
Zeline melangkah keluar menuju basement. Ia benar-benar tak membawa baju di dalam mobilnya. Hari masih belum terlalu petang, ini bahkan masih pukul 1 siang.
Cuaca terlihat cerah untuk siang ini.
"Sebaiknya aku pergi ke butik mommy" monolog Zeline dengan suasana hati yang cerah.
***
Zeline melangkah memasuki lobi butik berlogo 'CR' diambil dari huruf awal nama Clare dan Robert.
"Selamat datang di butik CR" sapa seorang karyawan butik.
Zeline hanya tersenyum dan melangkah masuk. Pandangan para karyawan dan para costumer jatuh pada pakaian yang tengah Zeline kenakan. 1 hal yang mereka pikirkan 'kotor, kenapa tak mengganti baju dulu atau apapun itu'
Zeline tampak acuh dan menoleh ke kanan dan ke kiri.
Zeline mendekat ke arah salah satu dress polos anggun berwarna peach blossom namun tampak santai. Ia meraihnya dan menimang dengan salah satu dress berwarna putih. Mungkin ia akan mengambil keduanya dan memakai salah satu diantaranya.
Saat akan menuju ruang ganti, netra cantik Zeline tertuju pada sebuah gaun malam berwarna merah dengan gaya Sabrina.
Zeline mendekat dan akan meraihnya, namun ada tangan lain yang juga sedang meraih gaun tersebut. Pandangan keduanya bertemu, Zeline tersenyum simpul dan melepaskan tangannya pada gaun tersebut.
Wanita itu tersenyum sinis pada Zeline. Melihat pakaian Zeline yang menurutnya bukanlah keluaran butik ternama dengan noda pada pakaian memperburuk penampilannya di hadapan wanita itu.
"Apakah kau sanggup membeli gaun mahal ini" ucapnya meremehkan
Zeline tersenyum menatap sinis setelah mendengar ucapan wanita itu. 'sungguh wanita yang sombong!' batin Zeline.
Zeline memilih diam dan tak memperdulikannya, Ia bisa meminta dibuatkan gaun yang lebih bagus dari pada gaun tadi pada mommy-nya.
"Ambil saja untukmu" ucap Zeline santai
"Bilang saja kau tak mampu membelinya"
Zeline memutar bola matanya jengah. 'Jangan lagi membuat harinya buruk, cukup saat di kantor'
"Dengar ya nona! jika saya mau saya bisa membeli seluruh butik ini!" ketus Zeline. Beberapa karyawan dan costumer menatap Zeline dengan tatapan heran.
"Kau berlagak seperti seorang konglomerat, tapi lihat penampilanmu? sungguh tak enak di pandang! aku yakin pasti dirimu bahkan harus menguras isi tabunganmu untuk membeli kedua dress itu"
Zeline berdecih kesal, lalu menarik gaun malam yang berada di genggaman tangan wanita tadi.
"Aku beli ketiganya" ucap Zeline menyerahkan pada seorang pegawai butik.
"Hey, apa-apaan kau ini" pekik wanita tadi
"Aku membeli ketiganya"
Wanita itu tersenyum miring
"Apa kau sanggup membayar semuanya?"
"Tentu saja" ucap Zeline merogoh tasnya berusaha meraih dompetnya, Zeline terus meraba dan menatap isi tas miliknya. 'Oh Lord, kenapa harus di saat seperti ini! kemana dompetnya'
__ADS_1
"Cepat keluarkan dompetmu dan bayar semuanya" tantang wanita itu
"Sepertinya dompetku ketinggalan" desah Zeline sembari memijat pelipisnya
"Tak mampu membeli saja belagu" sinis wanita itu, para pegawai dan costumer yang lain juga mulai menatap remeh Zeline.
"Ada apa ini?" tanya seorang wanita cantik berumur sekitar 35 tahun.
"Nona Ze.. sudah lama anda tak datang kemari, apa anda ingin bertemu dengan Mrs.Clare" ucapnya ramah seketika saat netranya menangkap wajah cantik Zeline.
"Hai Natalie, ya aku ingin bertemu mom, namun sebelumnya aku ingin mengganti pakaianku yang kotor, tetapi ternyata dompetku tertinggal" curhatnya.
Para pegawai dan costumer yang mendengarnya mengernyit heran.
"Untuk apa anda membayar, butik ini milik mommy anda, jadi butik ini juga milik nona" jelasnya menggebu. Natalie menatap para bawahannya tajam.
"Apa kalian tidak tau siapa beliau? beliau adalah putri bungsu dari pemilik perusahaan FFC sekaligus anak dari pemilik butik ini!" hardiknya pada para bawahannya.
Seluruh orang yang berada di butik itu tertegun tak percaya, ternyata orang yang telah mereka remehkan adalah orang yang jauh berbeda di atas mereka.
"Maafkan kelakuan seluruh pegawai di sini nona, mohon maklumi mereka karena mungkin ini pertama kalinya mereka bertemu dengan anda"
"Tak apa Natalie, santai saja, aku hanya ingin mengganti pakaianku untuk sekarang, dan segera bertemu mom" senyumnya ramah
"Apa yang kalian tunggu! cepat siapkan pakaian untuk nona Ze!"
