Barista Cafe Jomblo

Barista Cafe Jomblo
Part 43


__ADS_3

Ketika mata Bulan terbuka ia begitu terkejut melihat Arkan sudah berada begitu dekat dengan wajahnya. Bulan langsung mendorong tubuh Arkan hingga terjungkal. Arkan mengaduh sambil memegangi tangannya yang sedikit terkilir saat berusaha menompang tubuhnya waktu didorong Bulan.


"Mas, apa-apain sih kamu, kamu gila yah." Bulan bergegas berdiri, sementara Bintang melongo melihat interaksi Bulan dan Arkan.


"Kalian ..." Bintang bingung ingin mengatakan apalagi. Bintang cemburu tapi sepertinya apa yang ia lihat tidak seperti apa yang ia pikirkan.


"Mas jangan salah faham dulu, aku nggak tahu kalau Mas Arkan ada di hadapan aku." Bulan bergegas menghampiri Bintang lalu menariknya masuk ke dalam.


Bintang melirik Arkan, lalu menarik kaosnya,"Kamu jangan macam-macam yah, Bulan calon istri aku." Bintang lalu melepaskan cengkramannya.


Bulan menarik lengan Bintang," Mas sudah." Bulan berusaha menengahi agar tidak terjadi perkelahian.


"Aku nggak bermaksud apa-apa, tadi aku lihat Bulan kelelahan, aku cuma pengen kasih bantal di punggungnya,"ucap Arkan.


"Kamu mau apa Mas ke sini?" tanya Bulan sambil menatap Arkan sinis. Sudah tidak ada lagi perasaan untuk Arkan di hati Bulan . Siapa sih orang yang tidak pernah berbuat salah? Sepertinya tak ada. Sudah bawaan manusia untuk berbuat khilaf dan salah. Tapi, ini tidak berarti kita boleh menggampangkan kesalahan dan melupakannya begitu saja. Kesalahan terbesar Arkan adalah penghianatan, ia meninggalkan Bulan demi utuhnya jabatan yang diiming-imingi Sarah.


"Aku lagi berusaha biar kita balik lagi Lan, aku percaya kalau kamu masih cinta sama aku." Ingin sekali Bulan menyumpal mulut Arkan dengan kaos kaki basah. Bagaimana tidak geram, dengan penuh percaya diri ia mengatakan bahwa Bulan masih mencintainya.


"Aku tidak pernah memaafkan sebuah penghianatan," ujar Bulan sambil menatap tajam ke arah Arkan.


"Bulan, apa kamu ingat, kita pernah berkomitmen akan menikah tahun depan?" Arkan memang sableng, sungguh sangat percaya diri.


Bulan tersenyum sinis, "Ingat ya Mas, selingkuh itu berarti pelanggaran diam-diam terhadap komitmen. Jadi jangan sok-sokan bicara komitmen."


"Tapi itu karena ancaman Sarah, Mas nggak sepenuh hati melakukannya." Arkan masih saja berkilah. Bintang mengerutkan dahinya, ada gitu ya laki-laki semacam Arkan. Ingin rasanya Bintang tonjok, tapi takut membuat kegaduhan, jadi Bintang membiarkan Arkan dan Bulan menyelesaikan semuanyanya hari ini.


"Mas, Pelaku selingkuh itu sesungguhnya tidak pernah sepenuhnya minta maaf, walau dia bersumpah setinggi langit. Pelaku selingkuh tidak akan pernah mampu mengakui semua kesalahannya. Contohnya Mas, malah melimpahkan kesalahan pada orang lain. Mas Perbuatan selingkuh berbeda dengan perbuatan-perbuatan salah yang lain. Selingkuh sangat kompleks. Walau secara umum selingkuh berarti menduakan hati. Namun, perbuatan ini tidak berdiri sendiri. Sarah merayu dan kamu mau." Hayo, mati kutu kan Arkan, mau jawab apalagi coba. Bintang nyengir kuda, melihat Bulan berdebat dengan Arkan rasanya seperti sedang permainan minton antara China dan Korea, menegangkan.

