
"Jawab pertanyaanku dengan jujur Ze, apa memang kau tak menginginkan hubungan ini? apa kau sekarang menyesal mengucapkannya?"
Zeline mengangkat pandangannya dan menatap manik hitam Jun, manik yang menyiratkan betapa kecewanya dirinya.
"Ma- maaf, bukan seperti itu maksudku.. hanya saja...
Ucapan Zeline terhenti saat dengan cepat Jun mengecup singkat bibir Zeline.
"Aku tak ingin mendengar alasan lain Ze, aku hanya ingin jawaban bahwa kau memanglah kekasihku" ucap Jun memandang netra mata Zeline dengan menangkup kedua pipinya.
"Apa kau tak merasa terganggu saat ada wanita lain mendekatiku? kenapa kau hanya diam seakan tak perduli?"
"Baiklah, mulai sekarang aku tak akan ragu lagi menyebutmu kekasihku"
"Hanya itu?"
"Lalu apa?"
"....
"Tidak, sudahlah. Ayo masuk, jam istirahat akan segera berakhir"
Zeline menghembuskan nafas berat sebelum akhirnya melangkah mendahului Jun. Namun belum jauh ia melangkah Jun menghentikan langkahnya.
"Apa?"
"Beri aku semangat"
Zeline mengernyitkan dahi lalu tersenyum menahan tawa.
"Semangat" ucapnya dengan senang hati
"Bukan seperti itu"
"Lalu seperti apa?" tanya Zeline heran
"Beri aku ciuman" ucap Jun tak tau malu
'Aakkhhh...
Pekik Jun saat merasakan tangan Zeline mencengkeram dan menarik rambutnya.
"Dasar mesum! menyebalkan" hardik Zeline kesal, meninggalkan Jun yang terkekeh geli dengan tingkah Zeline.
Zeline terus saja menggerutu tak jelas hingga sampai di kubikel meja kerjanya. Dan kini, ia juga harus kembali menghadapi pekerjaan yang seakan tak pernah habis. Zeline mendudukkan dirinya dan mulai memeriksa semua file yang harus ia revisi.
"Huufftt.. aku sungguh membenci mereka yang membuatku menderita di sini, lihat saja nanti saat aku telah menggantikan posisi dad. Akan ku buat mereka menyesal" monolog Zeline yang terus menggerutu
"Siapa yang akan kau buat menyesal?" tanya karyawan sebelah kubikel mejanya
"Oh, hanya seseorang yang senang sekali meremehkan ku! akan ku buat mereka menyesal meremehkan ku!" ucapnya seraya tersenyum manis
"Benar! buat mereka menyesal! semangat!"
"Semangat!"
05.10 PM
"Kau boleh pulang" ucap Robert pada Jun
"Baik Mr.Robert" jawab Jun di balik meja kerjanya.
Robert melangkahkan kakinya pergi menjauh, namun ia memutuskan untuk berhenti sejenak dan berbalik menatap Jun yang juga menatapnya.
"Aku hanya memberimu sedikit arahan, Jika kau memang benar-benar serius dengan gadis waktu itu, ku harap kau dapat menjaganya dan mencintainya setulus hati"
Jun membatu sejenak sebelum akhirnya kembali meraup kesadaran.
__ADS_1
"Baik Mr.Robert , akan saya ingat" jawab Jun sembari sedikit membungkukkan badannya. Sedangkan Robert memilih segera berlalu meninggalkan Jun.
"Siapa kau sebenarnya Ze, sampai-sampai Bos dan sahabatku sendiri memperingatkan ku untuk menjagamu"
10.45 AM
"Oke baiklah nona Lucy, semoga kerjasama kita dapat berjalan baik"
"Tentu Mr.Zack , saya akan berusaha semaksimal mungkin"
"Baiklah, rapat kali ini cukup sampai di sini"
"......
"......
"Aku akan menunggu hasil kerja kerasmu"
"Apa sekarang kak Alex meragukan seorang Lucy Princella"
Alex terkekeh dan mengusap puncak kepala Lucy.
"Tidak, bukan begitu, dasar kau ini"
"Zack" panggil Jun mendekat kearah Alex
"Hai Mr.Jun! apa anda akan makan siang? maukah anda makan siang bersamaku?" sela Lucy
"Aku akan makan siang bersama kekasihku, Zack ayo!" ucap Jun tanpa mau memperdulikan raut wajah Lucy yang kecewa
"Apakah aku boleh ikut bergabung?" pintanya
Jun menghembuskan nafas berat sebelum menganggukkan kepalanya. Toh mereka memang tak akan makan siang berdua saja.
Tapi sebenarnya aneh saja bagi Jun, bukankah Lucy juga teman dekat Zeline? sama dengan Velove!. Lalu kenapa Lucy terus berusaha mendekatinya jika tau aku adalah kekasih temannya.
