
Bisik-bisik terdengar saat Zeline melangkah mendekat ke arah kubikel meja kerjanya. Baru saja ia menatap kearah mejanya, Zeline sudah di buat terperangah seketika. Mejanya sungguh berantakan tak karuan, banyak sekali sampah di atas mejanya, bahkan kursinya pun terlihat kotor dan basah. Zeline memejamkan matanya sejenak dengan mengepalkan tangannya. 'Apa lagi ini!'
"Ze, kau tak apa?" tanya salah seorang karyawan yang bekerja di kubikel sampingnya
Zeline hanya tersenyum kecut
"Apa kau tau siapa yang membuat mejaku jadi seperti ini?"
"Aku tak tau, setauku sudah seperti itu sejak aku memasuki kantor pagi ini" jawabnya
"Aku yang pertama kali masuk, namun aku juga sudah melihat meja kerjamu seperti itu sejak tadi" timpal salah seorang karyawan.
Zeline kembali tersenyum tegar
"Terimakasih"
"Sama-sama, akan ku ambilkan kau kursi yang ada di gudang, untuk mengganti kursimu yang kotor itu" ucapnya lagi
"Terimakasih banyak" ucap Zeline bersyukur.
12.15 AM
"Kenapa kau lama sekali" gerutu Lucy pada Zeline yang telah ia tunggu bersama Velove sekitar setengah jam.
"Maaf, pekerjaanku sungguh banyak!" ucapnya memelas
"Kau tak apa? wajahmu pucat Ze" ucap Velove khawatir
"Benar apa katamu Ve, apa kau sakit Ze?" sambung Lucy yang mendadak ikut cemas.
Zeline tersenyum menatap bergantian kedua sahabatnya.
"Aku tak apa, kalian ini terlalu mencemaskan ku! aku hanya lelah butuh stamina" elak Zeline.
"Baiklah, ayo kita segera pergi" putus Velove merangkul lengan kedua sahabatnya.
***
Sembari menunggu pesanan mereka tiba, mereka asyik mengobrol kesana kemari dengan topik receh tanpa mau memperdulikan sekitarnya. Yang mereka pikir adalah kawan mereka dan hal yang tengah mereka bahas.
Namun keasyikan mereka terjeda saat terdengar suara bariton yang menyapa mereka.
"Kalian juga makan disini rupanya" ucap Alex menginterupsi obrolan mereka.
"Oh, hai kak, kakak juga akan makan di sini?" tanya Lucy
Alex mengangguk
"Bagaimana jika kita makan bersama?" usul Alex
__ADS_1
"Ahh menyebalkan sekali harus satu meja dengan wanita gila! membuatku tak bernafsu makan" sindir Jared pada Lucy
Lucy menatap tajam Jared jengah
"Aku juga tak mau satu meja dengan pria jadi-jadian" balas Lucy tak mau kalah
Jared mendengus dan meletakkan kedua telapak tangannya di meja dengan posisi berdiri dan sedikit membungkuk, lalu menatap bergantian ketiga gadis di meja itu.
"Sepertinya memang tak ada yang waras dari ketiga gadis ini, ahh.. lumayan untuk mu Ve! sepertinya kau memang yang paling sedikit waras dari kalian bertiga!"
Zeline dan Lucy menganga lebar saat mendengar ucapan Jared. Sedangkan Velove hanya menghela nafas berat dan memilih tak perduli. Dirinya lebih memilih tak menanggapi ucapan Jared yang memang se-menjengkelkan itu.
"Aaaakkhhh.. Awww Aww.. apa yang kalian lakukan.. dasar para wanita gila!" maki Jared pada Lucy dan Zeline yang baru saja menjambak rambutnya juga memukulinya.
"Menyebalkan!" ketus Zeline yang kembali terduduk
"Rasakan itu!" sambung Lucy
"Sudahlah kalian! jangan membuat ribut, malu di tonton para pengunjung lain!" ucap Alex melerai dan mulai duduk berjajar pada meja yang ia minta tata pada pegawai sedemikian rupa agar mereka dapat makan bersama dalam satu meja.
"Tau begini aku akan lebih memilih makan di ruangan ku!" ucap Jun membuka suaranya yang sedari tadi hanya diam memperhatikan tingkah mereka semua.
"Oh, hai Mr.Jun kau juga akan makan siang disini!" sapanya basa basi
Namun seperti biasa, Jun hanya diam tak bersuara, lebih memilih mengotak-atik ponselnya tanpa mau menjawab pertanyaan Lucy.
"Berapa lama kau bekerja dengan Mr.Robert?
"Apa kau sudah punya kekasih?
"Apa makanan favoritmu?
