
Jun merebahkan diri di atas ranjangnya, lalu menatap langit-langit kamar.
'Apakah menikah memang jalan satu-satunya, belasan tahun ia diliputi rasa sesak juga trauma. Ia benci berkomitmen setelah pernikahannya 3 tahun lalu gagal karena wanita itu lebih memilih menerima tawaran dari wanita iblis itu dan mencampakkannya.
Bahkan trauma 13 tahun yang lalu masih membekas dan terus menerus menghantuinya walaupun tak seburuk dulu'
_
"Menikah? huh yang benar saja, semua wanita sama saja" gumam Jun sesaat sebelum dirinya terlelap.
08.25 AM
"Zeline, benarkah kau ada affair dengan Mr.Zack? aku ingin sekali bertanya padamu dari kemarin tetapi kau seperti sangat sibuk"
Zeline menatap beberapa karyawan yang mengelilinginya di balik kubikel meja kerjanya. Zeline mendesah lelah dan mengusap wajahnya pelan, lalu tersenyum. "Aku dengan Mr.Zack tidak ada semacam affair khusus seperti dugaan kalian, hanya saja aku kenal dengan Mr.Zack jauh sebelum aku mengenal kalian" jujur Zeline namun sedikit ambigu.
"Wah, berarti kau adalah teman lama Mr.Zack? pantas saja kalian terlihat akrab di foto itu" ucap salah satu dari para karyawan itu
"Ya, begitulah" ucap Zeline dengan tersenyum
'sebaiknya ku iyakan saja semua pertanyaan mereka' lanjutnya dalam hati.
"Hey kalian!! Kembali ke meja kalian!! ini jam kerja bukan waktunya beramah-tamah!!" tegur Misya dengan menatap benci Zeline.
....
"Dan kau! kau disini belum ada 2 bulan dan sudah berani menggoda para atasan? jika aku melihatmu lagi dengan berani menggoda para atasan akan ku pastikan kau menyesal!" ancam Misya dengan lirih tepat di sisi telinga Zeline
"Kerjakan ini semua!" perintah Misya ketus pada Zeline
Misya berlalu meninggalkan kubikel meja Zeline. Zeline ternganga melihat tumpukan dokumen yang harus ia revisi dan kerjakan. Apakah dirinya sedang balas dendam padanya? tapi karena apa? atau apakah dia salah seorang pecinta Kakak? hmm akkhhh 'pecinta kakak' yang benar saja. Zeline terkekeh geli dengan pemikirannya.
11.25 AM
"Apakah anda mendengar berita yang sedang heboh di kalangan para karyawan Mr.Zack?" tanya Jared menggoda Alex yang tengah bersantai dengan dirinya juga Jun di ruangan Alex.
Jun dan Alex mengernyitkan dahi tak mengerti.
"Berita apa yang kau maksud?" tanya Alex, dan tanpa basa-basi Jared menunjukkan layar ponsel miliknya dengan sebuah foto yang terpampang jelas di layar ponsel milik Jared.
Jun dan Alex pun menatap menyelik foto pada ponsel Jared.
"Dari mana kau dapatkan foto ini? heran Alex
"Bukankah dia wanita bar-bar itu? kenapa kau memeluknya seperti itu" selidik Jun
Jared menatap heran Jun yang seakan tak tau identitas juga hubungan antar Zeline dan Alex, atau memang dirinya tak tau. Belum lagi, Jun yang juga mengatai Zeline wanita bar-bar. Dan dapat Jared simpulkan bahwa Jun juga tak mengetahui fakta asli identitas Zeline.
"Maka dari itu, aku juga bertanya" ujar Jared melirik Alex seakan berbicara melewati mata 'bagaima bisa'
__ADS_1
Alex memijit pelipisnya, harus dengan alibi apa lagi untuk menutupi kejadian ini.
"Kami hanya sedang tertawa berbagai kisah lucu, saat itu kami sama-sama baru pulang dari lembur, aku melihatnya lesu, dia bahkan masih magang namun sudah lembur, aku hanya menghiburnya" Bohong Alex yang tak tau harus mencari alibi apa lagi.
Jared mencibir dalam hati 'alasan yang bodoh'
"Aku lapar, ku traktir kalian makan di restoran ujung jalan" Alex mengalihkan pembicaraan dan menarik Jun untuk segera bangkit dan pergi. Alex juga sempat menatap tajam Jared, namun Jared hanya mengangkat bahu tak peduli.
Setelah pesanan mereka tiba, mendadak Alex mendapatkan telfon penting. "Kalian makanlah terlebih dahulu" Alex pun berlalu meninggalkan meja dan menuju sudut resto yang sepi untuk menerima panggilan.
"Mr.Jun ,kudengar kau mendapatkan ciuman dari gadis cantik"
...
"Bagaimana rasanya?" goda Jared sembari menaik-turunkan alisnya.
Jun memejamkan matanya jengah, Ia kembali meletakkan sendok yang penuh makanan.
