
'Wanita murahan' itulah kata yang Emma sematkan pada Zeline. Ia tak akan membiarkan siapapun mengganggu miliknya, sudah banyak yang Emma lakukan untuk menyingkirkan semua wanita yang berusaha mendekati atasannya itu. Dan kali ini pun ia juga tak akan segan menyingkirkan Zeline dengan cara apapun.
Zeline menatap Veneno Roadster dark grey di hadapannya, matanya membulat tak percaya sekaligus kagum. "Kakak membeli mobil sport lagi? And, Lamborghini Veneno Roadster! "
"Memang kenapa, apa tidak boleh jika kakak membeli mobil baru" tanya Alex bercanda
"No.. bukan begitu maksudku, hanya saja mobil ini mengagumkan" ujar Zeline dengan mata berbinar. Alex hanya terkekeh mendengarnya.
"*How much money did you spend?"
"Umm, only USD$5.6 Million*" (74.6 miliar) jawab Alex tanpa beban
"Astaga, itu bahkan hampir 2× harga Lykan hypersport milikku!" ungkap Zeline semangat
"Menurutku futuristik mobilmu terlihat lebih bagus" jelas Alex sembari mengusap dagunya seraya berfikir
"Mobilmu bahkan hanya di produksi 7 unit saja di seluruh dunia, sedangkan milikku 9 unit! haha" sambung Alex sedikit terkekeh.
"Daddy benar-benar menyebalkan dengan menahan mobil sport juga Black Card milikku. Aku sebenarnya tak masalah menggunakan mobil yang Daddy berikan itu, karena menurutku sama-sama mobil, tetapi kenapa juga harus dengan Black Card milikku. Daddy lebih memilih memberikanku jatah mingguan, dan itu hanya sedikit" adu Zeline
"Bukan sedikit Zeze, hanya saja kau harus berhemat, lagi pula ada uang gaji milikmu juga bukan"
Zeline hanya mengangguk mengiyakan.
"Ayo kita makan malam, setelah itu ku antar kamu pulang ke apartemen. Tinggalkan saja mobilmu di basement" Zeline kembali mengangguk dan memasuki mobil kakaknya
Veneno dark grey itu mulai melaju menjauhi kantor. melesat membelah pusat kota new York. Hiruk pikuk kota metropolitan yang tampak tak pernah tertidur, semakin malam seakan semakin ramai orang berlalu lalang. Langit yang tampak hitam pekat dengan taburan bintang dan cahaya rembulan yang menyinari tanpa menghilangkan kegelapan tak menghalangi niat orang untuk meramaikan pusat kota. Udara malam yang dingin membelai lembut wajah Celine sesaat setelah dirinya membuka jendela mobil dan mengintip secara langsung keramaian malam ini tanpa terhalang apapun, termasuk kaca mobil. Pikirnya
09.30 PM - Apartemen Zeline
Alex terus merangkul posesif pundak Zeline hingga tepat berada di depan pintu apartemen milik Zeline. "besok, weekend, libur ke pantai? " tanya Alex sembari mengamati raut wajah adeknya itu.
"Setuju, aku ingin melihat sunrise, jadi bisa kita berangkat lebih awal" ucapnya dengan semangat. Alex pun hanya terkekeh dan mengusap puncak kepala adik kesayangannya lalu mengecup keningnya singkat
"Baiklah tapi jangan salahkan Kakak jika kita terlambat berangkat karena kamu bangun kesiangan!" peringat Alex menatap adiknya itu.
Zeline tersenyum dan menunjukkan jarinya yang menandakan Oke dan Alex pun ikut tersenyum lalu segera pamit dan berlalu
***
Zeline merebahkan tubuhnya pada ranjang, lalu meraih ponsel miliknya di atas nakas yang berkedip. 'Notifikasi pesan'
__ADS_1
Zeline membuka dan membaca pesan yang diterima olehnya.
Message - Velove
*Ve : "Ku dengar, kau telah mengalami kejadian tak mengenakkan atau bisa disebut keberuntungan?"
Ze : "Keberuntungan dari mana! yang benar saja! itu adalah kesialan!"
Ve : "Oke, sepertinya bercerita kejadian sebenarnya bisa kita lakukan lusa saat jam makan siang"
Ze : "Tak masalah"
Ve : "Satu hal yang belum sempat dan lupa untuk ku katakan padamu Ze, sebisa mungkin selama kau menyembunyikan identitasmu, jangan sampai kau terlihat akrab atau dekat dengan para most wanted termasuk kakakmu. Aku tak ingin kau terluka karena para wanita gila yang menyebut hanya mereka pasangan yang cocok untuk para most wanted. Beberapa pegawai pernah menjadi korban, mereka membuat para pegawai yang mencoba mendekati para Most wanted tertekan dan kemudian keluar dari perusahaan, bahkan tak segan untuk merundung mereka, namun tak ada bukti jelas agar membuat mereka para perundung mendapatkan ganjarannya, jadi jangan dekati mereka oke. Kau harus berhati-hati dengan sekretaris kakakmu juga ketua divisimu dan para kawannya. Ingat pesanku! jika terjadi sesuatu, segera katakan padaku, kakakmu atau Daddymu"
Ze : "Pesanmu sungguh membuatku pusing, tapi baiklah, aku akan mengingatnya. Thanks Love, kau memang sahabat terbaikku"
Ve : "Kau juga sahabatku yang berharga Ze, oke Good Night"
Ze : "Too*"
06.00 AM - The Hamptons
Masih ada waktu sekitar setengah jam lagi sebelum matahari mulai terbit. Angin laut menerpa menyapa seluruh permukaan kulitnya, juga deburan ombak yang serasa seperti alunan musik menenangkan.
