
Zeline dan Jun masih mematung menatap kepergian orangtua juga atasan mereka. Setelah sepersekian menit kemudian, Zeline dan Jun saling berpandangan dan di menit berikutnya mereka saling membuang muka.
Zeline berjalan mendahului Jun, setelah beberapa langkah tak ada pergerakan dari seseorang di belakangnya, Zeline berbalik dan menatap Jun.
"Apa yang kau lakukan, cepatlah" Kesal Zeline,
walaupun begitu, Zeline tetap ingin pergi ke toko kue di pusat kota, dirinya benar-benar ingin menyantap sepotong atau lebih kue dengan segelas coklat dingin. Ia akan menurunkan rasa kesalnya pada lelaki menyebalkan itu, untuk hari ini saja. Lagipula dirinya tak ingin sendiri hari ini.
Jun mendengus kesal. Ia mendekat ke arah Zeline, namun hanya melewatinya tanpa mau membalas ucapan Zeline. Zeline menghembuskan nafas berat dan mengikuti Jun yang lebih dulu berjalan di depannya.
Jun mengambil ponselnya dari saku dan akan memesan taksi, karena memang dirinya kemari dengan menggunakan mobil Robert, dan kini atasannya' tersebut tengah pergi bersama sang istri.
Zeline mencuri pandang pada ponsel Jun yang terlihat akan memesan taksi, namun dengan cepat Zeline merebutnya dan meng-cancle nya. Jun menatap tajam Zeline dan akan kembali merebut ponselnya, namun Zeline menahannya dan menyembunyikannya di balik punggungnya.
"Kembalikan ponselku" ujarnya datar
Bukannya ponsel yang ia berikan namun kunci mobillah yang di dapat Jun. Jun mengernyitkan dahinya lalu menatap heran pada Zeline.
"Ponselku! aku harus segera pergi, untuk apa kau memberiku kunci mobil"
"Apa selain mesum dan menyebalkan kau juga bodoh? tent.."
"Apa kau bilang?" potong Jun
Zeline menggigit bibir bawahnya, dirinya kelepasan bicara. Dengan perlahan matanya menatap tatapan tajam Jun dan tersenyum manis. 'Berdamailah untuk saat ini Ze, ya cukup sisa hari ini' monolognya dalam hati.
"Tidak, anda salah dengar. Maksud saya adalah alangkah lebih praktis dan hemat jika kita berdua pergi bersama, lagi pula saya membawa mobil, jadi anda tak perlu repot-repot mengeluarkan biaya taksi, saya juga akan mengantarkan anda kembali kekantor untuk mengambil mobil anda setelah kita pulang dari toko kue" jelas Zeline dengan hati-hati
"Tidak perlu! kembalikan ponsel saya"
Zeline berdecih dan memanyunkan bibirnya yang tak luput dari pengawasan Jun, Sejak ia menggigit bibir bawahnya dan sesekali mengulumnya tak lepas dari pengawasan Jun. Ia menggelengkan kepalanya menghalau pikiran buruk yang sedang merayap kedalam pikirannya.
__ADS_1
"Oh ayolah, setidaknya temani aku ketoko kue itu, lagi pula anda juga sudah tak ada pekerjaan lagi bukan? Mr.Robet bahkan menyuruh anda pulang lebih cepat"
"Aku ad..."
"Atau mau ku laporkan pada Mrs dan Mr.Robert bahwa anda tak mau menemani saya? padahal tadi jelas sekali bahwa Mrs.Clare meminta anda menemani saya" potong Zeline dengan cepat dengan mimik wajah yang di buat kecewa namun membuatnya terlihat menggemaskan.
Jun mendengus berusaha menghalau sudut bibirnya yang akan mulai terangkat karena melihat tingkah imut Zeline.
"Laporkan saja! memang apa pentingnya dirimu hingga mampu membuat Mrs.Clare akan mendengar ucapanmu"
"Kau menantangku? baiklah akan ku telpon sekarang juga" tantang Zeline segera meraih ponselnya, belum sempat mengetik, tangan Jun lebih dulu menghalau pergerakan Zeline. Zeline menatap Jun datar.
"Ayo cepat, dimana mobilmu" ucap Jun pada akhirnya. Zeline tersenyum kemenangan dan menunjuk pada salah satu mobil yang berada di parkiran.
