Barcelona I Love You

Barcelona I Love You
Chapter 4


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, tak menyangka serangkaian kejadian tak terduga telah dialami oleh sebagian orang dan sebagian lagi menjalani kegiatan seperti biasa. Sudah sebulan berlalu semenjak Zeline menerima email panggilan kerja setelah serangkaian interview yang membuatnya sedikit jengah. Selama sebulan itu pula Zeline telah memulai kehidupan kantornya yang menurutnya cukup menyenangkan, dan juga sedikit membuatnya malas, terutama malas berhubungan dengan para pegawai wanita yang terkadang mengesalkan. Jika saja mereka tahu siapa Zeline tentulah mereka tak akan memperlakukan Zeline dengan buruk atau bahkan mereka akan menjilat padanya.


Zeline juga memulai hidup mandiri, semenjak ia bekerja, semenjak itu pula Zeline mulai tinggal di salah satu gedung apartemen milik keluarganya, tak semewah penthouse memang, tetapi cukup luas dan nyaman. Ya dirinya bersyukur bahwa apartemennya adalah salah satu dari milik daddy-nya yang termasuk jajaran apartemen mewah dan elit di kota New York. Bukan apartemen kumuh, dirinya juga masih diberikan mobil sebagai transportasinya walau bukan mobil mewah seperti miliknya dulu.


Zeline juga mulai mencoba belajar memasak dan mengurus dirinya sendiri tanpa adanya pembantu yang mengurus segala keperluannya. Bohong jika Zeline tidak merasa frustasi dengan ini semua, namun apa boleh buat ini adalah sebuah tantangan yang harus dihadapinya dan dirinya akan membuktikan bahwa ia mampu melewati semua ini dengan mudah.


***


Zeline melangkah melewati lobi dan ikut menunggu lift terbuka, beberapa karyawan pria menyapanya dengan senyum cerah, Zeline balas menyapa mereka dan ikut tersenyum manis. yang membuat segerombol pria itu meleleh melihat senyum manisnya. Kantor mendadak heboh semenjak Zeline bekerja di perusahaan daddy-nya itu. Bagaimana tidak, Zeline yang berwajah bak Dewi dengan tubuh putih mulus proporsional nya yang lebih cocok menjadi model atau aktris. Belum lagi sifatnya yang ramah dan ekspresi lugu, polos menggemaskan yang terkadang ia tampakkan membuat para karyawan senang berteman dengannya, bahkan hingga karyawan lain divisi. Namun ada pula beberapa karyawan wanita yang secara terang terangan tak menyukainya.


"*Morning Love "


" Morning Ze" Velove tersenyum melihat kedatangan Zeline dengan membawa dua vanilla latte dan 2 bungkus sandwich.


"Thanks Ze*, kau memang yang terbaik" ucap wanita yang 2 tahun lebih tua dari Zeline itu.


Sudah sebulan Velove membantu segala hal yang Zeline tak mengerti selama di kantor. Bahkan Mr.Robert sendiri yang meminta Velove membantu Zeline jika anak semata wayangnya itu dalam kesulitan dan juga termasuk menjadi informan terpercaya Mr.Robert perihal semua tentang Zeline selama di kantor dan luar kantor pula.


11.45 AM


"Kantin?" tanya Velove dan dijawab dengan anggukan oleh Zeline seraya merapikan beberapa berkas yang berserakan di atas meja kerjanya.


Velove mengedarkan pandangan untuk mencari kursi yang kosong, karena selalu saja kantin ramai seperti biasa.


"Ayo duduk di sudut sana" tunjuk Velove pada sepasang bangku di ujung kantin seraya melangkahkan kaki ke sana.


Zeline dan Velove mulai menyantap makanannya seraya berbincang hal-hal remeh seputar wanita. Sesaat kantin mendadak riuh beberapa karyawan menjadi heboh setelah melihat 'Double Most Wanted' kantor yang datang untuk sekedar megisi perut di kantin kantor. Inilah salah satu hal yang membuat kantin selalu ramai terutama oleh kaum hawa, karena kedua Most wanted kantor yang juga lebih sering menyantap makan siang di kantin kantor dari pada pergi ke resto sekitar kantor, karena memang makanan kantin kantor yang memang lezat.


Zeline yang tak tahu apapun hanya menatap bingung, ada hal apa hingga membuat para karyawan yang lain ribut. "ada apa love?" tanya Zeline yang tak paham dengan situasi terkini.


Velove hanya menunjuk dengan dagunya ke arah salah satu kedai dengan 2 pria tampan yang tampak tengah mengambil makanan mereka. Zeline yang tak paham menaikkan sebelah alisnya dengan raut wajah tak mengerti. Velove mendengus dan menjelaskan bahwa kedua pria itu adalah idola atau bisa di sebut Most wanted di kantor ini.

