
Ddduukk'
'Aahhhh'
Byuuurrrr
Jun memejamkan matanya kesal, sepertinya hari ini dirinya terlalu sering terkena kesialan.
"Astaga! maafkan aku, a-aku sungguh tak sengaja, aku tersandung tadi" pekik Zeline gusar
Jun tetap diam dengan tangan yang mengepal, rasa panas akibat sup tak ada apa-apanya dibanding malu yang tengah ia rasakan kini. Zeline dengan cepat mengambil sapu tangan miliknya di saku rok mini miliknya. Tangannya mendekat ke arah dada Jun dengan cepat dan mulai mengusap membersihkan baju Jun yang terkena sup panas miliknya.
Zeline amat sangat merasa bersalah, sup itu pasti panas dan kini bukannya masuk ke perutnya secara perlahan, namun malah menyiram tubuh seseorang sekali jalan.
Zeline yang melihat dada Jun memerah dari sedikit kancing atas yang terbuka tanpa aba langsung membuka kancing baju Jun secara agresif, bukan maksud apapun, hanya saja Zeline takut jika luka bakar akibat sup panas tadi menjadi parah.
Pergerakan tangan Zeline yang sedang membuka beberapa kancing atas Jun terhenti saat Jun dengan wajah memerah menahan tangan Zeline untuk bertindak lebih lanjut.
"Apa yang kau lakukan!" desis Jun
"Melihat lukamu! aku takut luka bakarnya parah! lihat! dadamu memerah, kita harus cepat pergi ke rumah sakit! sebelum lukanya semakin parah!" gusar Zeline semakin menjadi
"Tak perlu!" Jun menghempaskan tangan Zeline acuh
"Apa yang kau katakan! cepat! ayo!"
"Benar apa kata Ze Mr.Jun , sebaiknya anda segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama" timpal Velove
"Buka bajumu!" ucap Alex tiba-tiba
Beberapa pasang mata menatap ke arah Alex, Alex balik menatap mereka
"Apa?"
"Lebih baik lepas saja bajumu! biarkan udara mendinginkan tubuhmu yang tersiram sup panas! dan gantilah baju kering"
Dengan enggan Jun bangkit dari duduknya dan akan segera melangkah tanpa mau membuka bajunya terlebih dahulu. Jun tau malu, ia tak mungkin membuka baju di kantin yang sedang ramai seperti ini! namun tangan Zeline lebih cepat dari dugaannya, semua kancing di kemejanya telah lepas satu-persatu dan menampakkan tubuh atletisnya.
Para wajah wanita yang berada di kantin seketika memerah saat dapat melihat tubuh indah dari Jun secara langsung. Seperti sebuah anugerah yang turun. Oh gila!
Dengan cepat tangan Zeline segera menyeret Jun untuk pergi menuju rumah sakit. Jun hanya pasrah saat tangannya kembali di genggam erat oleh seorang wanita yang menampakan raut khawatir karena dirinya.
Bahkan Jun menghiraukan kemejanya yang terbuka lebar hingga basement.
"Cepat masuk!"
".....
"Lepaskan saja bajumu! aku takut itu akan semakin parah!"
Entah apa yang membuat Jun begitu menuruti semua ucapan gadis di sampingnya kini. Dengan enggan, Jun melepaskan kemejanya dan kini bertelanjang dada di dalam mobil yang tengah Zeline kendarai.
Sesekali Jun menegur Zeline yang nampak begitu terburu-buru dan ceroboh saat menyetir. Ia masih ingin hidup, tentu saja!
__ADS_1
"Menepi-lah, biarkan aku yang menyetir, aku tak ingin kita menjadi mayat saat tiba di rumah sakit karena ulahmu" ucap Jun tenang
Zeline menoleh hingga dua kali dan segera menepikan mobilnya, dengan cepat mereka bertukar posisi dan segera menuju rumah sakit.
Setelah Jun mendapatkan pertolongan pertama, Zeline memaksanya agar Jun kembali ke apartemen dan beristirahat, lagi pula Daddy tak berada di kantor bukan?'.
"A-apakah kau butuh bantuanku lagi? sesuatu hal mungkin?" tanya Zeline dengan lirih saat mereka telah berada tepat di depan pintu apartemen Jun.
Jun menghela nafasnya
"Pergilah!" usirnya
"Ta-tapi a-apakah benar tak apa, sungguh aku minta maaf, aku benar-benar tak sengaja" ucap Zeline memelas
"Apa kau tak mendengar ucapan dokter tadi? pergilah!"
