Barcelona I Love You

Barcelona I Love You
Chapter 32


__ADS_3

"Yang benar saja!" gumam Jun memperhatikan baju yang Zeline berikan padanya.


"Mungkin dia terlalu gugup hingga salah memberikanku baju.."


Sementara itu, Zeline tengah berkutat dengan dapur, untuk pertama kalinya ada lelaki asing yang kini sedang menggunakan kamar mandinya dan akan makan malam bersama dengannya. Jika mengingat kejadian saat makan siang tadi, dimana Jun dengan jelas mengatakan bahwa dirinya adalah kekasihnya, belum lagi perlakuan manis yang diterimanya. Wanita mana yang tak akan luluh jika menemukan lelaki tampan juga perhatian, manis, yang hanya ia lakukan pada pasangannya.


"Apa yang sedang kau pikirkan" peluk Jun tiba-tiba dari arah belakang. Membuat Zeline yang awalnya entah sedang memikirkan apa hingga tak menyadari kedatangannya Jun.


"Oh, kau sudah selesai, duduklah terlebih dulu"


Namun, bukannya melepaskan pelukannya, Jun semakin mempererat pelukannya dan menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Zeline.


"Duduklah, jangan menggangguku...


Tunggu dulu, kenapa kau tak menggunakan baju?" tanya Zeline saat merasakan kulitnya bersentuhan langsung dengan tubuh terbuka bagian atas Jun.


"Yang benar saja kau ini, kau ingin aku menggunakan baju dengan motif boneka beruang di depannya?" pekik Jun melepaskan pelukannya lalu bersedekap tangan.


Zeline mengernyitkan dahi


"Motif boneka beruang? apa aku salah mengambilkannya baju?" monolog Zeline lirih yang mampu di dengar Jun.


"Ya, kau salah membawakan baju, atau mungkin kakakmu itu adalah perempuan" sahutnya


Zeline terkekeh geli


"Yang benar saja, hahaha' kakakku adalah lelaki tulen! bahkan tampan! walaupun tak setampan dirimu" pujinya, Jun yang mendengarnya pun tersenyum tipis.


"Jadi.. menurutmu aku ini tampan?"


"Tataplah saja cermin, nilai sendiri bagaimana penampilanmu!"


"Apakah itu diperlukan?"


"Tentu saja, agar kau tau betapa tampannya kekasihku ini" ucapnya semanis mungkin


"Kenapa mulut kekasihku ini begitu manis hari ini' hmm?" serunya


"hahaha' sudah, duduklah ayo makan"


***


"Jika kau butuh sesuatu panggil saja aku, aku ada di kamar"


"Kukira kita akan tidur sekamar" ucap Jun sembari menyenderkan bahu dan kepalanya pada pinggiran pintu.


"Tak ada! mimpi saja kau ini!" gerutu Zeline memanyunkan bibirnya


Jun terkekeh kecil dan mengacak-acak puncak rambut Zeline.


"Baiklah, selamat tidur, bangunkan aku jika aku kesiangan"


"Oke! segeralah masuk, selamat malam"


'Cup'


"Sweet dreams honey" ucap Jun lirih setelah mencuri kecupan singkat dari Zeline dan dengan segera menutup pintu kamarnya.


Pipinya tampak bersemu merah, kontras dengan warna kulitnya yang putih. Zeline terus tersenyum, mengulum bibirnya hingga memasuki kamarnya dan jatuh tertidur pulas. Mungkin malam ini akan menjadi malam dengan tidur ternyenyak selama ini.


05.45 AM


"Jun!

__ADS_1


"Hei!


"Bangun!


"Ayo bangun!


"5 menit"


"Ini bahkan sudah lebih dari 15 menit waktu yang kau pinta!"


"Sebentar lagi"


"Ayolah...


"Baiklah jika kau tak mau, aku akan lari pagi sendiri saja" gerutunya dan memilih bangkit dari duduknya di atas ranjang.


Namun belum genap ia bangkit, sebelah lengannya di cekal oleh Jun.


"Iya aku bangun, tunggu aku sebentar, aku akan mencuci mukaku terlebih dahulu" ucapnya seraya bangkit dari tidurnya.


"Akan ku tunggu di ruang tengah"


***


"Barang-barang kakak sungguh membantu"


"Lain kali aku akan membawa barangku sendiri dalam mobil" ucap Jun datar


"Hahaha, kau terlihat seperti terbebani menggunakan barang orang lain"


"Sudahlah ayo"


Jun dan Zeline pun mulai berlari kecil mengelilingi taman, ditemani dengan suara kicauan burung yang seakan menyambut sinar sang mentari, serta udara pagi yang sejuk yang menjadi pelengkapnya.


"Baiklah, lagi pula aku sudah mulai lelah' huufft..."


......


"Makanlah" ucap Jun setelah membawa nampan berisikan berbagai macam roti, sup dan lainnya.


"Thanks Jun..


