Barista Cafe Jomblo

Barista Cafe Jomblo
Part 61


__ADS_3

"Dinda lihat aku." Dinda memberanikan diri menatap mas Radit.


"Din, Tidak ada manusia yang terlahir sempurna. Semua orang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Baik dirimu maupun aku, kamu dan aku punya kekurangan satu sama lain. Ketika kamu jatuh cinta pada orang yang sekiranya memiliki kekurangan, jangan mudah untuk menyerah dengan cinta-nya. Sebab, cinta itu harus saling menguatkan. Cinta juga tak bisa terjalin dengan baik jika hanya berjuang satu sisi semata. Berusahalah untuk menerima kekurangan yang ia miliki. Karena selama ini ia juga sudah menerima kekuranganmu. Justru sebaliknya, tutupi kekurangan pasangan dengan kelebihan yang kamu punya. Beri dia kesempatan untuk merubah diri lebih baik. Ajak dia juga agar mau menutupi kekuranganmu. Berjuang dan setia bersama, merupakan kunci sukses sebuah hubungan. Dinda, kali ini bukan mamih yang meminta kamu sebagai calon menantu, tapi kali ini aku yang memintamu menjadi istri aku, mau kan?" Kuncoro akhirnya memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya pada Dinda. 3 Bulan mengenal Dinda, Kuncoro menatapkan hati untuk manjadikan Dinda sebagai pelabuhan terakhir perjalanan cintanya.


Dinda menatap Mas Radit begitu serius, "Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya, tolong buktikan mas, Buktikan jika memang kamu menerima kekurangan aku saat ini," pinta Dinda.


"Kehidupan ini memang tidak akan seutuhnya sempurna, tapi sikap baik kamu bisa menjadikannya terbaik dari yang bisa kamu hidupi. Dan itu sudah sempurna, itu yang aku suka, kalau kamu butuh bukti, besok saya akan menikahimu," ucap Kuncoro tanpa ragu. Dinda terkejut.


"Besok aku akan urus ijab kabul kita," sambung Kuncoro.


"Bagaimana?"


"Terima lah," Celetuk mamih. Ternyata sedari tadi Mamih mendengarkan percakapan keduanya. Mamih tidak sengaja mendengar karena kamarnya dan kamar Kuncoro juga bersebelahan.

__ADS_1


"Mamih..." Dinda menatap mamih.


"Terima dong, tadi katanya kalau mas Radit yang memintamu, kamu bakal terima," ucap mamih.


"Bener gitu Mih?" tanya Kuncoro. Mamih langsung mengangguk dengan semangatnya.


" Gimana Din?" tanya Kuncoro.


Dinda mengangguk, menyetujui permintaan Raditya Kuncoro untuk menikah dengannya.


"Eits Radit, bener-bener yah, nggak bisa di rem, sepertinya mamih harus secepatnya membawa penghulu kesini, bahaya nih," ucap Mamih sambil mencubit lengan Raditya Kuncoro hingga empunya mengaduh. Dinda senyum-senyum melihat sikap mamih dan Kuncoro.


Dinda berharap semoga bisa menjadi bagian yang bisa membahagiakan keluarga ini dan dirinya sendiri tentunya.

__ADS_1


Mamih lalu mengajak keduanya turun ke bawah. Mamih lalu memanggil Bulan dan menceritakan jika Kuncoro sudah terlebih dahulu mengungkapkan perasaannya pada Dinda. Mamih benar-benar merasa bahagia sampai matanya berkaca-kaca.


Mamih sangat menjaga Kuncoro dengan baik semenjak orangtua Kuncoro meninggal. Mamihlah yang bertanggung jawab penuh atas Kuncoro, setiap hari mamih mendokan Kuncoro agar menjadi pribadi yang normal seperti sedia kala, tobatnya kuncoro sudah sangat membuat mamih bahagia, apalagi kini Kuncoro mau menikah, mamih tidak pernah membedakan antara kuncoro dan anak-anak kandungannya.


Mamih memeluk Dinda, lalu mengucapkan terimakasih pada Dinda karena sudah menerima segala kekurangan Kuncoro. Dindapun sebaliknya berterima kasih pada mamih karena sudah menerimanya juga.


Dinda kini merasa memiliki keluarga baru yang lengkap, mamih juga menyuruh Dinda agar Dinda menganggapnya sebagai orangtuanya.


❤️❤️❤️


Bersambung... Besok last episode yah🙏🙏


Oh ya Author mau mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1442 H, mohon maaf lahir dan batin yah readers ku semua.

__ADS_1


Salam sayang,


Santy Puji


__ADS_2