Tanya Lucy beruntun, namun tak pernah sekalipun Jun sekedar melirik apalagi menjawab ucapan Lucy. Jun tetap diam tak bersuara, suara Alex lah yang sedari tadi menjawab.
"Kenapa Kak Alex yang terus menerus menjawab! aku bertanya padanya! bukan padamu!" gerutu Lucy hingga makanan mereka tiba.
Sedangkan Zeline hanya diam mendengar ucapan Lucy. 'Apakah Lucy tertarik pada Jun?' tanyanya dalam hati. Ada perasaan tak nyaman, saat sahabatnya terus saja berusaha mengajak Jun mengobrol.
"Apa kau mau menjadi pacarku?" tanya Lucy spontan di tengah acara makan siang mereka.
Zeline yang mendengarnya langsung tersedak makanannya. Dengan cekatan, Jun yang berada tepat di hadapannya langsung memberikan segelas air mineral miliknya.
"Pelan-pelan, tak usah terburu-buru, tak ada yang akan mengambilnya darimu" ucap Jun penuh perhatian.
Zeline memanyunkan bibirnya setelah selesai minum.
"Aku bukan anak kecil lagi" gerutunya
Tangan Jun terulur dan jemarinya mengusap sudut bibir Zeline yang basah.
__ADS_1
"Jika kau bukan anak kecil, kenapa makan saja sampai tersedak"
Zeline mencebikkan bibirnya.
"Aku hanya ..
"Sudahlah"
Zeline tak mungkin bukan, memberitahukan isi pikirannya. Lagi pula dirinya sendiri tak yakin, apakah benar kini mereka berpacaran?
Mengabari atau sekedar basa-basi mengirim pesan atau menelfon saja tak pernah pria di hadapannya itu lakukan.
'Ahh mungkin karena baru beberapa hari' pikirnya lagi.
Zeline dan Jun masih sibuk mengobrol berdua saja tanpa mau orang luar ikut menyambung. Sedangkan mereka berempat hanya mampu memandang dan memperhatikan setiap tingkah kedua manusia itu. Mungkin bagi Velove, Alex dan Jared itu hal yang lumrah untuk pasangan yang sebenarnya sedang dalam masa-masa pendekatan. Namun tidak dengan Lucy, terlihat ia mengernyit heran dengan sikap Jun yang hangat pada Zeline. Namun dingin padanya, menjawab satu pertanyaan ku pun ia tak mau. Bahkan lihat saja, Zeline dengan mudahnya mendapatkan perhatian dari pria bernama Jun itu.
'Apa Jun menyukai Zeline?' pikir Lucy
'Mungkin? ah ya sudahlah, lagi-lagi pria yang kusuka menyukai orang lain...
'Hei, kau ini hanya suka karena dia tampan! kau belum mencintainya! lagi pula, terlihat sekali pria itu perhatian sekali dengan sahabatmu!' uuggghhh!!
Lucy terus bergelut dengan pikirannya. Hingga tak mendengar ucapan Velove yang memanggilnya.
"Hei! kau kenapa?"
"Tak apa, aku hanya sedang memikirkan sesuatu" sahutnya tersenyum.
Setelah menyelesaikan makan siang, mereka pun bergegas kembali ke kantor, sedangkan Lucy pulang bersama sang manager.
Saat tiba di basement perusahaan, Jun menahan lengan Zeline agar tak pergi terlebih dahulu, ada sesuatu yang ingin ia bicarakan.
"Kalian bisa masuk terlebih dahulu, ada yang ingin ku bicarakan dengannya" ucapnya pada ketiga orang itu. Mereka mengangguk dan segera pergi, memilih memberikan waktu bagi mereka berdua mengobrol.
Zeline terus terdiam tak mau mengucapkan sepatah katapun. Arah pandangannya menuju ke bawah, seperti sesuai yang ada di bawah itu lebih menarik.
"Apa kau memang tak ingin berpacaran denganku? hingga tak mau mengakui bahwa kau berkencan denganku?"
__________
**Jangan lupa like ya gaes , vote ❤️
Makasih Ya semuanya yang udah kasih suport dengan bentuk apapun... aku padamu
Makasih juga sama yang suka komen.. aku suka komen dari kalian wkwk.. walaupun ga tak bales, tp tetep tak baca kok 🤭
oke sante aje..
Btw ini aku baru bisa ngetik pas udah pulang kerja ✌️ jam 11 malam kurang aku baru pulang, bersih-bersih badan~ rebahan... ngetik .. up deh 🤭 tapi ga tau lulus review kapan 😚
__ADS_1
oke sekian maaciww semua
lop lop lop** ❤️❤️❤️