri mereka dari rasa canggung dan mulai angkat bicara.
"Selama mereka tak bertindak keterlaluan seharusnya kau bisa bertahan bukan" ucap Jared
"Ya, semoga saja" jawab singkat Zeline
"Benar apa yang dikatakan Jared, kau harus bertahan dan membuat mereka bungkam pada akhirnya" Sambung Alex menyemangati lalu mengacak-acak gemas rambut Zeline.
"Oke, baiklah.. terima kasih kakak-kakak tampanku" ucap Zeline gemes seraya mencubit pipi kedua Kakaknya.
***
Jun duduk terdiam menatap tanpa arah disudut kaca cafetarian dengan Hemogeni akan parasnya yang rupawan, hingga membuat orang lalu-lalang tanpa sadar menoleh dua kali hanya untuk memastikan bahwa lelaki rupawan yang mereka lihat bukanlah ilusi.
"Apakah anda telah menunggu lama Mr.Jun" sapa lelaki berusia sekitar 40 tahun
"Ah, Mr.Arthur ... hanya sekitar 15 menit" ucapnya ramah
"Semoga ini tak akan berdampak buruk dengan mood anda"
Jun terkekeh geli "Mr.Arthur , janganlah terlalu formal padaku, anda telah bekerja bersama dengan ayahku lama, dan anda sudah seperti paman bagiku, aku lelah selalu mengingatkanmu untuk jangan bersikap formal dan cukup panggil aku Jun"
Arthur tersenyum dan menepuk pundak Jun
"Baiklah, langsung pada inti?" tanya Arthur dan Jun mengangguk.
__ADS_1
"Pada wasiat Mr.Lewin tertera jelas bahwa kau harus menikah sebelum berumur 30 tahun agar semua warisan jatuh padamu, jika tidak, semua warisan itu akan jatuh pada ibu tirimu"
"....
"Mrs.Lauren , sepertinya dirinya masih tak mau melepasmu Jun, apakah selama ini kau tak menjalin hubungan dengan wanita manapun karenanya?"
Jun mendengus kesal
"Aku hanya tak ingin wanita gila itu berbuat nekat dan mencelakai siapapun karena kegilaannya. Sebenarnya aku tak masalah melepaskan seluruh harta warisan ayah, tapi aku telah berjanji pada ayah untuk mengelola seluruh bisnis ayah agar tak jatuh di tangan yang salah dan mengacaukan segalanya"
"Apakah karena Mrs.Lauren juga pernikahanmu 3 tahun silam gagal? lalu, semua wanita yang dekat denganmu selalu mendapat ancaman darinya? maka dari itu kau tak terlihat berkencan dengan siapapun?"
Jun mengangguk dan mengusap wajahnya kasar.
"Wanita iblis itu! Jun dengarkan aku jika kau menganggapku pamanmu! kau harus mengambil seluruh hak waris itu! kau harus menikah Jun, carilah wanita idamanmu"
"Paman, seluruh pergerakanku diawasi olehnya, mungkin juga saat ini, aku menjadi takut ketika seorang wanita dekat denganku, lalu wanita itu akan mendapat ancaman dari wanita iblis itu, atau lebih parahnya wanita iblis itu akan menceritakan hal menjijikkan itu dan membuat semua wanita itu jijik padaku"
...
"Tak ada yang ingin menerima kenyataan masa laluku yang sebenarnya paman"
"Jun, tatap mata paman! kau lelaki kuat yang pernah Paman temui, kau adalah lelaki tampan dan juga baik hati! Paman yakin, akan ada wanita cantik yang akan menerima segala masa lalumu!"
"Kau adalah putra kebanggaan Mr.Lewin Adamson! Jun Adamson! kau adalah pewaris sah ANcorp! ingat itu"
__________
Maaciw buat semua yang udah baca, like komen, rate ,vote ❤️ duh bikin aku baper :v
bikin aku makin semangat up.
hanya ingin memberi tau saja, sebenernya aku juga pengen up banyak dalam sehari. Tapi aku bahkan gak pernah ngerasain rasanya lockdown😂(curhat) karena kerjaan ku yang gak ada kata libur. jadi aku mungkin cuma bisa up sehari sekali, tapi kalo memang bisa aku bakalan up lebih dari 1 ... intinya makasih buat kalian semua yang udah dukung aku dengan like, komen dll aku padamuu..❤️❤️❤️
dan jika kalian berkenan silahkan mampir di ceritaku yang lain ...
'Endless love' & 'Jadi, dia atau siapa'
tengkyuuu
bye bye..
__ADS_1