
'Taakkk'
Tes...tes..tes..
Gelas itu jatuh terlentang di atas meja dan menumpahkan seluruh isi di dalamnya. Fokus semua orang di meja itu lantas berpindah pada Zeline. Jus itu tumpah dan menetes pada setelan blouse serta rok span berwarna broken white di atas lutut milik Zeline.
Zeline memejamkan mata dan menggeram kesal, sebelah tangannya mencengkram erat gelas jus miliknya. Harinya selalu buruk jika bertemu dengan pria menyebalkan di sampingnya.
"Maaf, aku tak sengaja" ucap Jun datar
"Tak apa, saya sudah terbiasa terkena kesialan saat bertemu dengan anda!" Ketus Zeline.
Jun merasa kesal dengan apa yang Zeline katakan, niatnya untuk meminta maaf seakan hilang dan pupus tak bersisa. Kini hanya ada kesal.
"Benarkah? Bukankah kau memang sengaja mencari masalah agar mendapat perhatian dariku?" Sarkas Jun
Brraaakkkkk...
Suara gebrakan meja membuat seluruh atensi berpusat padanya. Zeline telah berada di puncak batasnya hari ini. Pekerjaan yang seakan tak ada habisnya, ocehan para pembencinya dan sekarang mood nya rusak dengan seorang bernama 'Jun Harismon' atau siapapun itu!
"Kau! Apakah mulut anda tak pernah anda ajak bersekolah Mr.Jun!!" Hardik Zeline kesal dengan nada tajam. Alex,Jared serta Velove dan tak ketinggalan Jun terkejut saat dengan tak santai Zeline menggebrak meja dengan keras, serta ucapan tajamnya.
"Jaga bicaramu!" Desis Jun bangkit dari duduknya dan menatap tajam Zeline
"Apa? Dasar pria mesum!" Balas Zeline tak terima
"Kau!! Hey gadis bar-bar, apakah ini juga bagian dari rencanamu untuk menggodaku?" Sinis Jun
"Apa kau bilang? Katakan sekali lagi?" Ucap Zeline santai lalu mendekat ke arah Jun yang ada berdiri di hadapannya.
"Katakan lagi, agar aku dengar" Jun tertegun dengan sikap santai Zeline , namun secara tiba-tiba Zeline merangsek maju dan dengan kedua tangannya merenggut dan mencengangkan rambut Jun dan menariknya.
"Aaakkkkkhhhhh apa yang kau lakukan dasar gadis bar-bar!!" Pekik Jun merasakan nyeri pada kulit kepalanya.
Alex, Jared, Velove hingga para karyawan yang berada di kantin menganga tak percaya dengan apa yang kini mereka lihat. Dengan berani Zeline mencengangkan dan menarik rambut seorang 'Jun' sang most wanted hingga membungkuk dan meringis kesakitan.
__ADS_1
"Dengar ya, wahai MR.JUN YANG TERHORMAT!! Dengan senang hati saya akan berkata bahwa SAYA TIDAK SUDI MENGGODA ANDA!! MELIHAT ANDA SAJA SAYA SUDAH MUAK!!" Ketus Zeline sembari mengeratkan genggamannya pada rambut Jun
"Aakkkhhhh lepaskan tanganmu!" Desis Jun menggenggam kedua tangan Zeline yang berada di kepalanya.
Alex, Jared Velove bahkan seluruh pegawai yang saat itu berada di kantin tetap diam tak bereaksi untuk melerai kedua manusia berbeda gender itu. Mereka terlalu kagum dengan keberanian Zeline. Namun dibalik itu semua, sesungguhnya Alex, Jared dan Velove tengah menikmati pertunjukan yang disajikan oleh kedua orang ini, bagi mereka hal ini adalah sesuatu yang tak boleh terlewatkan.
"Ada apa ini" suara bariton tiba-tiba terdengar membuat kantin yang awalnya mulai riuh kembali senyap saat seorang pria paruh baya pemilik perusahaan itu datang menginterupsi kegiatan Zeline dengan Jun.
Robert tertegun tak percaya melihat tingkah putrinya yang diluar kendali itu. Zeline dan Jun menatap arah suara bariton itu dan ikut tertegun. Dengan cepat Zeline melepaskan cengkramannya pada rambut Jun dengan sedikit mendorongnya. Tubuh Jun sedikit terhuyung ke belakang akibat dorongan Zeline, namun dengan sigap Jun mampu menyeimbangkan tubuhnya dan kembali berdiri tegap dengan wajah datar di hadapan sang atasan.
