
Alex memasuki lobi dengan perasaan kesal ketika mengingat bagaimana kedua adiknya itu menghalanginya untuk mendatangi Jun dan menghabisinya. Jared bahkan sampai melakukan hal yang berlebihan, contohnya saja ia sampai memeluk kaki Alex erat dan berteriak-teriak untuk tak mendatangi Jun dan memberikannya pelajaran karena telah menyentuh princess kesayangannya. Alex bahkan bertingkah alay seakan dirinya adalah korban hingga membuat Jun menjadi kesal bukan karena Jun, tetapi karena Jared yang gila di luar batas.
Namun bukan Zack Alexander Findley jika ia tak dapat menghukum lelaki sial*an yang dengan berani menyentuh permatanya. Ia pastikan Jun akan mendapat balasan dengan caranya. Senyum evil pun tercipta pada wajah Alex.
09.15 AM
"Jun awas!!"
Buuukkkk!! suara hantaman sepatu pantofel yang mendarat tepat di pelipis Jun dengan akurat dan tentu saja disengaja dan sedemikian rupa. Alex berlari mendekat kearah Jun yang memegangi pelipisnya yang berdenyut dan juga memerah dengan raut wajah khawatir 'Palsu'
Jun menatap nyalang pada Alex yang menampakan raut wajah bersalah.
"Aku kan sudah berkata awas padamu Jun! kenapa tak menghindar, tadi ada seekor lebah yang terbang di sekitarmu, awalnya aku ingin menghantam lebah itu agar kau tak tersengat! tetapi malah kau yang kena hantam" dusta Alex
"Mana ada lebah dalam kantor!" kesalnya, untung saja tak ada orang di lorong ini selain mereka bertiga.
"Cihh, kau ini sungguh tak percaya padaku"
'Alasan bodoh' decih Jared menggumam malas
"Cepat gunakan sepatumu brother, kau seperti orang bodoh yang menggunakan sepatu hanya sebelah, rapat akan segera dimulai"
...Selesai Rapat
Semua orang pergi meninggalkan ruang rapat, termasuk Robert yang akan segera pergi mengunjungi London karena hal penting yang harus dirinya urus, namun kali ini Robert tak mengajak serta Jun dalam perjalanannya.
Jun masih terus mengikuti Robert hingga masuk kedalam ruangan atasannya. Jun membereskan beberapa berkas yang memang akan Robert bawa.
"Semua sudah siap Mr.Robert"
"Baiklah, aku titip kantor Jun" ujar Robert menepuk pundak Jun dan berlalu meninggalkan ruangannya.
*Message
"Kami ada di kantin*"
Hanya pesan singkat yang Alex kirimkan pada Jun.
Jun akhirnya memutuskan menuju kantin karena perutnya yang sedikit merasakan lapar.
"Kau di sini? ku kira kau ada di kantin bersama Zack"
"Ponselku tertinggal, jadi aku mengambilnya"
Jun mengangguk dan berjalan lebih dulu disusul Jared. Saat sedang asyik bermain ponsel miliknya, tanpa sadar Jared tersandung oleh kakinya sendiri. Dan mengakibatkan Jun yang berada tepat di depan Jared terdorong hingga membentur pintu lift yang belum terbuka.
'Aaahh'
'Dduukkk'
'Aakkhhhh'
__ADS_1
"Damn it! kenapa kau mendorongku! sialan! Aakhhhh" maki Jun dengan memegang jidatnya yang nyeri, belum lagi pelipisnya yang terlihat memar akibat lemparan maut Alex sebelum rapat ikut berdenyut nyeri.
"I'm really sorry Jun! I tripped earlier" ucap Jared dengan wajah menyesal, namun batinnya bersorak gembira, setidaknya dirinya dapat memberi satu pelajaran bagi Jun karena telah berani mencium Zeline kecilnya, walaupun sebenarnya masih kurang.
"Sudahlah!" acuh Jun berlalu menuju kantin kantor, dirinya sungguh lapar dan ingin segera makan siang.
***
"Ada apa dengan jidatmu?" tanya Alex heran
"Kau tanya saja manusia sialan itu" ujar Jun menunjuk Jared dengan dagunya. Jared masih menampilkan wajah datarnya dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Aku tak sengaja mendorongnya hingga terbentur pintu lift"
"Pfffftt dasar ceroboh!"
Saat sedang akan menyendok makanannya, pandangan Jun bertemu dengan Zeline yang berada di seberang mejanya dengan posisi satu baris dengan Alex yang berada di depannya.
Zeline membuang muka dan memilih menyantap makanannya. Jun pun mengakhiri tatapannya dan juga mulai menyantap makanannya.
