
Bintang yang sudah berganti baju, menghampiri ruang keluarga. Bulan melihat Bintang tampak begitu tampan. Pakai baju kerja tampan, pakai baju rumahan pun tampan, apalagi kalau nggak pakai baju. Haduh, otak Bulan kok trevelingnya nggak islami gini sih.
Bintang semakin mendekat, Bulan tak berkedip melihat Bintang yang saat itu mengenakan kaos hitam serta celana kain selutut. Laki-laki kalau pakai baju hitam memang aura kelaki-lakiannya tuh terpancar banget. Bulan memperhatikan Bintang hingga ujung kaki. Eh ketemu deh mata sama jempol kaki Bintang. Otak semakin tidak bisa diajak sopan santun. Jempol gede tanda, orangnya gede maksudnya. Ah dasar.
"Kenapa liatin Mas terus? ganteng yah." Ledek Bintang, ia lalu duduk di sebelah Bulan.
"Banget Mas." Bulan hanya berani mengatakannya dalam hati. Bintang yang duduk di sebelahnya membuat aroma keringat Bintang yang seharian bekerja menyeruak masuk ke hidung Bulan. Kan si hidung jadi mau juga tuh ngerasain langsung, pasti lebih sedep. Ah ini hidung juga nggak pernah di sekolahin apa yah. Nggak ada akhlak.
Papih Arav datang membawa flashdisk dan leptopnya. Papih lalu langsung menyalakan leptopnya dan memasukan flashdisknya. Papih membuka rekaman file CCTV yang ia ambil dari hotel sebelum Bu Widya di grebeg.
Bulan terkejut saat melihat Ibu tirinya sedang mengobrol berdua dengan laki-laki yang Bulan temui kemarin di restoran. Laki-laki itu lah yang juga membuat Ibunya difitnah dan diceraikan oleh Ayahnya.
Bulan mengerutkan dahinya, ia masih belum faham sekali kenapa semuanya terasa kebetulan, sebenarnya ada apa dibalik semua ini.
__ADS_1
"Papih sudah menyelidiki semuanya, Papih sangat terkejut dengan fakta yang ada Lan." Papih menatap Bulan. Sebelum Papih Arav bercerita, Papih ingin melihat dulu kesiapan Bulan untuk mendengar semua yang sebenarnya terjadi.
"Kami siap mendengarkan?" Bulan mengangguk. Mamih, Kuncoro dan Bintang juga siap mendengarkan untuk memberi semangat pada Bulan.
Papih lalu mulai bercerita, jika sebenarnya Pak Permana ini di jebak oleh sepasangan suami istri. Bu Laras dan suaminya sebelumnya mempunyai perusahaan besar, namun seiring berjalannya waktu perusahaan mereka bangkrut, hal ini di sebabkan karena kalah saing dengan perusahaan Ayah Bulan. Bu Laras yang tidak mau hidup miskin akhirnya menggugat cerai sang suami. Sang suami menjadi semakin benci dengan Pak Permana. Namun setelah keduanya bercerai, Bu Laras menyesal, ia ternyata tidak bisa kehilangan mantan suaminya. Namun syarat untuk menikah lagi itu Bu Laras harus menikah lagi dengan laki-laki lain lalu bercerai, baru bisa menikah lagi dengan mantan suaminya.
Mantan suami Bu Laras akhirnya memiliki ide dengan memfitnah Ayah dan Ibu Bulan. Bu Laras juga ditugaskan untuk mengambil seluruh harta Pak Permana.
Mendengar cerita Papih Arav dada Bulan begitu sesak, Bintang meraih jemari Bulan, Bulan meremasnya dengan kuat. Bintang mengerti pasti saat ini hati Bulan sedang bergemuruh, mungkin saja marah dan mengumpat.
"Tapi sepertinya Bu Laras nyaman dengan ayahmu Lan, dan bersama mantan suaminya itu ya hanya untuk tanda tutup mulut saja, sepertinya Bu Laras sudah mencintai ayahmu." Papih Arav memberikan spekulasi demikian karena Papih Arav tidak melihat Bu Laras yang bergerak menguasai seluruh aset perusahaan.
Bulan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia merasa sedih, penderitaan Ibunya disebabkan karena orang-orang yang serakah. Bulan tidak peduli dengan dirinya yang bersusah payah mencari sesuap nasi di Ibukota, yang Bulan pedulikan hanya Ibunya. Ibunya harus menderita karena fitnahan dan sekarang selalu kesakitan karena stroke yang diderita Ibu. Sungguh rasanya dunia ini begitu kejam pada Ibu.
__ADS_1
Bulan mulai menitikan airmatanya, ia selalu bersedih hati jika mengingat Ibunya. Bintang yang melihat Bulan mulai menangis tiba-tiba merangkul Bulan dan mengelus pundak Bulan. Namun belum ada satu detik, Mamih langsung memukul tangan Bulan.
( Plak) "Tangannya, nggak usah modus." Mamih mendelik ke arah Bintang. Bintang langsung menelan salivanya.
"Mamih nih ya, kaya nggak pernah muda aja, nyebelin," ucap Bintang dalam hati.
( Karya ini akan sampai tamat karena sudah di kontrak noveltoon, doakan semoga lancar sampai ratusan episode, sampai kuncoro beranak pinak juga 🤭)
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE.
DITUNGGU 100 KOMENNYA.
dilapak sebelah itu judul baru semua ya🤭 jangan lupa mampir, romance komedi juga disana, ada buaya syariah🤭
__ADS_1
Salam sayang.
Author keceh😆