Barista Cafe Jomblo

Barista Cafe Jomblo
Tamat


__ADS_3

"Saya terima nikahnya Dinda melfiani binti almarhum bapak Sugiarto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Kuncoro dengan lantang. Semua saksi di ruang keluarga rumah Papih Arav langsung berkata 'Sah' dengan lantang juga.


Semua juga mengucapkan Alhamdulillah karena keduanya kini sudah menjadi pasangan suami istri. Dinda sedikit menitikan air mata. Dia yang hanya hidup sebatang kara merasa iba dengan dirinya sendiri.


Namun Dinda sangat bersyukur mendapatkan jodoh dari keluarga yang baik hati. Mamih bisa menjadi pengganti sosok ibu saat ini. Begitu juga dengan Papih Arav yang begitu mengayomi sebagai seorang ayah.


Mempunyai orang tua, ayah dan ibu, tentu merupakan anugerah terbesar bagi seseorang. Kedua orang tua memegan peranan dalam tumbuh kembang seseorang. Namun, tak semua orang bisa merasakan kasih sayang keduanya karena sudah ditinggal untuk selamanya.


Kesedihan pastinya dirasakan Dinda dan Raditya Kuncoro ketika sudah ditinggal orang tua selamanya. Apalagi jika melihat orang di sekitarnya masih mempunyai ayah dan ibu, yang senantiasa menjaga.


Kehilangan orang tua tercinta menjadi momen paling berat bagi setiap orang. Kehilangan orang yang paling dicintai terkadang membuat seseorang putus asa dalam hidup.


Untuk bisa melalui hari-hari tanpa kehadiran ayah dan ibu, bukan perkara mudah. Ada kesedihan yang hadir saat mengingat sosok ayah dan ibu.


Kendati demikian, hidup harus terus berjalan dan Dinda serta Kuncoro tak boleh larut dalam kesedihan. Mereka bisa mendoakan ketenangan dan kedamaian orang tua mereka di sana.


Setelah melakukan akad, Dinda mencium punggung tangan suaminya, dan suaminya lalu mencium kening Dinda.


Kuncoro dan Dinda memang sudah sepakat hanya melangsungkan pernikahan secara sederhana di rumah Mamih, padahal mamih sudah antusias ingin hajatan lagi, tapi Kuncoro melarang, ia ingin sederhana saja.


Mamih memeluk keduanya, akhirnya keponakannya menikah juga, itu merupakan kebahagiaan yang begitu besar bagi Mamih.


Selesai acara akad yang hanya dihadiri oleh keluarga terdekat, mereka semua makan bersama di ruang makan.


Dinda yang kala itu hanya dibalut gamis putih dan riasan tipis tetap memancarkan kecantikan alami. Auranya begitu terpancar, Kuncoro merasa sangat beruntung mendapatkan istri seperti Dinda.


"Bulan madu yuk," celetuk Bintang. "Belum bulan madu nih kita," sambungnya lagi.


"Nah iya itu bareng-bareng aja biar seru," ucap Mamih.


"Kamu mau balas dendam kan sama aku Tang, mau ngrecokin MP aku." Kuncoro tersenyum tengil ke arah Bintang.


"Nggak lah, nggak ada kerjaan banget ngusilin ente," celetuk Bintang.


"Ke raja ampat yuk," ajak Bulan.


"Setuju, bagus disana, nggak usah keluar negri, ribet urus ini itunya," ujar Bintang.


"Gimana Din?" Kuncoro terlebih dahulu meminta persetujuan dari Dinda.


"Aku sih terserah mas aja, ngikut aja mas." Kuncoro hafal sekali dengan perangai Dinda, Dinda itu tidak banyak menuntut, dan penurut juga pastinya.

__ADS_1


"Oke lah, hayo besok," ucap Kuncoro. Bintang mengacungkan jempolnya.


☘️☘️☘️


Esok paginya Bintang beserta istri dan Kuncoro beserta istri juga sudah bersiap-siap menuju raja ampat. Walaupun masih di dalam wilayah Indonesia, tapi perjalanan kesana memakan banyak waktu. Namun lelah mereka terbayar dengan keindahan laut dan berbagai tempat wisata di sana.


Cantik dan penuh pesona, itulah. Raja Ampat


Raja Ampat adalah kepulauan kecil di Papua Barat. Punya banyak gugusan pulau. Bintang, Bulan, Kuncoro dan Dinda kini tengah dimanjakan oleh berbagai pemandangan dari berbagai pulau. Mereka sedang berdiskusi, tempat mana saja yang akan mereka kunjungi. Tinggal tunjuk saja mau ke pulau apa, mereka akan dibuai oleh pemandangan alam yang indah layaknya surga.


Hari pertama di raja ampat, dua pasang lengantin itu menuju Pianemo atau sering disebut Painemu adalah kawasan karst berupa gugusan pulau karang yang membentang di lautan. Bahkan disebut, gugusan pulau karang tercantik ketiga di Raja Ampat, setelah Wayag dan Kabui.


Saking cantiknya, Presiden Jokowi yang berkunjung ke sini menjuluki Pianemo sebagai 'surga kecil' di Tanah Papua.


Selesai ke Pianemo mereka menginjakkan kaki di Arborek. Kenapa Arborek? Bayangan liburan sempurna rasanya menjadi kehidupan sehari-hari di pulau ini.


Bayangkan saja pantai landai berarus tenang, air laut yang biru dan jernih, hamparan pasir putih yang bersih, dan lambaian pohon kelapa. Semua terasa nyata di Arborek.