"Apakah pemotretan Lucy untuk produk baru perusahaan berjalan lancar?"


"Ya, yang ku tau semua berjalan lancar, dia menyelesaikannya dalam sehari"


"Dia bilang akan ada pemotretan untuk majalah di Paris, maka dari itu dia buru-buru menyelesaikan pekerjaannya disini dan langsung pergi ke Paris... Bahkan dia memberitahu ku setelah dirinya tiba di Paris"


"Kau berteman baik dengannya?"


"Ya, dia teman baikku, sama seperti Velove. Lebih tepatnya kami bertiga"


04.00 PM


"Terimakasih untuk hari ini, aku menikmati seharian penuh denganmu"


"Aku juga, jaga dirimu baik-baik. Jangan tidur larut malam"


"Iya! kau juga"


Jun tersenyum lalu jari tangannya terulur mengusap permukaan pipi Zeline lalu mengecup keningnya cukup lama.


"Aku pulang" ucap Jun pada akhirnya

__ADS_1


"Hati-hati"


06.20 AM


*Message - Alex


"Kau sudah berangkat?"


"Tentu saja belum, ini bahkan belum pukul 7"


"Baiklah, aku akan menjemputmu, kita sarapan bersama"


"Baiklah, ku tunggu*"


Setelah beberapa menit Zeline menunggu Alex di lobi gedung apartemennya, akhirnya Alex datang dan langsung mengajak Zeline pergi menuju salah satu tempat favorit mereka untuk sarapan.


Zeline beberapa kali menengok kanan kirinya tetapi tetap tak menemukan Jared, dan saat ia bertanya pada kakaknya itu, Alex hanya berkata bahwa Jared sedang ada urusan lain. Zeline hanya mengangguk-anggukkan kepala.


Setidaknya, pagi ini ia tak akan sarapan dengan berdebat atau adu mulut dengan kakaknya itu.


.......


Sesampainya di basement Zeline memilih turun terlebih dahulu dan disusul Alex, dan dengan gemas Alex memeluk dan mencium kening Zeline sekilas. Entah kenapa, rasanya ia sangat rindu dengan adik kesayangannya ini. Zeline hanya tertawa kecil dengan tingkah kakaknya itu, sudah lama dirinya tak bermakna pada Alex.


Setelah Alex merasa rindunya terobati, akhirnya Alex melepaskan Zeline untuk lebih dulu memasuki lobi. Dirinya harus menahan untuk tetap bersikap seperti atasan dan bawahan. Hanya sebentar lagi, kurang satu bulan dari apa yang Daddy perintahkan pada Zeline. Setelah itu dirinya tak perlu lagi berpura-pura tak kenal dengan adik kecilnya itu.


Namun di balik raut bahagia Alex dan Zeline. Ternyata ada seseorang yang sedari tadi menahan amarah hingga mengepalkan tangannya kesal.


"Tak cukup menggoda satu orang! bahkan kini kau masih mencoba menggoda Mr.Zack! sepertinya peringatanku memang di abaikan olehnya! lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu!"


***


Zeline melangkah keluar dari lift dan dengan segera berjalan menuju kubikel mejanya. Beberapa kali dirinya menyapa para pegawai yang lain. Moodnya sungguh bagus pagi ini. Zeline terus tersenyum cerah hingga membuat orang yang berpapasan dengannya ikut tersenyum dan menyapa.


"Pagi"


"Hai, pagi juga"


"Ku dengar kau resmi berpacaran dengan Mr.Jun" tanya salah seorang karyawan wanita yang tak jauh dari kubikel meja kerjanya.


Zeline hanya tersenyum menanggapinya.


"Hei, bagaimana sifat Mr.Jun saat bersamamu! apakah dia tipe pria romantis?"


"Apa dia menjadi pria yang berbeda saat bersamamu?"


"Wah, beruntung sekali kau dapat berpacaran dengannya!"


"Tapi menurutku kalian sungguh serasi! semoga hubungan kalian berjalan lancar"


Dan masih banyak lagi ucapan dan pertanyaan yang mereka lontarkan pada Zeline. Namun Zeline hanya tersenyum alih-alih menjawab seluruh ucapan mereka.


Hanya satu yang ia harapkan, Semoga saja hubungan mereka berjalan lancar. Walaupun ia sendiri tak mengerti benarkah dirinya telah mencintai seorang Jun atau hanya karena mereka berusaha saling mengisi kekosongan diri mereka sendiri.


__________


**Jangan lupa like ya gaes , vote ❤️


Makasih Ya semuanya yang udah kasih suport dengan bentuk apapun... aku padamu


Makasih juga sama yang suka komen.. aku suka komen dari kalian wkwk.. walaupun ga tak bales, tp tetep tak baca kok 🤭


kalo feel nya kurang dapet maapin ya 🙏

__ADS_1


Moodku lagi campur aduk wkwk** ...


__ADS_2