Barcelona I Love You

Barcelona I Love You
Chapter 27


__ADS_3

"Apa Dad tak akan mengacaukan kencan mereka? seperti sebelum sebelumnya?"


"Entahlah, tapi aku percaya pada Jun, seperti aku percaya akan pekerjaan yang ku bebankan padanya"


"Aku hanya pernah dengar dari Alex, bahwa Jun sempat terpuruk pada masa lalu karena wanita, dan aku hanya takut, Jun.." ungkap Clare tanpa mau melanjutkan ucapannya.


Robert memeluk erat tubuh istrinya, sembari bersandar dalam jok mobil penumpang.


"Jangan khawatir, aku yakin Jun mampu mengatasi masa lalunya, jika dia berani bertindak sampai seperti ini, maka aku yakin, bahwa dia memang sudah terlepas dari belenggu masa lalu"


"Selain itu, apakah mereka memang menggunakan baju couple?" ungkap Robert mengenai pemikirannya


Clare mengernyitkan dahinya beberapa detik sebelum kemudian kembali bersuara.


"Ahh, iya, mungkin saja? mereka tampak serasi" puji Clare.


Robert tersenyum lembut


"Semoga saja memang mereka ditakdirkan bersama, aku jadi tak perlu repot-repot menjodohkan gadis kecil kita"


***


Zeline menatap Jun sekilas dari atas hingga bawah, apakah ini kebetulan yang sungguh tak direncanakan?.


Jun terlihat menggunakan celana berwarna maroon sebatas lutut dengan kaos dan sepatu berwarna putih. Terlihat seperti mereka memang menggunakan baju couple dengan Zeline yang juga menggunakan dress berwarna maroon.


Jun bukannya tak menyadari tentang pakaian mereka yang serasi, namun dirinya memilih acuh tak perduli. Jika dibahaspun akan membuat mereka semakin canggung.


"Kita akan kemana terlebih dahulu?"


"Terserah padamu"


"Baiklah, bagaimana jika menonton film? adakah film yang ingin kau lihat?"


"Kita tak jadi menonton karnaval?"


"Karnaval terlalu ramai dan sesak"


"Ahh, baiklah terserah padamu"


"Kau keberatan dengan keputusanku?"


"Tidak, tidak.. Ayo cepat kita harus cepat sebelum filmnya dimulai" ucap Zeline malas.


"Dia yang menjanjikan, dia yang mengingkari" gerutu Zeline.


"Aku mendengarmu"


"Salah siapa! kau sendiri juga aneh"


Jun menghembuskan nafas kesal dan menepikan mobilnya. lalu menatap lamat-lamat Zeline.


"Kau yang tadi bilang terserah!"


"Lalu kau ingin aku menjawap apa?" ucap Zeline tak terima

__ADS_1


"Jawaplah sesuai pertanyaanku" ucap Jun selembut mungkin


"Baiklah, sekarang kita akan kemana? kau ingin menonton atau bagaimana?"


"Terserah" jawab Zeline sembari memanyunkan bibirnya


Jun berdecih dan menatap kesembarang arah lalu mulai kembali menyalahkan mobilnya dan kembali melaju.


"Dasar wanita, memang mereka kira kami para pria ini seorang peramal hingga dapat mengerti apa keinginan mereka" gerutu Jun tanpa memperdulikan Zeline yang menatapnya tajam di sampingnya.


"Sebenarnya kau ini berniat mengajakku jalan atau mengajakku beradu mulut!" kesal Zeline


Jun memejamkan matanya sejenak, saat traffic light menyalakan warna merah.


"Baiklah, mari kita berdamai untuk malam ini, bersikap seperti layaknya sepasang keka..." ucap Jun tanpa melanjutkan perkataan terakhirnya.


Jun berdeham menetralkan gejolak di dalam dirinya. Dirinya sungguh spontan dengan ungkapannya tadi. Sedangkan Zeline terus membuat sebelah telapak tangan kanannya terus berdekatan dengan wajahnya, seakan berusaha menghalau dan menutupi rona merah yang tiba-tiba tersebar di pipinya.


"Ba-bagaimana jika kita ke Chelsea market saja?"


"Kau yakin ingin ke sana saja?" tanya Jun memastikan. Namun anggukan semangat dari Zeline memperjelas semuanya. Jun tersenyum tipis dan melakukan mobilnya menuju Chelsea market.


.....


Jun terus mengikuti kemana langkah gadis di depannya melangkah. Jika dilihat, malam ini dia tampak persis seperti gadis remaja, mungkin beberapa orang akan mengira bahwa dirinya berusia sekitar 17 tahun?.