Tampak dress putih selutut miliknya terus berkibar diterpa angin, juga rambut indahnya yang tergerai bebas. "Cantik" itulah kata yang terus terlontar dari beberapa lelaki yang tampak memandang Zeline terpesona.
"Apakah kakak telah memiliki seorang kekasih? Kapan kakak akan memberikanku seorang kakak perempuan" tanya Zeline menghilangkan keheningan yang belum juga berlalu sedari tadi
"Aku sudah bosan hanya memiliki seorang kakak lelaki yang menyebalkan" sambung Zeline dengan nada malas
Alex membulatkan matanya dan menatap tak percaya dengan kalimat yang baru saja ia dengar dari mulut manis adiknya.
"Ze...." peringat Alex
"Aku hanya bercanda" ucap Zeline mencebikkan bibirnya
"Jadi, sudah ada atau belum" sambungnya
"Sedang proses"
"Bagaimana orangnya? apakah dia cantik? baik hati? apakah dia seorang model atau anak konglomerat atau bahkan anak keluarga kerajaan?" Cerocos Zeline dengan menggebu. Alex terkekeh mendengar rentetan pertanyaan adiknya.
__ADS_1
"Dia seorang guru taman kanak-kanak"
"Wah, dia pasti orang yang penyayang" tebak Zeline sembari menatap laut lepas
"Ya, kau benar. Dia adalah wanita dengan penuh kasih sayang dan kelembutan" ucap Alex tersenyum menatap matahari yang mulai menampakkan sinarnya.
"Kakak sudah mengenalnya pada mommy dan daddy?" tanya Zeline penasaran
"Belum, dia bahkan tak mengetahui identitas kakak yang sebenarnya, yang dia tau hanyalah aku seorang pegawai kantoran, tak lebih dari itu.
Dirinya bahkan belum menjawab pernyataan cinta kakak padanya hingga kini" desah Alex sembari mengusap wajahnya kasar
"Siapa namanya? Apa kakak memiliki fotonya"
"Bahkan nomor ponselnya saja aku tak memilikinya" rintih Alex menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Zeline yang mendengar penuturan kakaknya hanya bisa syok menatap tak percaya pada kakaknya
"Kenapa kakak tiba-tiba menjadi sebodoh ini? Astaga, aku sungguh tak percaya ini! kakak benar-benar ..." rutuk Zeline pada Alex
"Kau memaki kakak Ze?" pekik Alex tak terima
"Oke, aku memang bodoh, sungguh bodoh! bisa-bisanya aku selalu lupa menanyakan berapa nomor ponsel miliknya ketika kami bertemu. Dia.. dia sungguh mengalihkan seluruh duniaku, seluruh jalur fokusku, dia mengacaukan semuanya, segalanya" Ucap Alex semakin lirih di akhir kalimatnya dengan gusar.
"Dia selalu sukses membuatku kehilangan apa saja yang seharusnya aku katakan dan lakukan. Dia juga sukses membuatku bertekuk lutut padanya, mengikuti keinginannya yang sekedar hal sepele atau tak pernah kuduga. Tapi itu semua membuatku semakin tak bisa lepas memikirkannya ataupun memikirkan berpisah darinya. Dia adalah poros hidupku" terang Alex panjang lebar dengan menatap kosong laut lepas di hadapannya.
Zeline masih saja menatap tak percaya pada kakaknya sekarang ini, karena yang Zeline tau, kakaknya tak pernah sebegini anehnya hanya karena seorang wanita. Bahkan yang Zeline tau kakaknya adalah lelaki yang sering bergonta-ganti pasangan bak mengganti ******! Oh sungguh, aku tak berbohong!
__________
Terimakasih sudah membaca ❤️
jangan lupa tinggalkan jejak jika kalian suka, cukup klik like, fav, komen, rating 5 dan vote 😚
like dan komen kalian sungguh bikin aku terharu dan bikin aku semangat nulis.. 🥰
dan jika kalian berkenan silahkan mampir di ceritaku dengan judul juga alur yang gak kalah menarik 😋
'Endless love' & 'Jadi, dia atau siapa'
makasih banyak buat kalian yang udah mau baca sampe like, komen dan sebagainya..
biglaff HR
__ADS_1
bye bye..