__ADS_1


Arkan terdiam, ia lalu meninggalkan kontrakan Bulan begitu saja. Entah karena malu atau tidak mampu berkata-kata lagi. Seperginya Arkan, Bulan menghembuskan nafasnya dengan kasar, rasanya lega sekali bisa mengeluarkan unek-unek yang selama ini ia pendam.


Bulan terduduk, Bintang mendekati Bulan, Bintang merengkuh tubuh Bulan ke dalam pelukannya. Bulan pun pasrah, ia menenggelamkan kepalanya di dada Bintang, Bulan menangis, ah rasanya hatinya benar-benar sudah plong, ia sudah puas mengungkapkan isi hatinya pada Ayahnya juga pada Arkan. Yang Bulan inginkan hanya bahagia.


Bintang mengusap rambut Bulan dengan lembut. Lalu mengecupnya perlahan, ini kalau ketahuan Mamih bisa langsung di sabet pakai sapu lidi nih. Haduh Bintang nggak tahan buat nggak peluk Bulan yang lagi sedih.


"Sudah, sudah lega kan sekarang?" Bintang mengusap punggung Bulan dengan lembut. Bulan menjawabnya dengan anggukan.


"Semua masalah satu per satu sudah terselesaikan, sekarang waktunya kamu kasih kesempatan buat Mas, biar bisa bahagiakan kamu." Hati Bulan langsung meleleh, siapa coba yang nggak meleleh ditawari sebuah kebahagiaan oleh laki-laki tampan yang kini sedang ia peluk. Walaupun hanya menggunakan kaos oblong dan celana bahan selutut, tapi Bintang nggak pernah terlihat nggak ganteng, selalu ganteng, ganteng selalu, ah apaan sih di bolak balik.😆


Bulan mendongakkan kepalanya, Bintang melihat wajah Bulan yang jaraknya amat begitu dekat dengannya. Bintang menatap Bibir sensual Bulan dengan perasaan was-was. Mau tapi takut, tapi lebih banyak maunya dari pada takutnya. Bujang lapuk mulai aktif nih Mih.


"Mas mau, boleh yah."


Bulan mengerutkan dahinya, "Maksudnya?"


"Dikit doang."


"Woy, sialan si bos, malah ***-*** di sini, akika aduin nih ke Mamih." Bintang dan Bulan terkejut dan langsung melepaskan pelukannya. Kuncoro sedang bersidakep di depan pintu sambil menggoyangkan badannya.


"Cepet banget beli makannya, nanggung tau"Celetuk Bintang. Wajah Bulan langsung memerah, Bulan bergegas ke belakang untuk membuatkan minum sekaligus untuk mengurangi rasa malunya.


"Dih, kampret dasar si Bos, kalau akika nggak datang tepat waktu, bisa bahaya, yey ngebet banget sih Bos, udah kawinin aja besok pagi." Kuncoro terkekeh. Bintang sepertinya sudah sulit menghadapi hasratnya jika berdekatan dengan Bulan.


"Besok mau ngomong Mamih, biar lamar Bulan," ucap Bintang. Kuncoro langsung mengacungkan dua jempol tangannya di depan wajah Bintang.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Bul Bin akan up 2 hari sekali, jadwalnya 2 hari sekali karena emak san juga lagi nulis beberapa judul di KBM, ah udah langsung sebut merk aja😆, yang masih penasaran dengan endingnya Zara Ayyubi, ada juga di sana. Jangan tanya kok pindah, mak san ga pindah, cuma nyabang sana sini, berasa guru mata pelajaran honorer ini, nyabang kesana kemari😆 Jangan tanya kenapa? alasannya ya samalah kaya guru honorer tadi🤭 Aku sebenarnya sudah nulis di KBM dari bulan lalu)


(Ada Curahan hati suami istri, Temen jadi Demen, Cinta pertama di jabal Rahmah, ceritanya tentang apa Thor, ya seperti biasa, tulisanku pasti cerita yang ringan-ringan aja, tapi insyaallah ada sedikit pembelajaran dan edukasinya🙏🙏)


__ADS_1


__ADS_2