Barcelona I Love You

Barcelona I Love You
Chapter 39


__ADS_3

Calling


"Halo Mom, maaf sepertinya Ze tak bisa menepati janji Ze untuk makan malam bersama"


".....


"Jun sakit mom, aku tak bisa meninggalkannya sendiri"


".....


"Baik mom, sampaikan salam ku untuk dad"


Zeline kembali memasukkan ponselnya kedalam tas. Sebelah tangannya kembali menggenggam tangan Jun, dan satunya lagi membelai lembut rambut Jun teratur.


"Selamat malam Sayang" ucap Zeline lirih sembari mengecup kening Jun sekilas sebelum akhirnya ikut tertidur dengan posisi duduknya sembari menggenggam tangan Jun.


07.05 AM


Udara terasa lebih dingin pagi ini, punggung, leher dan tangannya terasa kebas dan tak nyaman setelah hampir semalaman memilih tidur dengan posisi duduk.


Merasakan usapan lembut di rambutnya sedikit membuatnya terbuai. Namun tak urung dirinya akan kembali tertidur, tulang punggungnya benar-benar tak nyaman.


Zeline mengerjapkan matanya beberapa kali sebelumnya akhirnya memposisikan tubuhnya untuk bergerak melonggarkan sedikit tulang-tulangnya yang mungkin bosan dengan posisi tidurnya semalam.


"Selamat pagi" Suara serak yang terasa lirih itu membuat atensi Zeline berpusat pada asal pemilik suara. Zeline tersenyum manis dengan kelopak matanya yang masih terasa lengket merekat.


"Pagi" balasnya dengan jiwanya yang mungkin belum terkumpul penuh, namun di detik berikutnya, Zeline membuka matanya lebar dan memandang ke arah Jun yang kini tengah duduk menyandar pada brankar dan menatapnya geli.


'Aahhhh bodoh kau Ze! lihatlah kekasihmu yang kini tengah terkekeh geli melihat penampilan bangun tidurmu yang buruk rupa!'


Rutuk Zeline dalam hati yang kini tengah mencuri-curi pandang dari sela jari tangannya yang telah menutup wajahnya malu.


Jun kembali tertawa kecil dan menarik kedua tangan Zeline yang masih setia menutup wajahnya yang memerah malu.


"Aku malu!" rengek Zeline yang masih bersikeras menutup wajahnya


"Apa yang membuatmu malu? kau sangat cantik walaupun saat bangun tidur, menurutku itu menggemaskan"


"Tidak! kau bohong!"


"Hey! kau tau, kekasihku itu sangat cantik! bahkan ketika dirinya mengigau sekalipun!"


Zeline menurunkan tangannya dan menatap Jun tak percaya.

__ADS_1


"A.. apa aku mengigau?" tanya Zeline terbata. Jun terkekeh dan mengangguk lirih.


"Akhh memalukan" gumam Zeline yang tentu masih Jun dengar.


"Aku lapar" ucap Jun lirih memutuskan pemikiran Zeline yang entah kemana berkeliaran. Zeline mengerjapkan matanya dan tersadar. 'Ahh bodohnya dirinya! kekasihnya tengah berbaring sakit dan dirinya malah sibuk dengan perkara malu!'


"Aku, aku sungguh kekasih yang tak perhatian bukan?.. aku akan membelikanmu bubur di kantin rumah sakit, tunggu sebentar, aku akan segera kembali" ucap Zeline tergesa sembari melangkah meninggalkan kamar inapnya.


namun baru beberapa detik, Zeline kembali masuk. "Aku akan mencuci mukaku terlebih dulu" ucapnya lagi dengan ekspresi canggung.


Jun tersenyum tipis dan menatap Zeline yang kini tengah membereskan mangkuk bubur yang telah kosong. Tangannya menerima uluran segelas air dan beberapa butir obat yang harus ia minum.


"Terimakasih" ucap Jun lirih lalu mengusap pipi halus gadis yang berstatus kekasihnya itu.


"Kau tak pergi bekerja?"


"Tidak, aku akan menemanimu hingga kau sembuh"


"Hey,


"Apa?


"Hai Jun, bagaimana kondisimu"


"Kondisiku baik!"


"Apa yang kakak lakukan! kenapa memukul Jun sekeras itu! kepalanya bisa benjol!" geram Zeline memarahi Alex dengan memukul-mukul lengannya.