'Ahh benar, ia lupa, Zeline bahkan baru mengakuinya sebagai kekasih saja kemarin'
"Bukankah kita akan makan siang?"
"Iya" jawab Alex
"Bukankah pintu keluar ada di sana?"
Alex yang mengerti maksud ucapan Lucy hanya tersenyum tipis.
"Kami akan makan siang di kantin Lu..
"Jika memang kau tak biasa makan-makanan murah kau bisa pergi makan siang sendiri diluar" sela Jun dengan nada dingin
Lucy mencebikkan bibirnya kesal
"Sebenarnya siapa kekasihmu, hingga mampu bertahan dengan pria menyebalkan sepertimu" gerutu Lucy yang tentu mampu di dengar oleh Jun. Namun Jun memilih acuh dan tak perduli.
***
"Jadi... Zeline adalah kekasihmu" ucap Lucy ragu
Jun hanya diam dan melanjutkan makan siangnya, sama seperti Zeline. Seakan tak pernah terjadi ataupun terungkap suatu hal.
"Oh Astaga Ze! kenapa kau tak pernah bilang padaku! padahal aku sempat mengajak kekasihmu untuk berkencan denganku! aku akan menjadi sahabat yang jahat jika merebut kekasih sahabatku sendiri" ungkap Lucy secara terbuka tanpa mau menutup-nutupi.
"Kau ini! bisakah mulutmu kau kontrol Lu!" heran Velove
"Dasar wanita gila" maki Jared
"Diam kau! dasar lelaki jadi-jadian" balas Lucy
__ADS_1
"Lalu, sejak kapan kau berpacaran dengannya? kenapa kau mau berpacaran dengan pria sepertinya Ze? bagaimana cara dia mengajakmu berpacaran? apa dia orang yang romantis? apa dia mempunyai kebiasaan aneh Ze?" cerocos Lucy bak kereta melintas
"Berhentilah mengintrogasi Ze, Lu ....
Makan saja makananmu" tegur Velove yang mulai jengah dengan sifat Lucy yang satu ini. Sedangkan Zeline hanya diam sedari tadi, dirinya sungguh merasa malu.
"Aku penasaran!"
"Lalu kenapa kau bilang waktu itu kau menyukai Jun? apa yang kau sukai dari pria menyebalkan ini!" tanya Alex angkat bicara sembari menunjuk-nunjuk Jun
"Emm, karena dia tampan!...
"Tapi sayang, sifat dan kepribadiannya bukan tipeku"
Sontak saja Velove, Jared dan Alex yang mendengarnya menepuk Jidat mereka. Sedangkan Jun dan Zeline saling berpandangan singkat lalu menundukkan kepalanya lagi. Memilih menikmati waktu makan siang mereka.
07.25 PM - Apartemen Zeline
"Kau ingin mampir terlebih dulu?" tanya Zeline pada Jun yang mengantarkannya hingga depan pintu apartemennya.
"Boleh, jika kau izinkan"
"Tentu, masuklah" Ucap Zeline seraya berlalu di ikuti Jun di belakangnya.
"Letakkan saja barang-barangmu di sofa, aku akan membersihkan badan terlebih dahulu, anggap saja seperti rumahmu sendiri"
Jun mengawasi seluruh penjuru tempat tinggal kekasihnya itu, sembari menunggunya. Ini pertama kalinya dirinya kemari bukan!
Rapi, gadisnya menata tempat tinggalnya dengan tepat, tak banyak dekorasi, hanya beberapa. Tapi itu bagus.
"Apa yang kau lihat?" tanya Zeline yang telah berganti pakaian santai dan terlihat lebih fresh walaupun tanpa make up.
"Tak ada, hanya melihat isi apartemenmu"
Zeline menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kau ingin membersihkan diri? ada baju kak Ale.. ahh maksudku, sepertinya ada baju kakakku disini"
....
"Jika kau ingin"
"Apa tak masalah?"
"Tentu saja tidak, kau bisa mandi di kamarku, Ayo! akan ku ambilkan bajunya"
......
"Ini handukmu dan juga sikat gigi baru"
"Oke, terimakasih banyak" Ucap Jun dengan tersenyum manis
"Aku akan pergi memasak, jika ada yang kau butuhkan, katakan saja padaku"
Jun pun mengangguk dan segera berlalu memasuki kamar mandi.
__________
**Maapin Author yang baru up lagi 🙏
semalem mau up ga ada signal gara-gara mati lampu 🙏 duhh payah euy
Jangan lupa like ya gaes , vote ❤️
Makasih Ya semuanya yang udah kasih suport dengan bentuk apapun... aku padamu
Makasih juga sama yang suka komen.. aku suka komen dari kalian wkwk.. walaupun ga tak bales, tp tetep tak baca kok 🤭**
__ADS_1
oke maaciww semua ...
bye bye ❤️❤️💃