Barista Cafe Jomblo

Barista Cafe Jomblo
Part 46


__ADS_3

Sudah 1 Bulan berlalu, Bulan akhirnya menuruti perintah Ayahnya untuk tinggal di rumah Ayahnya. Ayahnya juga sudah berjanji akan mengobati Bu Widya sampai sembuh. Bulan tidur dengan Ibu, walaupun satu rumah, Bulan tetap memberi peringatan kepada ayahnya agar tidak macam-macam. Ayah dan Ibu pun mengerti, mereka sudah tua, tidak ingin berbuat macam-macam.


Dan Bulan sangat senang dengan perubahan Ibu, Ibu sudah bisa jalan sendiri menggunakan alat yang bisa di dorong. Ibu sedikit demi Sedikit bicaranya sudah mulai lancar. Ibu memang sangat semangat sekali untuk sembuh, Ibu melakukan terapi seminggu tiga kali dan mendapatkan pengobatan terbaik.


Sementara Bu Laras dan mantan suaminya kini mendekam di penjara. Sedangkan Sarah, entahlah batang hidungnya sudah tak pernah muncul lagi.


Mungkin juga sibuk mencari nafkah. Dan Arkan, masih terus saja sesekali datang ke cafe, mengajak Bulan balikan. Arkan tidak pantang mundur. Tapi Bulan cuek.


Sore ini ketika Bulan sedang berbincang dengan Ibu di taman depan, tiba-tiba ada serombongan mobil masuk ke dalam rumah. Bulan kita Ayah beserta relasinya. Tapi ternyata Bintang, Papih dan Mamihnya, juga Kuncoro pastinya. Kuncoro juga mulai sedikit mengurangi gemulainya karena Mamih terus mengancam jika tidak segera berubah, Mamih anak menjodohkannya dengan anak teman Mamih. Kuncoro tidak mau jodoh dijodohkan. Sudah zaman Jokowi Mih.


Lihat, sekarang saja saat jalan menghampiri Bulan, Kuncoro tersenyum cool, jalannya tegak tidak kemenyek. Suaranya juga sudah tegas tidak banyak menggunakan lagi bahasa cincai.


Bulan terkejut ketika Mamih dan Papih membawa beberapa barang seperti untuk serahan, Mas Bintang membawa begitu banyak kue-kue. Kuncoro membawa sesuatu juga yang tidak tahu di dalamnya apa karena tertutup plastik.


"Assalamualaikum," Salam dari Keluarga Arav segera Bulan dan Bu Widya jawab. "Waalaikumsallam."


Mamih menghampiri Bulan lalu mencium pipi kanan kiri Bulan, Bulan juga mencium punggung tangan Mamih.


"Mih, kok bawa-bawa apa ini rame banget Mih?" tanya Bulan penasaran. Mamih mengernyitkan dahinya.


"Mamih malah bingung, kamu masih pakai daster begini." Sekarang Bulan yang mengernyitkan dahinya.


"Ya kan di rumah doang Mih." Eh Mamih sekarang melirik Bintang. Mamih tahu nih, sepertinya Bintang ingin memberi kejutan pada Bulan.


"Eh Lan, memangnya Bintang nggak ngomong apa-apa ke kamu?" tanya Mamih dan langsung ditanggapi gelengan oleh Bulan. Bahkan sudah dua hari ini Bintang Goshting. Tapi karena kesibukan Bulan yang masih menjadi Barista, jadi Bulan tidak terlalu memikirkannya.


"Mih, Pih, Ayo masuk, ngobrolnya di dalem aja." Ajak Bulan. Ibu di berjalan sambil di perhatikan oleh Mas Bintang. Kalau mau miliki anaknya harus mencintai keduanya, yaitu orangtua juga anaknya.


5 menit kemudian Ayah Permana datang membawa beberapa makanan juga. Bulan jadi semakin bingung kenapa mendadak jadi pada bawa makanan.


Bulan menghampiri Ayahnya lalu mencium punggung tangan Ayahnya.