Berbeda sekali saat berada di kantor, gayanya sungguh seperti wanita karir, dengan rok span di atas lutut juga blouse.


"Ayo kita ke sana, aku ingin sup lobster" ucap Zeline menatap Jun sekilas dan berlalu melangkah mendahului Jun.


"Hanya satu?" tanya Zeline saat melihat Jun yang hanya memesan satu mangkuk sup.


"Aku alergi terhadap seafood"


"Oh, maafkan aku, apa perlu kita berpindah tempat?"


"Tak perlu, habiskan saja dulu sup mu, baru kita pergi"


"Baiklah, bagaimana dengan pizza setelah ini?"


"Whatever your request" Ujar Jun santai sembari terus memperhatikan Zeline yang menikmati semangkuk sup lobster.


***


"*Brooklyn Bridge?"


"Sure!"


Ferrari LaFerrari* merah itu melaju dengan kecepatan normal. Membelah keramaian kota New York malam ini.


Jun memarkirkan mobilnya di ujung jalan terdekat.


"Kemari" seru Jun menggerakkan tangannya mengisyaratkan Zeline untuk mendekat.


Zeline berjalan mendekati Jun hingga berada tepat di depannya.

__ADS_1


"Duduklah di atas cap mobil sembari memakan pizza juga menikmati udara malam"


"Bagaimana caranya aku naik?" tanya Zeline dengan polosnya.


Jun terkekeh kecil lalu mendekat kearah Zeline dan meletakkan kedua tangannya pada pinggang Zeline dan mengangkatnya hingga Zeline terpekik. Jun mendudukkan Zeline diatas cap mobil lalu menyerahkan sekotak pizza padanya.


"Tunggu sebentar" ucap Jun tiba-tiba yang membuka pintu mobil dengan membawa sebuah jaket baseball berwarna navy-putih.


"Kau penggemar Yankees?" tanya Zeline terkekeh geli


"Maybe?" balas Jun sembari menyelimutkan jaket tadi pada kaki Zeline yang terbuka.


"Thank you" lirih Zeline malu-malu atas hal kecil yang dilakukan Jun baru saja. Karena menurutnya itu hal yang manis.


"Aku tak butuh terimakasih mu" ucap Jun mendekatkan dirinya pada Zeline, meletakkan kedua tangannya pada kedua sisi tubuh Zeline, yang membuatnya terperangkap.


"La-lalu kau butuh apa?" tanya Zeline dengan ragu


Jun tersenyum jahil menatap Zeline yang terlihat mulai bingung sekaligus malu.


"Give me a kiss"


"Ka-kau yakin? tak ingin ya-yang lain? gugup Zeline


Jun hanya menggelengkan kepala dan terus menatap Zeline dengan senyum samar.


"Cepatlah, kau ingin memberi yang ku butuhkan tidak?" goda Jun


Zeline memanyunkan bibirnya


"Kau ini sungguh mesum!" kesal Zeline


Jun terkekeh dan mencubit hidung Zeline. "Kau ini sungguh menggemaskan, kau yang bilang ingin memberikan apa yang ku butuhkan, tapi kau sendiri yang menolak?"


"Kau ingin membalas perkataan ku tadi?"


"Tidak.. aku hanya ingin ciuman, itu saja!" Ucap Jun bersemangat terus menggoda gadis di hadapannya. Namun tanpa Jun duga, secepat kilat Zeline mengecup sebelah pipi Jun.


"Sudah! aku sudah melakukannya" ucap Zeline menahan malu sembari memalingkan wajahnya.


Sedangkan Jun, sempat diam terpaku karena ciuman singkat di pipinya. Niatnya hanya menggoda, namun sepertinya Dewi Fortuna berpihak padanya.


Jun meraih wajah Zeline agar menatapnya, ibu jarinya bergerak mengusap pipi halus gadis itu. Netra mereka bertemu dan saling menatap, mengarungi dalamnya tatapan diri mereka dalam pantulan Netra mata di hadapannya.


"Itu bukanlah Ciuman, tapi kecupan..


"Ini yang di sebut ciuman" ucap Jun melanjutkan kata-katanya.


Sebelah tangannya yang berada di wajah Zeline turun ke arah tengkuk dan menarik mendekat. Seketika, Jun langsung menyambar bibir Zeline yang terus saja menggodanya sejak saat mereka berada di 'Chelsea market'


___________


**Jangan lupa like ya gaes , vote ❤️


Makasih Ya semuanya yang udah kasih suport dengan bentuk apapun... aku padamu

__ADS_1


lop lop lop ❤️❤️**


__ADS_2