"Diam kau!"
"Hey, Kak Jun.. aku hanya bertanya!"
"Ku bilang diam!" hardik Jun kesal. Namun lain di ucap lain juga di pikiran. Mendadak Jun kembali teringat akan ciuman itu, ciuman singkat yang menurutnya mendebarkan. mendebarkan karena ketidak sengajaan juga karena ditonton banyak orang. Entahlah.
Jun tiba-tiba tersenyum dan memijit pelipisnya. Dan tentu saja tertangkap oleh Jared yang masih setia mengamati ekspresi Jun. Orang yang telah mencuri ciuman adik cerewetnya itu.
"Siapa yang tersenyum, sepertinya matamu harus kau periksakan" sangkal Jun
"Cih, tak mau meng..."
"Jun" sela seorang wanita cantik berusia disekitar 37 tahun
Jun dan Jared menoleh ke arah suara itu berasal. Seketika Jun mendadak menjadi tegang, kilasan masa lalu seakan kembali berputar di otaknya. Ketika wanita itu mendekat dan mencoba menyentuh pipi Jun, Jun menepisnya dengan kasar.
"Untuk apa kau kemari" desis Jun tak senang
"Oh, ayolah sayang, ibumu ini rindu padamu. kenapa kau tak pernah pulang ke rumah" ucap Mrs.Lauren dengan nada menggoda yang membuat Jun merasa jijik.
"Kau bukan ibuku!!" kecam Jun
"Menjauh dariku!!" hardik Jun lalu bangkit dan pergi meninggalkan Jared yang masih duduk terpaku di tempatnya.
"Kak Jun, tu-tunggu aku" ucap Jared tergagap menyusul Jun, meninggalkan wanita itu sendiri.
"Hey, kalian akan ke mana, bagaimana dengan makan siangnya" Pekik Alex ketika melihat Jun meninggalkan resto dengan Jared yang mengejarnya. Tanpa pikir panjang Alex pun ikut berlari kecil menyusul Jun memasuki mobil Jared.
Alex menatap heran pada Jun yang diam membisu tanpa mau menjawab seluruh pertanyaannya. Jared pun bahkan memilih diam, atau lebih tepatnya tak ingin mencampuri urusan Jun, karena memang dirinya tak mengerti apapun.
Setibanya mereka di basement perusahaan, Jun memilih lebih dulu berlalu meninggalkan Alex dan Jared di mobil.
__ADS_1
"Ada apa dengannya?" tanya Alex pada Jared
"Ada seorang wanita yang mendatangi kami dan menyebut dirinya ibu kak Jun, apakah dia ibu tiri kak Jun yang ..."
Alex menghela nafas dan memejamkan matanya sekilas.
"Ternyata wanita iblis itu sudah berani kembali mengusik Jun"
***
Jun terus melangkah dengan ekspresi wajah marah menggelap, hingga tak ada yang berani untuk sekedar menegur sapa dirinya.
'Brrrruukkkk'
Tanpa sengaja Jun menabrak Zeline yang sedang membawa tumpukan berkas.
Berkas-berkas itupun terjatuh berceceran di lantai.
"DIMANA MATAMU! APAKAH KAU TAK PUNYA MATA ATAU SENGAJA MENABRAKKU UNTUK MENGGODAKU HINGGA TERUS SAJA KAU MENABRAKKU!!" maki Jun dengan luapan emosi yang sebelumnya telah menumpuk dan kini membuncah.
"MINGGIR! JANGAN HALANGI JALANKU!" sarkas Jun yang berlalu meninggalkan Zeline yang belum sempat protes dan harus menerima teriakkan dan makian dari lelaki itu.
Zeline terpaku, hatinya terasa nyeri mendapat perlakuan seperti ini di depan umum, bahkan orang tuanya saja tak pernah membentaknya.
Dengan menahan air mata yang akan tumpah, Zeline bergegas memungut berkas-berkas yang berceceran di lantai dengan tangan yang sedikit bergetar.
"Biar ku bantu" ucap seorang karyawan yang sedari tadi melihatnya
"Terimakasih" ucap Zeline berusaha menampilkan senyuman.
Sedangkan Alex dan Jared yang baru memasuki kantor sempat terpaku dan terkejut mendengar Jun bersikap kasar dan berteriak pada seorang wanita yang tak lain adalah adik kesayangannya mereka.
Alex yang awalnya akan mendekati Zeline tertahan oleh Jared yang menahannya dan menggelengkan kepalanya. Jared tak ingin, gosip buruk semakin menerpa Zeline.
Untuk sekarang, identitas Zeline masih belum boleh terungkap.
__________
Terimakasih sudah membaca ❤️
jangan lupa tinggalkan jejak jika kalian suka, like ,komen apapun deh yang kalian mau 😆
dan jika kalian berkenan silahkan mampir di ceritaku yang lain ...
'Endless love' & 'Jadi, dia atau siapa'
tengkyuuu, maaciwww..
bye bye..
__ADS_1