'Apa yang harus ku lakukan, kenapa juga dia harus ada di sana, Akkhh sungguh memalukan! padahal itu sudah beberapa hari yang lalu kenapa aku terus saja mengingatnya' rutuk Zeline dalam hati
"Apa yang sedang kau pikirkan?"
"Umm, tak ada"
Zeline melanjutkan makannya dengan sesekali berbincang dengan Velove. Tanpa di sangka, Jun terus mengawasi Zeline dengan sudut matanya, lebih tepatnya menatap bibir yang beberapa hari lalu ia rasakan. Tanpa sadar, Jun terus terlena menatap wanita cantik di seberangnya, rasa manis saat mencium bibir wanita itu seolah menggodanya untuk melakukannya lagi dan lagi.
Alex tau bagaimana usaha Jun untuk terlepas dari jeratan trauma masa lalu hingga dirinya memilih melawan itu dengan sering melakukan ONS , namun dari semua partner ONS, Jun selalu memastikan bahwa mereka bukanlah salah seorang dari karyawan di tempatnya bekerja. Dirinya tak ingin jika suatu saat hal itu akan membuat skandal dirinya dalam perusahaan.
Walaupun Jun terlihat dingin dan bersikap acuh, sebenarnya Jun adalah orang yang pengertian. Alex bahkan tak meragukan hal itu. Namun yang Alex ragukan dari seorang Jun adalah apakah memang hatinya telah tertutup untuk seorang wanita.
Sebagian seorang sahabat, tentu saja Alex juga ingin Jun mendapat kebahagiaannya dan melupakan masa lalunya.
"Kenapa kau terus memandanginya?" tanya Jared memindah atensi Alex dan Jun padanya.
Jun mengernyitkan dahi dan menatap Jared tak paham. Jared menghela nafas dan mengulang pertanyaannya.
"Kenapa kau memandanginya? Zeline, wanita cantik itu"
Jun tersadar dan tertegun, benar apa kata Jared. Untuk apa dirinya terus memandangi gadis bar-bar itu.
"Kau salah lihat" elaknya
Baru saja dia mengelak, namun netra matanya kembali berfokus saat Zeline beranjak dari kursinya dan meninggalkan Velove yang terlihat masih menyantap makan siang miliknya.
"Hey"
"Jun!"
"Jun!"
__ADS_1
Taakkk'
"Aakkhh apa?" kesal Jun saat mendapati Alex menyentil dahinya yang memar.
"Kau memandanginya terus menerus! apa kini kau tertarik dengannya?" selidik Alex
"Yang benar saja, gadis bar-bar sepertinya? dia bahkan lebih mirip anak remaja dibanding wanita dewasa" sinis Jun
Taakkk'
"Aakkhh sialan! kenapa kau memukul pas di bagian memarku!"
"Hanya ingin" ucap Alex asal dan kembali menyantap makanannya.
Jared hanya menggeleng-gelengkan kepalanya menatap kedua manusia itu.
Zeline terlihat berjalan mendekat ke arah mejanya dengan membawa semangkuk sup yang mungkin masih panas, karena terlihat dari asap tipis yang nampak menguar di udara.
Zeline berjalan dengan sangat berhati-hati, langkahnya ia pelankan karena takut jika kuah sup itu akan tumpah dan mengenai tangannya yang tentu saja akan memerah karena tersiram kuah panas sup.
Dengan sengaja, Emma yang duduk di meja dekat dengan Zeline memposisikan kakinya agar Zeline tersandung dan jatuh tersungkur dengan kuah sup yang menyiramnya 'picik Emma'
Namun naas, rencana Emma untuk membuat Zeline malu karena tersungkur dengan tersiram sup panas gagal, justru tindakannya membuat orang lain yang merasakannya.
Ddduukk'
'Aahhhh'
Byuuurrrr
Zeline tersandung dan tanpa sengaja ia akan terjatuh condong mengarah Jun, dan sialnya sup itu tumpah dan menyiram dada Jun.
Zeline membulatkan matanya kaget, tentu saja! Bahkan beberapa karyawan yang berada di sekitar mereka memekik kaget karena hal itu.
Jun memejamkan matanya kesal, sepertinya hari ini dirinya terlalu sering terkena kesialan.
__________
**Terimakasih sudah membaca ❤️
Jangan lupa Like, komen , vote ya ciwi-ciwikuu 🥰🙈🙈
like dan komen kalian sungguh bikin aku terharu dan bikin aku semangat nulis.. 🥰
Maap ya gaess baru bisa up, kemaren aslinya pengen up, tapi pegang hp bener-bener bikin mual 😂 hari ini mau up 2 tapi ga bisaa 🤦 jadi maap ya ciwi-ciwikuuu ..
besok kalo bisa aku up 2 deh, kalo gak ya lusa 🤭🙏🙏
oke sekian
tengkyuuu ya semuaaa...bye bye.... lop yu ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️**
__ADS_1