"Ayah kok bawa makanan banyak banget." Ayah permana tersenyum, "Kan Ayah tahu Keluarga Pak Arav mau kesini. Kamu kok belum siap-siap."


"Siap-siap kemana?" tanya Bulan.

__ADS_1


"Itu, Bintang mau lamar kamu." Bulan melirik Bintang. Eh yang dilirik malah cengar cengir.


"Nggak usah siap-siap Pak, Bulan pakai daster begini sudah cantik kok,"ucap Bintang. Bulan melongo, what? lamaran. Lamaran kejutan ini maksudnya.


"Maaf yah Lan, Mas nggak kasih tau kamu kalau Mas mau lamar kamu, Mas sengaja mau bikin kejutan." Bulan melihat dirinya dari atas sampai bawah hanya memakai daster dan sandal jepit rumahan.


"Mas, Aku siap-siap dulu aja yah." Bintang langsung mencegahnya. "Nggak usah, udah pake itu aja, yang terpenting nanti ijab kabul nya." Bulan dan Ayah Permana lalu duduk berhadapan dengan keluarga Arav.


Keluarga Arav lalu meminta Bulan untuk menjadi pendamping putranya. Dan kedua belah pihak sudah menyetujuinya. Keluarga Arav mengajukan pernikahan Bulan dan Bintang agar seminggu lagi di laksanakan, yang Mamih takutkan mengingat Bintang sudah kepala tiga, Mamih takut Bintang tidak bisa menjaga nafsunya. Mamih memang paling tahu.🤭


Dan benar saja, baru saja resmi dilamar, Bintang meminta duduk disebelah Bulan. Bulan memukul lengan Bintang.


Orangtua Bintang dan Bulan sedang membicarakan masalah konsep pernikahan, sedangkan anaknya sedang ngobrol berdua. Eh tidak berdua, ada Kuncoro di sebelah Bintang.


"Mas kok kamu mendadak lamar aku sih? kan penampilanku gini Mas. Nggak ada bagus-bagusnya." Bulan mengerucutkan bibirnya.


Bintang tersenyum lalu menatap Bulan, "Jiwa Mas resah saat tidak mendapati Kamu di samping Mas. Apalagi mantan kamu meresahkan. Galau Mas semakin menjadi ketika tidak mampu bahagiakan kamu. Kamu harus bahagia sayang.


Kamu sadarkan, bahwa segala bentuk duniawi yang dicari tak ada artinya jika tidak ada Kamu di sisi Mas, Mas sadar Mas mencintaimu Lan.


Cinta adalah ikatan suci yang harus dituangkan dalam bentuk pernikahan. Mas tidak akan main-main dengan kata itu. Jadi, maukah kamu bersama Mas untuk menjalin ikatan suci itu?"


Bintang mengangguk, ia mengelus pipi Bulan dengan lembut.


"Nggak pake usap-usap juga keles," Celetuk Kuncoro. Bintang lalu menengok ke belakang. Bintang malah tertawa.


"Pengen kan padahal? cepetan cari, keburu Mamih jodohin,"ledek Bintang.


Bulan melirik kuncoro, "Emang Mamih bilang gitu?"


Kuncoro mengangguk, "Gara-gara kalian nih, yang ngebet kawin kan Bintang, kenapa jadi aku jadi ikut-ikutan harus kawin juga sih, Mamih meresahkan."


Bintang dan Bulan malah tertawa. Bulan mendoakan semoga Kuncoro secepatnya mendapatkan pendamping yang tepat.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Kisah cinta Kuncoro juga nanti akan ada di novel ini, seperti hari lalu, Author cm mo ngasih tau, nggak bisa update tiap hari di sini 🙏🙏, tapi nggak akan pindah seluruhnya juga dari sini, akan terus nulis disini, tapi ga bisa up tiap hari, itu aja.)

__ADS_1


Oh ya, ada cerita Shelomita juga, tapi di lapak sebelah, karena akan dicetak juga, kalau post disini nanti akika dibuli lagi karena nggak di terusin, jadi aku garap di lapak sebelah.🤭🤭🤭😁😆😆



__ADS_2