"He..hey! kekasihmu itu memang seharusnya kau pukul saja dengan keras kepalanya! agar sadar untuk tidak membuat orang lain khawatir!" bela Alex dengan menghalau tangan Zeline yang memukuli dirinya.


Zeline menghentikan aksinya seakan tersadar dari sesuatu hal yang memang ingin ia pertanyakan. Tatapannya kini beralih pada Jun yang seakan tak mau menatapnya.


"Kau! sekarang katakan padaku, kemana saja kau? kamu bahkan tak menepati janjimu untuk menemaniku, dan malah ku temukan dalam kondisi memprihatinkan"


Alex tersenyum dan menahan suara kekehan gelinya agar tak terdengar. lalu menatap Jun yang kini tengah kebingungan akan mengatakan alasan apa lagi.


"Aakkhh kepalaku rasanya sakit!"


"Bagian mana yang terasa sakit? a.. akan ku panggilkan dokter" ucap Zeline khawatir namun dengan cepat Jun meraih tangan Zeline dan meletakkannya pada puncak kepalanya.


"Aku tak butuh dokter, aku hanya butuh kamu"


"Dasar perayu ulung!"

__ADS_1


"Apa?"


Zeline hanya diam dan memandang pada dua lelaki tampan yang masih asik beradu argument. Oh! ayolah, bahkan punggung tangan Jun masih terpasang jarum infus dan dia dengan semangatnya beradu mulut.


"Lebih baik aku pulang" ucap Zeline malas sembari mengambil tas miliknya.


10.30 AM


"Kau ini kenapa?"


"Dokter bahkan menyarankan agar kau menginap lebih lama di rumah sakit"


"Seperti saran yang menggiurkan saja, aku tak tertarik dengan saran konyol dokter itu"


"Astaga! ayolah Jun! kamu masih perlu di rawat inap agar cepat pulih"


Jun membuang nafas berat sebelum akhirnya bangkit dan mendekat ke arah Zeline yang masih saja terus mengoceh setelah dirinya memaksa agar pulang dari rumah sakit walaupun dokter menyuruhnya untuk menginap lebih lama agar keadaannya benar-benar pulih. Jun memeluk Zeline dari belakang dan mendaratkan kecupan ringan di sisi lehernya jenjangnya yang terekspose karena rambutnya yang ia gulung sedemikian rupa.


"Jangan menggangguku Jun, biarkan aku memasakkan makanan dulu untukmu" ucap Zeline sedikit kesal karena Jun yang tak ingin melepas pelukannya pada perutnya, bahkan terasa mengerat. Ditambah lagi dengan kecupan-kecupan ringan di sisi lehernya yang terasa geli.


"Ahh! sudah cukup! kau mengganggu konsentrasi ku Jun! berhentilah!" kesal Zeline menarik tangan Jun agar terlepas dari tubuhnya, namun seakan tak ada efek.


"Biarkan seperti ini dulu, ini sangat nyaman, aku suka sekali aromamu"


Wajah Zeline mendadak memerah akibat ucapan Jun. 'Hey! yang benar saja! memangnya aku makanan? aroma apa pula itu! oh yang benar saja! dirinya bahkan tak mandi dengan benar pagi tadi saat di rumah sakit! dasar pembual!"


"Lepaskan! aku harus memasak! jangan membuatku kesal Jun" geram Zeline memukul lengan kekar Jun yang masih setia bertengger di posisinya.


"Baiklah" ucap Jun melonggarkan pelukannya dan membalikkan tubuh Zeline agar menghadapnya lalu memojokkannya pada meja pantry.


"Aku merindukanmu, jadi beri aku sebuah ciuman, dan setelah itu- aku akan menjadi anak baik" ucap Jun mendekat dengan menggesekkan hidung mancungnya pada pipi Zeline. Sedangkan tangannya kini mengurung Zeline dengan baik


Dengan sedikit perasaan kesal, juga banyak rasa malu dan mau sebelah tangan Zeline akhirnya terangkat dan menyusup ke arah tengkuk Jun dan menariknya untuk mendekati wajahnya.


"Kau sungguh menyebalkan! kau tau?" ucap Zeline tepat di depan bibir Jun


"Aku tau" jawab Jun singkat lalu mulai mencium dan memangut bibir Zeline.


__________


**Maap semua 🥺


aku baru bisa update 🙏

__ADS_1


maap yes ...


terimakasih telah membaca dan berkunjung gaisss ♥️ lop yu**


__ADS_2