
Papih Al arav datang, semua yang sedang ngopi mendadak melihat ke arah Papih.
"Kenapa ngeliatin Papih semua? ganteng yah?" ucap Papih Arav jumawa.
Jelas ganteng lah, sel telur yang sudah dibuahi nya saja sebentuk Mas Bintang yang gantengnya manis merdu, manis-manis bikin rindu😆. Apalagi Bibitnya, wih jangan tanya,waktu muda pasti jadi kumbang desa. Lhoo kok kumbang desa? kalau perempuan kan kembang desa, kalau laki-laki kumbang desa aja yah. Mamih Bela beruntung dapetin Papih Arav, tapi tentunya sama-sama beruntung sih, masing-masing pasti punya kelebihan sehingga masing-masing memutuskan untuk hidup bersama sampai menua dan bercita-cita punya sebelas cucu.
"Hih Geer nih Papih," celetuk Pelangi.
"Ya jelas, Papih paling ganteng dong." Mamih Bela menghampiri Papih Bela. Mamih Bela mencium punggung tangan Papih Arav.
"Tadi siapa yang ngaku-ngaku jendes di Instagram?" Papih Arav melirik Mamih Bela.
"Itu Mah kerjaan Kuncoro Pih," jawab Mamih Bela.
"Awas kalau Mamih nakal, Papih buatin adik lagi nanti buat Bintang." Si Papih ngancemnya suka ngadi-ngadi. Sudah manupous mana bisa bunting lagi.
"Nggak sayang, oh ya sini Pih, ada Bulan tuh sama Widya." Mamih Bela menggandeng tangan Papih Arav mendekat ke Bu Widya dan Bulan.
Bulan mencium tangan Papih Arav, Papih Arav mengelus kepala Bulan.
"Sudah perawan nih anak permana, masih kinyis-kinyis gini, apa mau sih Mih sama bujang lapuk kita." Ledek Papih Arav.
"Hais, lapuk juga ganteng, duitnya banyak, apalagi kalau kinyis," Mamih Bela terkekeh.
" Terus aja terus ledekin Bintang." Bintang rupanya sedari tadi mendengarkan percakan Mamih dan Papihnya.
"Ya sudah, Papih ganti baju dulu ya Mih, ada yang mau Papih bicarakan tentang permana dan Widya, ada hal penting yang baru saja Papih temukan, Papih tadi nggak kerja Mih, tapi ya menyelediki apa yang terjadi sebenarnya diantara Permana dan Widya."
__ADS_1
Wajah Mamih Bela terlihat berseri, Mamih Bela begitu senang, Mamih Bela berharap ada titik terang tentang kejadian yang menimpa Widya.
Setelah selesai berganti pakaian, Papih Arav datang ke ruang keluarga, Papih Arav mencolokkan flasdisk agar tersambung ke televisi. Tapi sebelumnya Papih Arav menyuruh Mamih Bela untuk membawa Bu Widya ke taman lagi, dikarenakan kondisi Bu Widya yang baru saja pulih dari sakitnya.
Sementara Bulan dan yang lainnya masih stay di ruang keluarga. Papih Arav mendekati Bulan.
"Bulan, sebelumnya Papih mau bicara dengan kamu, ini masalah tentang Ibu dan Ayahmu, sebelumnya Mamih meminta pertolongan ke Papih agar menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi, boleh kan?ini masalah ibu kamu, tapi karena Ibu kamu baru saja sembuh dari sakitnya, Papih suruh Mamih nemenin Ibu kamu dulu di taman."
Bulan mengangguk, "Terima kasih sebelumnya Om."
Papih Arav lalu mulai bercerita jika foto yang ditunjukkan Bulan pada Mamih Bela itu adalah foto Bu Laras dan mantan suaminya. Menurut orang kepercayaan Papih Arav yang menyelidiki tentang penyebab perceraian Ayah dan Ibu Bulan adalah karena isu perselingkuhan.
Sebelum Ayah Bulan menceraikan Ibunya, Ayah Bulan terlebih dahulu memergoki Bu Widya sedang berselingkuh di sebuah hotel.
"Itu pasti tidak benar Om," ucap Bulan dengan mata berkaca-kaca. Bintang dan Kuncoro merasa Iba dengan Bulan, sementara Pelangi dan Lintang merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi, mereka akhirnya memilih untuk menemani Mamih dan Bu Widya di taman. Mereka tidak ingin ikut campur atau ingin tahu dengan permasalahan orang lain.
"Lalu apa yang sebenarnya terjadi Om?"
"Di CCTV hotel terlihat Ibu kamu memasuki sebuah kamar, tapi sebelum Ibumu datang, ada laki-laki yang masuk ke dalam kamar yang Ibu kamu kunjungi, dan laki-laki itu adalah yang bersama Ibu tiri mu di restauran kemarin."
Bulan terkejut, "Maksudnya Om?"
"Ya entah benar atau salah, jadi yang ada di kamar hotel itu Ibu mu dan mantan istri Ibu tirimu, masalah di dalam kamar bagaimana itu privasi pengunjung, Om tidak bisa berbuat apa-apa."
"Om Ibu tidak akan melakukan hal keji itu Om, Ibu orang baik."
"Yang bisa menjawab hanya ibumu Lan, coba perlahan-lahan tanyakan pada Ibumu yah."
__ADS_1
"Aku jadi curiga, kenapa jadi seperti sengaja bertukar pasangan, ini pasti ada yang tidak beres, Papih harus periksa juga cctv di loby, di parkiran juga, siapa tahu laki-laki itu datang tidak sendiri, atau hanya ingin menjebak Bu Widya." Bintang memberikan sedikit masukan atas kecurigaannya.
"Barang kali mereka ada persaingan bisnis Pih, Akika juga curiga Pih, aneh aja gitu, kok bisa yang sekarang jadi istri Ayah Bulan itu mantan istri yang di tuduhkan selingkuhan Ibu Bulan," Celetuk Koncoro.
Bulan tidak bisa berkata apa-apa, kakinya begitu lemas setelah tahu permasalahan orangtuanya, apalagi tentang tuduhan perselingkuhan yang ayahnya tuduhkan pada Ibunya. Pantas saja ayah begitu membenci Ibu dan tidak memperdulikan Ibu. Tapi demi keadilan untuk Ibunya, Bulan harus berani menanyakan pada Ibunya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Bulan sudah dewasa, Bulan berhak tahu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1