"Let's go!" pekik Zeline kegirangan setelah mereka memasuki mobil dan mulai melajukan mobilnya. Sudah lama dirinya tak keluar jalan-jalan walau hanya untuk mampir ke sebuah cafe dan semacamnya. Sekedarnya ia hanya mampir ke sebuah supermarket untuk membeli bahan makanan dan sisanya menghabiskan waktu di kantor dan apartemen miliknya.
Jun mengawasi seluruh gerak gerik dan ucapan Zeline dari sudut matanya. Bibirnya menampakan senyuman tipis yang mungkin tak dapat di sadari siapapun. 'Apakah gadis bar-bar ini memang kekanakan atau memang untuk membuatnya bahagia hanya perlu dengan hal-hal kecil seperti ini' monolognya dalam hati sembari terus menatap jalanan yang mulai padat akan kendaraan yang ikut berlalu lalang. Memenuhi tangkapan obyek netra matanya.
Zeline tanpa sadar meraih dan menarik tangan Jun tak sabar untuk segera memasuki toko kue favoritnya itu. Jun sempat tertegun saat merasakan sentuhan lembut dan hangat di tangannya. Sudah lama, entah kapan terakhir kali dirinya merasakan sentuhan lembut dan hangat seperti ini. Tanpa sadar senyumnya mengembang bertepatan saat Zeline yang juga menatapnya dengan penuh senyuman bahagia. Ia hanya terus membiarkan gadis itu menggenggam tangannya erat seperti tak ingin ia lepaskan atau terlepas. Mengikuti kemanapun genggaman tangan itu menariknya pergi.
"Aku tidak suka makanan manis" ucapnya datar mengalihkan pandangannya.
Zeline berdecih lalu melepaskan genggaman tangannya, dan bersedekap di dada. Jun menatap Zeline saat genggaman hangat di tangannya terlepas. Zeline terus menatap Jun.
"Baiklah, akan kupilihkan kue yang tak terlalu manis untukmu" fokusnya teralih memilih kue yang terpampang pada etalase kaca.
Zeline berjalan mencari kursi kosong untuk mereka duduki. Sementara di belakangnya, ada Jun yang dengan wajah kesal dan malas mengikuti Zeline dengan nampan penuh di tangannya. Entah kenapa dirinya benar-benar tak berkutik saat dengan mudahnya gadis bar-bar itu meminta ataupun menyuruhnya mengikuti kemanapun gadis itu pergi.
"Terimakasih" senyumnya melebar saat Jun selesai meletakkan nampan penuh dengan pesanan mereka, tidak. Lebih tepatnya pesanan Zeline. Jun terus saja diam tak menjawab saat Zeline menanyainya ingin apa, karena terlalu malas menunggu jawaban yang tak pasti, Zeline akhirnya memutuskan untuk memilih.
Zeline menyodorkan secangkir kopi dan kue pada Jun. Jun hanya meliriknya sekilas dan meraih cangkir kopi itu lalu meminumnya.
__ADS_1
"Makanlah, kue ini tidak terlalu manis berlebih, mungkin akan cocok denganmu" sarannya
Jun menatap Zeline, lalu beralih pada kue di hadapannya. Tak ada salahnya mencoba, pikirnya. Jun pun meraih garpu kecil di samping piring kecil dengan sepotong kue, lalu mulai memakan kue itu.
'Tidak buruk' pikirnya dengan masih terus menikmati sepotong kue di hadapannya.
"Enak bukan?"
"Hmm, not bad"
Zeline hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Ia memilih menikmati sepotong kue miliknya dengan segelas coklat dingin dengan whip cream dan 1 scoop penuh ice cream vanilla di atasnya.
"Kau tak takut menjadi gemuk?" tanya Jun saat memandang Zeline yang asyik menyantap desert di hadapannya, yang menurut perkiraan Jun pasti kalori dari semua makanan dan minuman itu tinggi.
Zeline menghela nafas panjang dan menatap Jun datar.
"Aku tak akan langsung gemuk dengan memakan semua ini sekali" ucapnya dengan mata melebar tak terima.
"Baiklah, aku hanya tanya, kenapa sensitif sekali"
...
"Sebenarnya, apa hubunganmu dengan Mrs.Clare?" sambung Jun bertanya pada Zeline.
__________
Terimakasih sudah membaca ❤️
Jangan lupa Like, komen , vote ya ciwi-ciwikuu 🥰🙈🙈
like dan komen kalian sungguh bikin aku terharu dan bikin aku semangat nulis.. 🥰
__ADS_1
tengkyuuu bye bye....
Sebenernya mau langsung up 2, tapi ntar deh , ku jeda beberapa waktu 😆 👋