__ADS_1


Bukan cuma karena ketampanan mereka saja tapi juga jabatan mereka yang menjanjikan, maka dari itu banyak para karyawan wanita yang berusaha mendekati mereka berdua.


"Kuharap kau tak akan terkejut ketika mengetahui wajah salah satunya" ucap Velove santai tanpa memandang Zeline dan masih terus sibuk dengan makanannya.


Zeline menaikkan sebelah alisnya tanda heran akan ucapan Velove. Zeline yang penasaran pun mulai bergerak mencari posisi pas untuk melihat kedua pria yang Velove maksud, dan alangkah terkejutnya Zeline ketika siapa yang ia lihat sekarang. Lelaki yang selama berminggu-minggu ini ia cari keberadaannya karena rindu dan juga lelaki kopi yang mengotori bajunya tempo lalu.


"Kak Alex!" ucap Zeline tak percaya dan menatap Velove, dan respon Velove hanyalah mengangguk-anggukan kepala tanda mengiyakan apa yang tengah di fikirkan oleh sahabatnya itu.


'Pppffffttttt' remeh Zeline dengan terkekeh geli melihat kenyataan bahwa kakaknya yang menyebalkan itu menjadi Most wanted? yang benar saja.


"Oh, ayolah yang benar saja, dia? Kak Alex jadi Most wanted " ucap Zeline terkekeh heran dan masih tak percaya dengan kenyataan.


Velove hanya memutar matanya jengah


"Itulah kenyataannya, tapi kakak mu itu memang lah tampan Ze" ucap Velove mengenai fakta.


"Kau menyukai kakakku?" tanya Zeline dengan mata memicing menahan geli.


"Yang benar saja, mau ku kemana kan Mr.David tersayangku" Jawab Velove tak terima, ada nada bangga di akhir dengan tawa kecilnya.


"Lalu, siapa manusia yang satu itu" tanya Zeline tanpa memandang Velove, hanya mencuri lirikan mata sesekali.


"Kenapa? kau menyukainya?" goda Velove membalas ucapannya tadi.


Zeline yang sedang meminum minuman miliknya mau tak mau tersedak kaget setelah mendengar pertanyaan Velove.


"Jaga bicaramu, pria menyebalkan sepertinya tak layak untuk menerima rasa sukaku" ucap Zeline menampik omongan Velove dengan membanggakan diri.


Velove menautkan kedua alisnya menatap heran sahabatnya itu.


"Pria menyebalkan? kau sudah pernah bertemu dengannya" selidik Velove

__ADS_1


"Katakan dulu siapa dia, baru ku jawab pertanyaanmu itu" ucap Zeline malas


"Oke, oke baiklah. Dia adalah Mr.Jun dia adalah sekretaris daddy-mu dan setahuku Mr.Jun adalah teman sedari kecil kakakmu, itu yang kudengar dari gosip para karyawan"


....


"Apa kau tak mengenalnya? dia sahabat kakakmu juga sekertaris Daddymu?" lanjut Velove.


"Jika aku mengenalnya aku tak akan bertanya padamu" ucap Zeline kesal. Velove hanya tersenyum menampakkan deretan gigi rapinya.


"Jadi.."


"Jadi, aku pernah tak sengaja bertabrakan dengannya di lobi kantor saat aku mengantarkan berkas lamaran magangku" jelas Zeline.


"Tapi sungguh, aku tak mengenalnya. Kakak tak pernah mengenalnya padaku, Daddy juga" lanjut Zeline dengan menopang dagunya sembari berfikir dan mengingat.


"Ahh, itu tak penting" putus Zeline.


Velove hanya mengangguk - anggukan kepalanya.


Zack Alexander Findley - 26 y.o 'Kak Alex' atau yang biasa di panggil Mr.Zack jika di kantor.


Berbeda dengan adik kecilnya Zeline yang lulus dari Harvard University, Alex lulus dari Oxford University, sama dengan sahabatnya Jun.


Mengingat perkataan Velove, Zeline pun mengakui memang kakaknya itu termasuk lelaki tampan dan ya, lelaki menyebalkan itu juga tampan, ralat sangat tampan. Namun mengingat kelakuan lelaki menyebalkan itu tempo lalu dan sifat asli kakaknya membuatnya oke, abaikan saja mereka.


___________


Terimakasih sudah membaca ❤️


jangan lupa tinggalkan jejak jika kalian suka, cukup klik like, fav, komen dan vote 😚

__ADS_1


like dan komen kalian sungguh bikin aku terharu dan bikin aku semangat nulis.. 🥰


bye bye..


__ADS_2