"Aku pakai yang ini saja" sambung Zeline meraih dress peach blossom dari tangan salah seorang pegawai
"Dan gaun merah itu, kau dapat mengambilnya untukmu" lanjut Zeline dan berlalu menuju ruang ganti.
***
"Baru ingat punya mommy sekarang?"
"Moommmm please"
"Mengapa tak pernah mengabari mommy atau daddy"
"Maaf mom, Ze lupa. Pekerjaan di kantor sungguh banyak! bahkan Ze juga sering lembur"
Clare menatap putri kecilnya sendu, lalu sebelah tangannya terulur mengusap-usap pipi Zeline yang terlihat kian mengurus. Apakah pilihannya mendukung keputusan suaminya adalah yang benar, Clare menatap Zeline dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ze sudah seperti makin tak terurus walaupun tak dipungkiri putrinya ini adalah wanita cantik. Selama lebih dari 2 bulan ini, ia selalu memikirkan keadaan putrinya yang tak lagi satu atap bersamanya, namun syukurlah setidaknya putrinya terlihat sehat dan bahagia.
"Ingin makan kue?" tanya sang mommy
"Baiklah, dengan segelas coklat dingin dan whip cream diatasnya" jawabnya dengan senyum mengembang.
"Tidak takut gendut?"
"Mom, oh ayolah, aku tidak akan langsung gendut dengan memakan itu semua sekali" ungkap Zeline dengan mata melebar
Clare tersenyum melihat tingkah putrinya.
"Baiklah, ayo"
__ADS_1
"Let's go!" pekik Zeline kegirangan
Saat mereka akan pergi mendatangi sebuah toko kue, tiba-tiba ponsel sang mommy berbunyi. Clare mengangkat telponnya dan menghela nafas.
"Sayang, maafkan mom, Daddy-mu baru saja menelpon, mommy benar-benar lupa, bahwa mom akan menemani dad bertemu rekan bisnisnya" sesal sang mommy.
Zeline mengerucutkan bibirnya kecewa, padahal ia benar-benar ingin menghabiskan waktu bersama dengan sang mommy.
"Benarkah? baiklah tak apa mom, Zeline tau itu pasti penting, kita masih bisa pergi lain waktu"
"Maafkan mom Ze" sesal sang mommy
"Tak apa mom, sekarang dimana Daddy?" alih Zeline
"Mungkin sebentar lagi akan sampai" ucap Clare
"Kalau begitu, ayo tunggu dad di lobi mom"
Sekitar 5 menit menunggu, akhirnya Robert datang dengan seseorang yang sungguh tidak ingin ia temui.
"Kau! untuk apa kau kemari?" kaget lelaki itu saat melihat Zeline berada di sekitarnya.
Zeline mendengus kesal
"Tentu saja membeli baju! kau kira aku kemari untuk membeli sembako? yang benar saja!" kesal Zeline. Baru beberapa jam ia pergi meninggalkan kantor, dan sekarang ia harus bertemu lagi dengan pria menyebalkan ini.
"Hey, ada apa? kenapa ribut-ribut" ucap Clare lembut
"Ah, maafkan kami Mrs.Clare , kami hanya memiliki sedikit masalah yang belum kami selesaikan" sambung Jun
Clare mengernyitkan dahi heran, apakah putrinya ini membuat masalah di kantor?
Belum sempat Clare berbicara, Robert lebih dulu menyela dan mengajak Clare untuk segera pergi. Robert takut jika Clare akan tanpa sadar membocorkan identitas asli Zeline pada sekretarisnya ini.
"Ayo sayang, oh Jun, kau tak perlu menemani kami, kau bisa pulang sekarang" ujar Robert
Belum sempat Jun mengangguk, Clare menyelanya dengan ucapan bernada perintah pada Jun. Clare meminta Jun menemani Zeline pergi ke toko kue di pusat kota. Jun yang awalnya ingin menolak lagi-lagi tak dapat berbuat apapun saat Robert juga memerintahkannya menuruti ucapan sang istri. Robert berdalih untuk membelikan 1 box kue untuknya dan meminta Jun mengirimkannya ke rumah. Dengan berat hati Jun mengiyakan permintaan sang atasan.
"Beli apapun yang kalian mau" ucap Clare memberikan black card pada Jun
"Have fun, tolong jaga dia Jun" lanjut Clare
Jun hanya mengangguk dan Zeline masih menatap kepergian kedua orangtuanya yang telah memintanya pergi berdua dengan pria menyebalkan ini.
'Oh shit!' ucap mereka berdua dalam hati
__________
Terimakasih sudah membaca ❤️
Jangan lupa Like, komen , vote ya ciwi-ciwikuu 🥰🙈🙈
like dan komen kalian sungguh bikin aku terharu dan bikin aku semangat nulis.. 🥰
__ADS_1
tengkyuuu bye bye....