"Apa yang terjadi?" Tanya Robert kembali
"Hanya sedikit permasalahan kecil Mr.Robert" jawab Jun dengan sikap tenang
"Benarkah?" Robert memicingkan matanya menatap ke-3 orang yang diberinya tugas memantau Zeline, siapa lagi jika bukan Alex, Jared dan Velove. Lalu memandang putri bungsunya.
"Ada apa dengan pakaianmu?" Tanyanya pada putri kecilnya
"Hanya tak sengaja tertumpah oleh Jus Mr.Robet" jawab Zeline yang terkesan aneh bagi Robert, karena tak seperti jawaban yang akan di berikan putrinya.
"Kalau begitu, saya permisi izin pamit kembali ke apartemen karena saya tak membawa baju ganti"
"Ya, pulanglah, kembalilah esok untuk bekerja"
"Terimakasih Mr.Robet saya permisi" ucap Zeline yang akan berlalu, namun ia kembali mendekat ke arah Jun, dan tampak siapapun duga, Zeline melayangkan tendangan pada tulang kering Jun, dan berimbas pada Jun yang memekik kecil lalu memegang bekas tendangan Zeline pada kakinya.
"Kau!" Desis Jun menatap nyalang pada Zeline. Zeline memasang wajah datar dan sedikit membungkuk di hadapan Robet dan berlalu pergi.
"Apa yang membuat anda datang kemari Mr.Robert" tanya Alex mengalihkan perhatian Robert pada Zeline yang berlalu.
"Aku tengah mencari Jun untuk mengajaknya bertemu Client" ujarnya
"Maafkan saya karena membuat anda mencari saya hingga kemari Mr.Robert" ucap Jun
"Tak apa, ayo kita harus segera pergi"
__ADS_1
"Silahkan lanjutkan makan kalian" lanjutnya pada seluruh karyawan.
Setelah Robert dan Jun pergi meninggalkan kantin, tiba-tiba saja Alex, Jared dan Velove tertawa terbahak-bahak tanpa mau melihat kondisi. Mereka sudah cukup lama menahan tawa sejak adegan Zeline yang bertingkah brutal dengan mencengkeram rambut Jun, namun mereka tahan karena tak ingin membuat pertunjukan di hadapan mereka usai dengan cepat.
Para karyawan hanya mengernyitkan dahi heran melihat tingkah laku ketiga orang dengan kedudukan berbeda itu.
"Sungguh, itu tadi adalah hiburan terseru yang pernah ku lihat" kekeh Velove menyeka air matanya yang keluar dari sudut matanya.
"Kau benar Ve , apa kalian juga melihat bagaimana wajah Zeze yang kesal tadi. Sungguh menggemaskan" sambung Jared
"Ah, aku bahkan hampir tak mampu menahan tawaku saat dengan berani Ze menendang tulang kering Jun di hadapan Dad" ucap Alex menambahi
Seketika tawa mereka berhenti, 'apakah mereka baru saja membuka identitas mereka juga Zeline' pikir mereka. Mereka pun berusaha menetralkan ekspresi mereka dan memilih berlalu meninggalkan kantin. Semoga tak ada yang sadar dengan ucapan mereka barusan.
***
Zeline sungguh merasa puas hari ini walaupun bajunya harus kotor karena tumpahan jus, tapi setidaknya ia telah membalaskan rasa kesalnya dengan menendang kaki pria menyebalkan itu.
Zeline kembali ke kubikel mejanya dan memberesi seluruh barang-barangnya dan bergegas pergi.
"Mau ke mana kau?" tanya Misya ketus
"Pulang" jawab Zeline datar sedatar datarnya
"Pulang katamu? Pekerjaanmu bahkan belum selesai tapi dengan santainya kau bilang akan pulang?" sinis Misya
"Jika anda tidak terima saya pulang, maka proteslah pada Mr.Robert, karena beliaulah yang menyuruh saya pulang lebih dulu" ucap Zeline berlalu tanpa mau tau respon Misya yang terlihat kesal.
__________
Terimakasih sudah membaca ❤️
Jangan lupa Like, komen , vote ya ciwi-ciwikuu 🥰🙈🙈
like dan komen kalian sungguh bikin aku terharu dan bikin aku semangat nulis.. 🥰
__ADS_1
tengkyuuu bye bye....