Barista Cafe Jomblo

Barista Cafe Jomblo
Cerita Ibu


__ADS_3

Setibanya di kontrakan, karena sudah sore jadi Bulan langsung saja memandikan Ibunya di kamar mandi. Selesai memandikan Ibunya, sambil memakaikan pampers dan baju, Bulan berinisiatif sambil bertanya perihal permasalahan Ibu dan Ayahnya.


"Bu, Bulan boleh tanya? tapi sifatnya pribadi, tapi Bulan sudah besar Bu, kita hanya hidup berdua, tolong Ibu percaya pada Bulan yah?" Bulan menatap mata Ibunya yang begitu teduh.


Bu Widya mengagguk, "Oeh, Lan au nya pa?" walaupun ucapan Ibu tidak jelas, tapi karena sudah setiap hari berkutat dengan Ibu, Bulan selalu faham apa yang Ibunya ucapkan.


Bulan akhirnya memberanikan diri untuk bertanya perihal kenapa Ayah tiba-tiba begitu membenci Bu Widya, padahal sebelumnya, Ayah begitu mencintai Ibu. Wajah Bu Widya berubah menjadi sendu, jika teringat kembali kejadian permana yang menalaknya rasanya hatinya seperti teriris kembali, luka yang begitu pedih yang Permana torehkan sebelum akhirnya mereka benar-benar mengakhiri kisah cinta juga mahligai rumah tangga yang sudah dibina selama puluhan tahun.


Kadang Bu Widya merenung, dosa apakah selama ini yang ia perbuat sehingga harus terjadi kejadian yang begitu menyakitkan dalam hidupnya, yaitu perceraian dan diusir.


"Ibu, kenap melamun? maaf ya Bu, Bulan nggak bermaksud ...."


Ibu menggeleng, "Bu au ce i a ma Lan."


Bulan menganguk, Bu Widya mulai bercerita dengan perlahan asal mula kenapa dirinya bisa diceraikan oleh ayahnya, karena waktu itu belum sempat bercerita dirinya malah terkena stroke. Ingin bercerita dengan bulan tapi kehidupan Bulan juga sedang tidak baik-baik saja, Bu Widya tidak membebani Bulan karena Bu Widya merasa Bulan sudah sangat berat menghadapi perubahan hidupnya. Bulan yang dulunya berkecukupan mendadak harus banting tulang menghidupi dirinya sendiri juga Bu Widya yang sakit-sakitan.


Bulan mendengarkan dengan seksama penuturan Ibunya. Bu Widya bercerita jika hari itu dirinya mendapatkan telfon yang mengaku sebagai asisten Pak Permana. Pak Permana ada rapat di hotel, Asisten itu bilang jika Pak Permana ingin sekali menginap di hotel bersama Bu Widya, ditemani Bu Widya, Bu Widya dengan senang hati ingin menemani suaminya, menyusul suaminya di hotel, Bu widya juga sudah diberi tahu nomor kamar Pak Permana oleh seseorang yang mengaku sebagai Asisten Pak Permana.


Bu Widya menyusul, entahlah, ternyata hari itu adalah hari yang begitu menghancurkan hidupnya. Saat Bu Widya masuk ke dalam kamar itu, ternyata yang ada di dalam kamar bukanlah Pak Permana, tapi entahlah siapa, bahkan laki-laki yang ada di dalam kamar hotel itu sengaja hanya memakai boxer saja dan dalam keadaan pengaruh alkohol. Laki-laki itu langsung memeluk Bu Widya, Bu Widya membrontak, namun beberapa detik kemudian tiba-tiba kamar hotel terbuka, Pak Permana melihat Bu Widya yang tengah di peluk laki-laki lain tersulut emosi. Tanpa basa basi lagi, Pak Permana langsung menalak Bu Widya saat itu juga.


Mata Bu Widya langsung berurai air mata, Bulan langsung menghapusnya dengan telapak tangannya. Bulan ikut merasakan nyeri hati seperti apa yang Ibunya rasakan, kenapa ada orang yang begitu tega memfitnah orang baik seperti Ibunya.