Itu baru daratan. Kalau bicara bawah laut, rasanya Arborek memang juara. Mendapat gelar sebagai salah satu spot diving terbaik di Raja Ampat, bawah laut Arborek cantik tiada tara. Terumbu karang, ikan-ikan cantik dan pari menjadi keunggulan Arborek.


Mereka berempat melakukan snorkeling disana, menikmati dari dekat keindahan bawah laut yang begitu indah.


"Sayang, aku cape banget, mual juga, tiba-tiba kok jadi gini sih badan." Mendengar istrinya mengeluhkan tubuhnya yang tidak enak, Bintang langsung menyuruh Bulan istirahat lalu ia memijat-mijat tubuh Bulan.


Baru saja dipijat sebentar, Bulan langsung terbangun lalu berlari ke kamar mandi, ia muntah-muntah mengeluarkan seluruh isi perutnya. Seketika wajah Bulan langsung memucat.


"Sayang kita ke klinik resort yah, kamu pucet banget." Karena Bulan sudah sangat lelah dan lemas, Bulan hanya bisa mengangguk dan mengiyakan.


Bintang langsung menggendong Bulan ke klinik milik resort tempat Bintang menginap.


Kuncoro dan Dinda ternyata sedang diluar kamar menikmati keindahan pemandangan yang terpampang nyata di depan mata🤭. Melihat Bintang menggendong Bulan, Kuncoro dan Dinda akhirnya ikut mengantar ke klinik.


"Kenapa Tang?" tanya Kuncoro.


"Mual muntah, kecapean kayanya," jawab Bintang.


Sesampainya di klinik untuk saja tidak ada pasien lain sehingga Bulan bisa langsung diperiksa dokter. Saat diperiksa dokter, dokter tersenyum ke arah Bulan dan Bintang.


"Kapan terakhir haid mbak?" tanya Dokter.


Bulan mengingat-ingat lagi, ternyata sudah sebulan yang lalu trakhir ia haid.

__ADS_1


Dokter akhirnya mengambil testpack lalu menyuruh Bulan untuk dites terlebih dahulu untuk memastikan sakit yang diderita Bulan. Wajah Bintang yang tadinya khawatir langsung mendadak sumringah.


"Sini sayang, mas bantu ke kamar mandi yah." Tanpa rasa risih atau jijik, Bintang membantu istrinya untuk melakukan testpack, Bintang takut jika Bulan yang sedang lemas ini nanti jatuh dari kamar mandi.


Selesai alat testpack dimasukan ke dalam urin Bulan, menunggu beberapa saat, terpampang begitu jelas, testpack tersebut menunjukan garis dua. Bintang langsung berjingkrak karena begitu senang, Bintang memeluk Bulan lalu mencium pucuk kepala istrinya.


Bintang menyerahkan hasil testpacknya pada Dokter. Dokter langsung memberi selamat dan memberikan beberapa vitamin untuk ibu hamil, serta obat untuk mengurangi mual nya.


Selesai diperiksa, Bintang keluar dari ruang dokter langsung disambut oleh Kuncoro dan Dinda.


"Gimana Tang, Bulan sakit apa?" Tanya Kuncoro penasaran.


"Alhamdulillah, Bulan hamil," Bintang kembali berjingkrak-jingkrak.


"Alhamdulillah, selamat ya mbak Bulan, Mas Bintang," ucap Dinda. Bulan langsung mengangguk sambil tersenyum.


"Besok kalian bulan madu berdua saja yah, aku sama Bulan istirahat aja, soalnya Bulan kondisinya begini," ucap Bintang. Kuncoro dan Dinda mengiyakan.


Bintang kembali lagi masuk ke dalam resort, Bulan rebahan di atas kasur, sementara Bintang terus saja mengelus perut istrinya.


"Sehat-sehat di perut mama ya sayang, jangan nakal, harus sayang mama," ucap Bintang sambil terkekeh. Bulan menatap suaminya dengan penuh kebahagiaan juga. Ia masih belum menyangka jika laki-laki yang ada di depannya kini akan menjadi ayah dari anaknya kelak. Bulan begitu bahagia berjodoh dengan Bintang, Bulan merasakan bahagia saat ini.


Setiap orang punya kisah cinta yang unik. Ada yang penuh warna-warni bahagia tapi ada juga yang diselimuti duka. Bahkan ada yang memberi pelajaran berharga dalam hidup dan menciptakan perubahan besar. Setiap kisah cinta selalu menjadi bagian yang tak terlupakan dari kehidupan seseorang. Ambilah hikmah dari setiap kejadian yang telah terlewati.


~Tamat~


(Alhamdulillah akhirnya bisa merampungkan cerita ini walaupun penuh dengan perjuangan, perjuangan waktu, perjuangan fikiran karena harus terbagi dengan platform lain, terimakasih sekali buat pembaca yang masih setia menunggu cerita bulan bintang hingga sampai titik akhir. Mohon maaf sekali apabila sedikit atau banyak mengecewakan pembaca. Maaf atas keterbatasan Author ini🙏 Kelanjutannya jika ada ide dan waktu senggang, author kasih bonus cahpter)


#Jangan lupa baca karya author yang lain yah


*Aku janda tapi perawan


*Percayalah aku masih perawan


*Surat cinta 2000


*Tobatnya Sang CEO


*Kekasih Halal


*Bukan Surga impian

__ADS_1


__ADS_2