Barcelona I Love You

Barcelona I Love You
Chapter 5


__ADS_3

Baru beberapa detik setelah Zeline mendengus jengah, mendadak ia teringat akan hal yang belum ia sampaikan pada kakaknya hingga kini, bahwa dirinya kini juga bekerja di perusahaan Daddy nya, tapi bukan sebagai salah satu petinggi namun hanya karyawan biasa yang terkadang membuat dirinya sendiri miris. Dirinya ingat, bahwa daddy-nya bahkan sengaja menyiapkan dokumen dengan ijazah S1 nya dan bukan S2 nya untuk interview yang ia jalani dulu.


Bertepatan dengan isi pikiran Zeline, Zack dan Jun tengah mencari kursi kosong namun saat Zack menemukan meja kosong ada pemandangan yang membuatnya mengernyitkan dahinya. Tepat di sebelah kursi kosong itu duduklah dua wanita yang ia kenal, dan salah satunya adalah orang yang sangat ia kenal, siapa lagi kalau bukan adik kesayangannya Zeline. Zack dan Jun pun melangkah mendekati kursi kosong itu, dan baru beberapa saat Zack melangkah, tanpa sengaja tatapan Zack bertemu dengan Zeline.


Zeline menggeleng lirih dan mengalihkan pandangannya dari Zack.


Zack yang tampak heran hanya diam dan mulai duduk tepat di seberang kursi adiknya itu tanpa menyapa. Ia hanya mencuri curi lirikan mata pada adiknya menggunakan ekor matanya.


Zeline yang berusaha menetralkan kegugupannya karena takut identitasnya terbongkar karena ketidak tahu-an kakaknya akhirnya menyambar ponsel miliknya dan secepatnya mengetik pesan pada Zack. sedangkan Velove hanya memandang Zeline juga Zack bergantian lalu memilih acuh dan melanjutkan makannya, Zack juga sempat menatap Velove dengan tanya, namun Velove lebih memilih mengedikkan bahu tanda tak ingin menjelaskan apapun, biarlah Zeline sendiri yang memberi tahu bos sekaligus kakak sahabatnya itu. Ia juga tak ingin identitas sahabatnya terbongkar karena kecerobohannya.


Message


*Zeze : "Hai kak"


Alex/Zack : "Ngapain kamu di sini Ze"


Zeze : "Ya makan lah kak"


Alex : "Bukan itu, maksud kakak ngapain kamu di kantor, sampe makan di kantin kantor"


....


"Tunggu, kapan kamu pulang? kenapa tidak memberi tahu kakak, kuliahmu?"


Zeze : "Kak Alex tersayang, Zeze itu sekarang udah kerja di kantor Daddy , lebih tepatnya magang. Sebelumnya maaf, Zeze tidak memberikan kabar pulang, lagi pula kakak juga tak pernah pulang ke rumah, Zeze hanya sedikit lupa, aku bahkan sudah wisuda kakak juga tak tau, ah bukan kakak yang terlalu sibuk dan tak memperhatikan ku lagi"


Alex : " Ah, maaf aku benar-benar lupa Ze, dan kenapa kamu pura-pura tidak mengenal kakak"


Zeze : " Ceritanya panjang, nanti saja setelah pulang ku ceritakan"


Alex : "Baiklah, kakak akan pulang ke mansion nanti, pulang dengan kakak sekalian?"


Zeze : "Tak perlu, Zeze bawa mobil sendiri"


Alex : "Oke*"


"Dimakan Ze, nih nih" ucap Velove sembari menyuapkan makanan pada mulut Zeline dengan sedikit paksaan. Zeline yang sedari tadi terlihat sibuk memainkan ponselnya sedikit membuat Velove kesal. Zeline segera membuka mulutnya dan mengunyah makanan dan tersenyum. Velove hanya mendengus dan melanjutkan makannya. sementara Zack sedikit melirik Zeline lalu tersenyum kecil. Jun yang melihat tingkah Zack mengernyit heran lalu melirik kan matanya pada Zeline yang tengah menyantap makanannya.

__ADS_1


'bukankah dia wanita bar-bar yang menabrakku? oh jadi dia karyawan baru di sini**' batin Jun mendengus remeh.


08.15 PM - Mansion keluarga Findley


"I'm Home" teriak Zeline dari arah pintu utama menuju ruang tengah.


"Jangan teriak-teriak Ze" ucap Clare menasehati putrinya itu


"Baru datang?" Tanya Robert sembari membolak-balikkan surat kabar tanpa memandang Zeline


Zeline tersenyum manis mendekati daddy-nya lalu mengecup singkat pipi Robert. "Nih, beli kue kesukaan daddy sama kak Alex dulu, makannya baru sampe rumah" ucap Zeline sembari mengangkat beberapa paper bag di tangannya.