"Sudah Bu, jangan menangis lagi." Bulan memeluk Ibunya sambil mengusap-usap punggungnya. Dalam hati Bulan berjanji akan mengusut tuntas siapa yanhg sebenarnya memfitnah Ibunya.


"Sudah ya, besok lagi ceritanya yah, Ibu sekarang istirahat yah." Bulan lalu membantu Ibunya agar rebahan di kasur lalu mengelus kepala Ibunya agar Ibunya tertidur.


"Maafkan Bulan Bu," ucap Bulan lirih.


Bulan belum berani menunjukan foto Ibu tiri nya dengan laki-laki yang menurut Om Arav itu adalah mantan suaminya. Bulan akan memberi tahu Ibunya perlahan, mengingat kondisi Ibu yang baru saja keluar dari rumah sakit.


Bu Widya akhirnya tertidur, giliran Bulan yang mandi, tapi baru saja akan mandi, ponsel Bulan berdering, Bulan mengambil ponsel yang ada di saku celananya. Ada panggilan dari Bintang. Bulan langsung mesam mesem. Baru saja tadi antar ke kontrakan, sudah nelfon saja nih Mas Bin.


"Assalamualaikum," ucap Bulan ketika mengangkat telfon dari Bintang.


"Waalaikumsallam, Lan, ini Mas sudah sampai rumah." Bintang memberi kabar pada Bulan, bagi Bintang memberi kabar walaupun itu terkadang suka dianggap sepele tapi bagi Bintang itu adalah hal penting.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau gitu Mas." Bulan juga merasa senang karena Bulan merasa begitu dianggap penting.


"Kamu lagi apa?"


"Mau mandi nih Mas, tadi habis mandiin Ibu, terus nemenin Ibu sampai tidur, Ibu sudah tidur sekarang giliran aku mandi."


Di sebrang sana Bintang sedang mengusap tengkuknya. Mendengar Bulan mandiin Ibunya, nemenin tidur Ibunya juga, kan Bintang jadi mau juga. Mau dimandiin Bulan, sama ditemani juga tidurnya.😆 Dasar bujang lapuk, otaknya treveling terus. Trevelingnya nggak islami lagi.😆


"Mas ..."


"Eh iya, maaf, oh jadi mau mandi nih, Mas juga belum mandi nih." Coba ah mancing Bulan siapa tahu dapet jawaban, sini aku mandiin. Bintang cengar-cengir sendiri.


"Ya mandilah sana Mas, mumpung belum magrib, kalau sudah magrib nggak baik lhoo mandi malem-malem, nanti rematik katanya." Bintang menepuk dahinya. Zonk ternyata, Bulan malah ngebebel kaya emak-emak, nggak ada romantis-romantisnya nih Bul Bul.


"Iya ni nanti habis nelfon kamu langsung mandi kok."


"Ya udah Mas, Bulan juga mau mandi yah."


"Bulan, jangan ditutup dulu."


"Mas mau ngomong lagi, dua kata aja kok."


"Ya udah cepetan, keburu Magrib Mas."


"Aku sayang kamu."


Bulan tersenyum, "Itu mah tiga kata Mas."


"Kan aku sama kamu nya jadi satu."


Bulan tergelak, sa ae nih Pak Bos bikin hati Bulan jedag-jedug.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Maaf yah baru bisa up lagi, kemarin sibuk nyatet orderan readers semua yang pesan novel Zara, makasih untuk antusiasnya, tanpa kalian, aku bukanlah siapa-siapa, dengan adanya kalian, aku siapa-siapa sedikit lah, ( ah ngomong apa sih thor 😆😆) pokoke matur suwun)


Jangan lupa like komen dan Vote, di tunggu rengking 20 besarnya, lah bah susah mamat sih dapet rengking 20🤭🤭, votenya keluarin dong jangan di simpen bae🤭🤭🤭


salam sayang,


Santypuji

__ADS_1


__ADS_2