"Maafkan aku sungguh, jangan dendam padaku! jika ada hal yang kau ingin atau butuh, aku akan mencarikannya dan melakukannya"
"A-apakah kau lapar? aku bisa membuatkanmu makanan atau membelikanmu sesuatu yang kau ingin" tawar Zeline.
Jun kembali mendengus dan membuka pintu apartemen miliknya.
"Masuklah" hanya satu kata yang terucap dari bibirnya.
Zeline melangkah memasuki apartemen pria di depannya. Bagus hanya itu yang terpikirkan olehnya. Tanpa sadar kakinya terus melangkah menyusuri setiap sudut apartemen Jun, mengabaikan Jun yang terlihat memasuki sebuah kamar yang mungkin adalah kamarnya.
"Kau tinggal sendiri?" tanya Zeline saat melihat Jun yang telah berganti baju menjadi kaos putih dengan celana pendek hitam selutut. Rambutnya yang terlihat acak-acakan tak seperti saat di kantor membuat Jun terlihat semakin tampan dan hot!
"Ya aku tinggal sendiri"
"Kenapa kau memilih tinggal di apartemen? bukan di rumah orangtuamu?"
"Kau ini sungguh banyak bertanya!"
"Hanya beberapa pertanyaan sudah dikatakan banyak bertanya" cibir Zeline menggumam
"Diamlah! cepat masakkan aku sesuatu yang dapat ku makan"
"Baiklah-baiklah"
"Kau suka pasta?"
"Hmm"
Zeline memutar bola matanya jengah mendengar jawaban Jun yang akhh ambigu itu. Baiklah ia akan tetap memasak pasta di rencana awal.
Setelah pasta itu matang, Zeline memanggil Jun yang tengah berada di sofa depan TV, ditemani dengan beberapa berkas yang sepertinya penting.
"Kau ingin ku bawakan kemari, atau kau yang datang ke pantry?"
"Aku akan ke sana" ucapnya singkat lalu berdiri mengikuti Zeline yang berjalan menuju pantry.
"Maaf jika tak seenak bayanganmu"
__ADS_1
Jun hanya mengangguk tanpa memandang Zeline. Saat dirinya akan menyuapkan sesendok pasta pada mulutnya Jun melihat Zeline yang hanya menatapnya, tepat di hadapannya.
"Kau tak makan? kenapa hanya membuat satu porsi?"
"Aku tak lapar, cepatlah makan" jawab Zeline masih terus memandangi Jun
"Buka mulutmu"
Zeline mengernyitkan dahi tak paham, lalu Jun kembali berkata hal yang sama dan menyuapkan sesendok pasta pada Zeline.
"Bagaimana? enak?" Zeline menatap Jun dan mengangguk.
Jun tersenyum tipis lalu menyuapkan sesendok pasta pada mulutnya. Dan begitu seterusnya hingga pasta itu habis tak bersisa. Zeline mencebikkan bibirnya saat sadar apa yang telah ia lakukan, bisa-bisanya dirinya menurut saja saat dengan santai ia makan disuapi oleh Jun dalam satu piring!
"Boleh aku pulang sekarang? jam kerja bahkan sudah terlewat lama, sudah waktunya pulang"
"Temani aku meneliti beberapa berkas ini"
"Ta-tapi a-aku harus pulang, aku ingin sekali mandi"
"Kau bilang tadi, jika ada hal yang ku ingin atau butuh, kau akan mencarikannya dan melakukannya. Jadi sekarang, temani aku!"
..
"Bisakah kau membuatkanku secangkir kopi?"
"Bisa, akan ku buatkan sebentar" desah Zeline menghela nafas dan berlalu meninggalkan Jun di ruang tengah apartemennya.
.....
"Ini kopimu"
"Duduklah"
"Hati-hati saat meminumnya, jangan sampai tanganmu tergelincir dan kembali menyiram tubuhmu dengan air panas"
"Kau kira aku ceroboh sepertimu?"
__________
**Hai hai aku up lebih awal nih 🤗😆
readers: biasa aja kali thorr 🙄
wkwk oke oke..
Jangan lupa like ya gaes , vote ❤️
Makasih Ya semuanya yang udah kasih suport dengan bentuk apapun... aku padamu 🤭
Maaciwww semua 🤗 ditunggu kelanjutannya ya 🙊
jangan lupa jaga kesehatan semuanya ❤️**
__ADS_1