"Kak Alex mana?"


"Di kamarnya, buruan mandi lalu makan malam, ajak kakak kamu sekalian" ucap Clare sembari mengambil paper bag dari tangan Zeline dan menuju dapur.


"Siap mommy" ucap Zeline seraya jari tangannya lurus berada di pelipis kepalanya memberikan hormat layaknya militer dan bergegas menuju kamarnya.


***


Zeline yang tak siap lantas menjerit dan memegangi dadanya yang berdetak cepat sementara Alex yang berhasil menjahili adiknya itu hanya tertawa keras dan lari melewati Zeline untuk segera pergi dari kamarnya. Zeline yang tak terima pun lantas mengejar Alex kesana kemari. Alex hanya tertawa dan berusaha meloloskan diri dari cengkraman sang adik.


"Ze, jangan ganggu kakakmu" suara bariton daddy-nya tiba-tiba menginterupsi kegiatan Zeline dan Alex.


Alex yang merasa di bela pun menjulurkan lidahnya mengolok sang adik.


"Kakak duluan yang nakal Daddy" Rajuk Zeline memanyunkan bibirnya dan meninggalkan Alex yang masih betah berdiri di sudut rak buku ruang tengah dengan senyum kemenangan.


"Sudah, ayo makan malam" ucap lembut sang mommy yang datang ke ruang tengah dan merangkul Alex menuju meja makan.


Seusai makan malam Zeline menggandeng tangan Alex menuju kamarnya. Ia tak sabar ingin menceritakan semuanya kepada kakak kesayangannya itu.


Tak ada satupun yang terlewatkan, semua ia ceritakan pada Alex mulai dari wisudanya hingga persoalan di kantor.


Alex yang selalu dengan senang hati mendengar ocehan Zeline hanya mengangguk dan terkadang tersenyum mendengar celoteh adiknya yang manja ini.


Tak banyak yang ditanyakan dari persoalan kali ini karena Alex sudah paham garis besar persoalannya dan Alex pun setuju dengan pilihan daddy-nya pada Zeline, karena mungkin itu yang terbaik bagi adik kesayangan yang manja.

__ADS_1


Setelah puas bercerita kesana-kemari, Zeline yang kelelahan berbaring diatas ranjangnya dan menarik tangan kakaknya agar ikut berbaring bersamanya. "malam ini temani Zeze tidur ya Kak" ucap Zeline sembari memeluk kakaknya


Alex mendengus lalu tersenyum "Baiklah, kakak temani adik kesayangan kakak ini tidur, Good Night Sweet heart, sweet dreams" ucap Alex membalas pelukan adiknya


"Too" balas Zeline singkat yang telah memejamkan matanya dan segera mengarungi indahnya dunia mimpi


06.00 AM


"Banguuunnnn" ucap Alex sedikit berteriak tepat di telinga Zeline. Zeline yang tertidur pun lantas terkejut dan memukul kepala Alex menggunakan bantalnya.


"Telinga Zeze masih normal kak, gak perlu teriak di telinga juga" gerutu Zeline yang masih berusaha meraih kesadaran penuhnya. Zeline mengerjapkan matanya beberapa kali dan meraih ponselnya di atas nakas, sedangkan Alex sudah rapi dengan setelan kerjanya.


"Ini baru jam 6 kak" kesal Zeline dengan suara serak khas bangun tidur dan masih tak beranjak dari ranjangnya.


Alex hanya bisa mendesah pasrah "Kurasa siapapun yang akan menjadi suamimu, dia pasti sungguh menyedihkan, karena punya istri yang jam segini masih saja tidur" ejek Alex memprovokasi Zeline


Zeline yang kesal lantas mengambil bantal guling dan bonekanya lalu melemparkan pada Alex, sedangkan Alex hanya menghindar dan sesekali tertawa mengejek.


"Udah, buruan mandi, terus sarapan di bawah" ucap Alex setelah bantal terakhir menghantamnya.


__________


Terimakasih sudah membaca ❤️


jangan lupa tinggalkan jejak jika kalian suka, cukup klik like, fav, komen, rating 5 dan vote 😚


like dan komen kalian sungguh bikin aku terharu dan bikin aku semangat nulis.. 🥰


Dan kalo mau bisa mampir di ceritaku yang lain .. Judulnya


'Jadi, dia atau siapa'


&


'Endless Love'


tengkyuuu, bye bye

__ADS_1


__ADS_2